Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Lanjut lagi


__ADS_3

(Pemilik Utama Sky Paviliun.


Saham Rumah Sakit Ciputra Mitra Hospital sebesar 50%.


Saham Fakultas Lambung Mangkurat 51%.


Saham Komplek Citra Garden 75%.


Saham Sadewa Group 100%


Saham Indo Bali 100%


Saham Bara Nelson 100%


Urban Villa Jakarta Selatan


Rumah satu unit Pesona Moderen, Mension Nelson Trikora beserta semua isinya yang dilengkapi oleh berbagai benda yang berharga serta Sepuluh unit mobil Diantaranya ada tiga Ferari, Dua BMW, Tiga Mercedes, Satu Tesla, Satu Pick Up.


Milik sendiri Mobil Lamborghini Aventador,


Mobil Range Rover.


Motor Honda Gold Wing


Motor Honda Supra X


Jam Tangan Richard Mille)


'Terima kasih sistem' Lalu dia melihat bibir indah yang kadang terbuka, Kadang tertutup terus berbicara laporan keuangan seperti mengundang untuk di jadikan rujak, Menggiurkan jika dilihat.


Hingga Yunita menghentikan Laporan nya baru Zai berkata "Bagus, Sangat bagus, Aku menyukai pekerjaanmu yang luar biasa, Sebagai ungkapan terima kasih, Bisakah kamu ikut makan malam nanti?" Ucap Zai dia ingin menyenangkan seluruh kariyawan perusahaannya.


Tapi jelas kalimat itu membuat Yunita salah Paham. "Tentu Presdir" Jawabnya cepat dengan wajah memerah.


"Kembalilah dulu ke ruangan mu!" Zai menyuruhnya lagi lagi tanpa melihat wajah Yunita, Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu, Lalu mengambil telpon kantor.

__ADS_1


Yunita dengan segudang pertanyaan yang membingunkan berjalan keluar dari ruangan Presdir.


"Hallo Pak, Ada yang bapak perlukan?" Tanya Wilhan setelah mengetahui bosnya yang menelpon.


"Buat pengaturan makan malam untuk semua kariyawan pusat, Reservasi tempat terbaik dan umumkan kepada semua kariyawan setelahnya!" Pinta Zai.


"Baik Pak, Saya akan melaksanakannya dengan cepat" Sahut Wilhan dengan nada senang.


"Dan beli sovenir untuk oleh oleh mereka" Tambah Zai lagi. lalu memutuskan sambungan telpon.


Wilhan dengan segera membuat pengaturannya. dan bergerak cepat untuk menelpon tempat yang sudah dia pikirkan tepat untuk acara makan malam bersama dan juga meminta untuk disiapkan sovenir dengan tulisan [Terima kasih atas kerja keras kalian].


Zai keluar dari kantornya dan menuju tangga, Dia lagi ingin melewati tangga sekedar meregangkan urat di kakinya.


Ketika dia berjalan menuruni tangga dia mendengar ada suara yang sering dia dengar ketika sedang naik kuda dengan wanitanya.


Zai segera menggelengkan kepalanya lalu melangkah dengan cepat. dan benar saja ada sepasang manusia yang sedang menikmati kenikmatan sedang ber-Oh riya..


Zai duduk menunggu mereka menyelesaikan aksi. karna dia tak ingin melempar burung yang lagi terbang, Takut jatuh.


Dua orang itu yang sudah menyelesaikan aksi tak terpuji mereka pun terkejut dan memandang kearah suara.


"Presdir...!" Dengan nada terkejut sang wanita menyebut lalu mendekat dan membungkuk menonjolkan melon yang sudah agak kendor yang belum tertutup sempurna, "Maafkan kami Presdir, Sungguh kami tak akan mengulangi hal ini lagi" ucap sang wanita dengan wajah pucat dan gugup.


Zai memandang kearah Sang lelaki, "Apa dia istrimu?"


"Bukan.." Sahutnya menunduk.


"Apa kamu sudah menikah?"


"Belum, Kami masih pacaran" Sahutnya dengan air mata penyesalan, Karna dia yang memaksa pacarnya untuk melakukan hal itu di tangga, Karna jarang ada orang yang memakai tangga kecuali Lift sedang rusak, Tapi sekarang dia malah ketangkap basah, Ketangkap basah sama Presdir lagi. Ini sesuatu yang memalukan.


