
Matahari sudah mulai menyisir ke barat dan meredupkan sinarnya. Namun hawa panas begitu terasa di tanah lapang yang sudah tidak memiliki bangunan utuh.
Enam orang berdiri menghadapi satu orang yang begitu arogan menatap mereka. Seolah mereka hanya semut yang mudah di injak.
Mungkin memang pada dasarnya itu adalah bawaan dari dunia dimana yang kuat akan menindas yang lemah.
Tidak ada ketakutan dari Saddam cs dalam melindungi tuan muda mereka yang sedang dalam masa pemulihan.
Saddam pun berkata dengan lantang. "Majulah jika kau ingin merasakan tinju dari mantan dewa ini!"
Jun Bai berdecak kesal, seharusnya dia yang bertindak arogan. Tapi lawan yang mendahului.
Merasa tertantang, Jun Bai menghilang dengan keahliannya. Gerakan itu sangat cepat dan sulit dilihat oleh mata biasa.
"Kanan!" Ucap Zai, dia masih bisa melihat dan mengatakan arah serangan Jun Bai. Meski terluka parah. Matanya dan kesadarannya masih berada pada tempat yang aman.
'Sistem berapa sisa waktu pemulihannya?'
(Tersisa waktu lima menit) sistem menjawab seperti biasanya, tetap datar.
Sesuai arahan yang dikatakan oleh Zai. Saddam memindahkan posisi tubuhnya ke kanan dan menghadang serangan kejut yang datang secara ganas.
Beng!!
Kaki Saddam hampir tertanam di lantai keramik berwarna putih yang sudah retak di banyak bagian. Tapi dia masih dapat memblokir pukulan itu. Dan membalasnya dengan ayunan kaki.
Pong! Tendangan itu mengenai bahu kanan Jun Bai, membuat Jun Bai terpental sejauh lima meter.
Geram Jun Bai. Dia bergerak lagi dengan mengandalkan kecepatan yang dimilikinya. Mustahil pikirnya lawan akan mengatasi lagi.
Saddam juga bergerak dengan keahlian yang dimilikinya. Sedikit tidak yakin mampu melawan. Karna Jun Bai sudah sangat overpower.
"Hen, bantu aku!" Teriak Saddam.
__ADS_1
Hendri yang dipanggil, jelas langsung bergerak, ketika Saddam menghalau serangan dari Jun Bai. Hendri muncul di belakang dan memberikan tendangan. Tapi tangan Jun Bai terulur menangkap kaki Hendri. Kemudian memberikan tendangan.
Hendri terlempar, Ilham bergerak menyambutnya. Sedang Saddam mengulur tangannya Ke Depan, mengirim sejumlah Qi yang cukup besar.
Wash! Sejumlah Qi itu bergerak sangat cepat, bahkan Jun Bai yang memiliki kecepatan diatas rata-rata tak dapat untuk menangkalnya.
Boom! Jun Bai terlempar oleh serangan itu.
Datang lagi satu serangan dan serangan yang lainnya menyusul hingga enam serangan full bersarang di tubuhnya. Hancurkan iya? Belum tentu!
Jun Bai terperosok tubuhnya di bekas reruntuhan rumah, enam orang mengelilingi tempat sekarang dia berada. Menunggu apakah lawan akan bangkit atau sudah tiada.
Cahaya seperti menembus ruang terlihat keluar dari reruntuhan itu. Keenamnya langsung mundur perlahan. Dan seketika terjadi lonjakan energi panas yang membuat ledakan.
Duar!!!
Bekas batako berhamburan dengan debu yang menyelimuti tempat itu.
Ada sosok yang bergerak sangat cepat di antara debu dan mencengkram salah satu dari enam orang yang ada disana.
Zai yang merasakan ada sesuatu yang janggal mencoba bergerak naik keatas langit dan mengibaskan tangannya. Dia mengirim serangkum energi angin untuk menghilangkan debu yang mengepul.
Terlihat sosok yang menyeramkan sedang mencekik dan mengkonsumsi tubuh Rey. Lima orang langsung mendekat untuk menolong. Namun satu orang lagi tertangkap dan tak bisa melepaskan diri seperti Rey.
"Ilham, Tidak!" Yang lain segera mengalirkan tiju ketubuh Jun Bai agar melepaskan kedua teman mereka. Meskipun berusaha semaksimal mungkin namun serangan itu tetap tidak melukai tubuh fisik Jun Bai.
