
Zai menatap empat orang itu setelah mendengar cerita dari andre lalu berkata "Aku pemilik perusahaan ini, Kalian mau apa?"
"Oh kau rupanya, Apa kau tau, Tempatmu ini berada dalam wilayah kekuasaanku, Jadi kau harus membayar uang keamanan tiap bulan, jika tidak, Akan ku hancurkan semua properti milikmu dan aku akan terus datang tiap hari jika masih tidak ada uang keamanannya" Sahut salah satu dari empat orang tersebut.
Zai memutar tubuhnya untuk membelakangi orang yang bersuara yang sambil tangannya menunjuk-nunjuk muka Zai. Dengan kesal dia langsung berbalik kembali namun dengan lengan yang terayun dan punggung kanan tepat mengenai rahang orang itu.
Braaak!! Orang itu terpelanting dari pintu masuk sejauh sepuluh langkah dan terguling ditanah.
"Brengsek, aku akan melaporkannya pada Bos Ku" Ucapnya kepada Zai lalu menyuruh anak buahnya yang lain melawan Zai yang seorang diri.
Ketika dia menutup panggilan telpon, Dia pun melihat tiga orang itu langsung terkapar terkena tinju Zai.
Tanpa sadar dia mundur. "Tu-tunggu bosku datang kau akan habis" Ucapnya dengan tangan seperti menggorok leher.
__ADS_1
"Aku akan melihat, Siapa bos kamu yang berani menagih uang keamanan denganku" tatap Zai lalu bergerak dengan cepat, dengan memutar tubuhnya dan melayangkan kakinya kepada sosok itu hingga mengenai bahunya, dan dipaks untuk telungkup,
"Ambilkan kursi untukku" teriaknya kepada kariyawan, Satu orang bergegas keluar membawa satu kursi yang terbuat dari plastik dan menyerahkan kepada sang Bos yang terlihat sangat menakutkan.
Zai duduk dikursi dengan satu kaki yang menginjak punggung orang itu.
Beberapa waktu menunggu, datang satu buah Mobil Van dan keluar dari Mobil satu dua orang, Ketika orang itu melihat Zai, Dia merasakan ketakutan. karna dia pernah melihat orang ini begitu dihormati oleh Sadam dan juga dua orang lainnya yang menjadi atasannya.
'Aku mendapat sial kali ini, dia ini pasti Tuan Muda yang diucapkan oleh Kak Sadam'
"Mengapa kau disini badri?" tanya Monte dengan tatapan tajam.
"Ak-" Jawabnya dengan gugup, dia bahkan tak bisa menyelesaikan kata-katanya yang langsung tercekat ditenggorokan meski sudah dibantu oleh air liu untuk ditelan.
__ADS_1
"Apa kau membuat kerubutan disini? apa kau tidak tau bahwa perusahaan ini miliknya" Hardiknya dengan tatapan yang seolah bisa memusnahkan tenaga orang lain, Meskipun Badri sudah menelan Pil yang pernah diberikan Sadam dan kekuatannya cukup meningkat, Namun dihadapan Monte yang sekarang dia seperti serangga kecil dihadapan kalajengking.
Badri langsung mendekat kearah Zai yang menginjak punggung bawahannya. meninggalkan Monte yang menatapnya tanpa mengedipkan mata.
Kemudian dia menurunkan lututnya hingga menyentuh lantai kramik yang mendominasi warna putih itu.
"Bos tolong aku" Ucap orang yang berada dibawah kaki Zai.
"Aku menolongmu, lalu siapa yang menolong ku? Bodoh!"
Peng!
Badri menempeleng wajah Hendri yang harus melibatkannya dengan Tuan Besar.
__ADS_1
"Aku ingin membunuhmu, kau tau?" Ucapnya lagi sambil menunjuk wajah Hendri yang sudah membiru pada matanya..
"Monte, Selesaikan mereka dengan baik, Sebagai hukuman, suruh saja mereka jadi satpam disini, agar tidak meresahkan orang" Ucap Zai lalu dia berbalik mendatangi Hotman dan dua orang wanita yang ada dibelakangnya yang sedikit ketakutan.