"Aku tidak marah kalian melakukan hal seperti itu, Karna bukanlah urusan ku, Yang membuatku marah kenapa harus dikantor, Tidak bisakah kau membayar Hotel?"


Sang lelaki tak mampu menatap wajah bosnya dan juga tidak berani menjawab. Karna memang ini salahnya. Setelah dia selesai menonton Film Jav timbul keinginannya untuk melakukan Hal itu di tangga dengan pacarnya. alhasil terjadilah.

__ADS_1


Sungguh Jav bisa membuat orang membuang Nalar mereka.


Zai mengeluarkan sebutir Pil Penguat Batang lalu memberikan nya kepada sang lelaki, "Ambillah..!"


Orang itu melihat kearah Zai setelah lama menunduk karna sebuah perintah. Dia mengambil sebutir Pil itu dengan pertanyaan yang besar dalam kepalanya.


Tapi dia tak berani mengajukan pertanyaan, Setelah menyambut dan meletakkan nya di telapak tangan dia menunduk kan kembali kepalanya.


"Aku maafkan untuk kali ini, Tapi sebagai hukuman, setengah dari gajih mu akan diberikan kepada dia" tunjuk Zai kepada wanita itu. Terlihat sang lelaki mengangguk saja karna sebenarnya itu bukan hukuman, Melainkan hanya kompensasi atas perlakuannya. dia senang mendapat bos yang seperti ini dalam hatinya tapi dia juga berjanji tidak akan melakukannya lagi jika tidak ditempat tertutup.


Zai menambahkan lagi, "Telan dulu pil itu!" Perintahnya


Lelaki itu pun dengan tangan gemetar menelannya dia takut itu pil akan menghancurkan hidupnya..


Setelah beberapa saat pil merasuk kedalam perutnya dia merasakan perbedaan yang besar, Dan merasakan aliran darah yang lancar menuju batangnya. tapi dia tak berani menyentuh miliknya karna malu.


"Satu minggu dari sekarang baru kalian boleh bekerja lagi, sebagai hukuman atas kelakuan kalian berdua. Ingat jangan diulangi lagi di kantor ini, Karna akan merusak citra kantor. jika tidak kalian akan ku Black List dari semua perusahaan" selagi mereka bedua bengong Zai turun melewati mereka. "Carilah hotel, Aku yakin nafsumu akan jauh lebih besar sekarang" Tambahnya lagi kepada sang lelaki yang memang merasakan hal itu.


Setelah Presdir tampan menghilang, Mereka berdua langsung pergi dan benar saja mereka pergi ke hotel untuk bergoyang dan berkaraoke.


Di sepanjang jalan Zai memikirkan Hal yang membuatnya tersenyum sendiri atas kelakuan Pegawai kantornya.


Jika dia bukan seperti halnya mereka, pasti akan sangat murka mendapati pegawainya berkelakuan seperti itu. Tapi sayangnya Dia juga pelaku yang sama, jadi dia mengerti akal hal itu. Maka sebagai bentuk hukuman nya hanya menyuruh mereka tidak bekerja selama satu minggu agar bisa mengatur mereka untuk lebih baik dalam berkelakuan..


Zai menuliskan beberapa kalimat dan mengirimnya kepada Yunita,


Ting tong... Yunita mengambil ponselnya yang berbunyi pesan masuk [Bella dan juga Ridwan akan ijin selama satu minggu penuh, Jadi potong saja gajih mereka sesuai dengan ketidak hadiran mereka] Membaca itu dia sungguh tidak mengerti alasannya. tapi dia tak memikirkan karna Presdirnya langsung yang menyampaikan ijinnya.


[Baik Presdir] Balasnya, Lalu dia melanjutkan pekerjaannya sambil membayangkan makan malam yang indah dengan Presdir Tampan.


Zai singgah di sebuah gedung yang tampak ramai orang berlalu lalang, Seorang Satpam membukakannya pintu Masuk Gedung bertingkat Empat itu. "Terima kasih" Ucapnya sembari menganggukkan kepalanya.


"Silahkan Masuk" Ucap Satpam dan bertanya "Kalau boleh tau, Ada perlu apa Bapak kesini, Biar nanti saya sampaikan"


"Aku mau ketemu dengan Pengacara Hotman?" Ucap Zai santai.

__ADS_1


"Biar saya tanyakan kedalam, Apakah beliau ada tamu atau tidak, Silahkan duduk lebih dulu" Ucap Satpam dengan penuh kesopanan karna takut orang akan tersinggung...


__ADS_2