Jun Bai seperti Kaisar dengan tubuh monster yang memiliki kekuatan di luar nalar. Dan juga ketahanan kulit yang luar biasa serta daya hisap energi milik orang lain dan menjadikannya miliknya sendiri. Entah metode jahat itu mengapa ada di dunia?
'Sistem! Memaksimalkan semua potensi. Dan habiskan saja sumberdaya yang telah dikumpulkan di inventory. Upgrade hingga batas maksimal. Jika tidak cukup, biarkan aku berhutang' kata Zai dalam pikirannya. Karena jika ini dibiarkan berlarut dan berlama-lama, maka bisa dipastikan semua pasukan kultivator yang dimilikinya akan mati, dan bisa saja dia juga akan mati. Sebab asupan energi yang sangat besar, cocok sekali dengan tubuh monster itu.
(Ding… Proses peng-Upgrade an akan diselesaikan dalam satu menit)
'Apakah tidak bisa lebih cepat sistem?' Zai mendesak.
__ADS_1
(Peng-Upgrade an dipercepat, tiga, dua, satu)
Booom!! Tubuh Zai mengalami transformasi kekuatan, kekuatan yang dikeluarkan sangat besar.
(....... selamat tinggal tuan)
Zai mendengar suara yang sangat kecil dari sistem, dikepalanya. Sebelum lonjakan kekuatan yang besar keluar dari tubuhnya. Semua orang menatap dirinya yang kini masih terbang dilangit.
Jun Bai melepaskan Rey dan Ilham yang sudah hampir habis energinya dan menatap Zai seperti orang kelaparan.
Bentuk tubuh Jun Bai kini masih setengah jadi, dengan dua tanduk di kepalanya. Sisik di punggungnya serta ekor yang meliuk-liuk. Bisa dikatakan bahwa dia sosok Naga yang berwarna hitam dalam bentuk setengah manusia.
Dia menatap Zai nyalang dengan hawa keinginan. Dia belum pernah menemukan energi yang sebaik itu, meskipun berada di dunia atas.
Segera dia mendekat.
Sedangkan Rey dan Ilham kini terbaring di tanah setelah tubuh mereka disambut oleh teman yang lainnya. Dia dibaringkan dan mereka berusaha untuk mengobati keduanya namun itu hal yang sulit. Meskipun sudah mengalirkan begitu banyak Qi. Karena vitalitas keduanya sudah sangat jauh berkurang. Ada ada kerusakan pada sel-sel tubuh yang membuat penyembuhan terlalu lama.
Zai menatap sosok setengah naga yang tidak lain adalah Jun Bai.
"Aku tidak menyangka kau memiliki kartu truf yang begitu dalam tersembunyi. Aku menyesal tlah ingin membunuhmu lebih awal. Tapi sekarang ini adalah bentuk kebahagiaan yang tak dapat aku jelaskan…" Jun Bai tersenyum dengan kedua taring yang cukup panjang menghalangi mulutnya untuk tertutup sempurna.
Zai tidak menyahut. Dia menghilang dari pandangan Jun Bai. Dan muncul dari belakang yang langsung menarik ekor Jun Bai yang panjang. Dia menariknya dan membawa terbang lebih tinggi diatas awan lalu menghempaskannya ke bawah. Dengan putaran yang kencang.
Jun Bai terkejut dengan hal itu, dimana dia dapat meyakini, kecepatan itu melebih kecepatan yang dia miliki.
Baaam!! Kawah besar langsung tercipta ketika tubuh setengah naga Jun Bai terjatuh seperti meteor yang menghantam bumi.
Ada guncangan yang dapat orang rasakan dari ratusan kilometer jauhnya.
Kepanikan terjadi dikota, dimana gempa terjadi. Banyak stasiun televisi menyiarkan berita yang tidak tahu berasal dari mana. Namun mereka dapat memperkirakan skala gempa berada pada titik tertinggi yang bisa menyebabkan air laut naik.
Zai menggunakan tekni naga melahap matahari dan langsung memberikan api yang besar dan menghantamkannya ketubuh Jun Bai, hingga Jun Bai semakin terperosok kedalam tanah.
__ADS_1
Zai mendatangi Rey dan Ilham dengan melayang. Matanya teduh dan tidak ada emosi. Seperti bukan dirinya. Saddam dan yang lainnya tidak ada yang bersuara.
Zai menyentuh kedua kening Rey dan ilham…