
Juli yang ada di Mobil begitu khawatir dengan keadaan yang didalam Villa, Karna sudah hampir satu jam tidak ada yang keluar dari pintu gerbang. Setiap beberapa menit. Juli melihat jam tangan yang melingkar dipergelangannya. Hatinya gelisah, Sebab beberapa kali dia mendengar ada ledakan dan terlihat dari kejauhan ada pohon yang tumbang juga tembok yang jebol. Entah apa yang bisa membuat hal seperti itu, Juli bingung memikirkannya. Karna takut dia akan menjadi beban. Dia tidak berani mendekat.
...............
Didalam Villa yang tenang dan damai, tidak ada kericuhan lagi yang terdengar. Hanya desiran angin yang bertiup dan daun kelapa yang melambai.
Jaya yang mendengar perintah dari Zai segera mengajak Sadam untuk membongkar harta yang ada dirumah itu. Dengan cincin spasial yang dia miliki, meski hanya seluas satu meter persegi. Semua barang yang penting akan di simpan dan diserahkan kepada Zai lagi.
Sedangkan Zai tersenyum miaterius kali ini. Tatapannya sangat tajam bagai elang yang menemukan buruan. Satu pisau dapur berada ditangan kanan. mendekat kearah Neil yang terlentang.
"Sekarang kita bisa menikmati waktu lebih banyak, Persiapkan mentalmu. Aku akan memberikanmu lebih kesenangan karna sudah berani menyentuh wanitaku dan membuat dia menangis.. Taukah kamu? semua musuh yang menyentuh wanitaku berakhir dengan kematian. Namun disela kematiannya dia akan merasakan rasa bagaimana terpotong-potong bagian tubuhnya. Kamu ingin aku memulai dari mana?" Zai sambil terkekeh mengatakannya.Ada perasaan senang ketika melihat lawan begitu ketakutan.
Zai meraih tangan kiri Neil. Neil yang tak ingin tangannya dilukai segera menarik, Tapi dia bisa apa? tenaganya sudah menipis akibat perkelahian itu. Tubuhnya tidak kokoh dan fondasinya sangat lemah, meskipun tubuhnya cukup berisi.
"Jangan, cukup, aku minta maaf, Aku salah ya! aku salah!" Suara Neil parau dan hampir tidak jelas terdengar ditelinga.
Zai tetap tidak melepaskannya. Dia memotong ujung jari Neil tanpa berkedip. Seketika teriakan bersama semburat darah menjadi air mancur berwarna merah yang terjatuh kelantai.
Neil menggigit bibirnya agar dapat menahan rasa sakit itu. Namun ayunan pisau begitu mengkilat terlihat oleh matanya menyentil ujung jari tengahnya. Seketika darah kembali mengucur dengan deras.
"Bunuh aku, Cepat bunuh" Neil berteriak meminta kematian secepatnya agar tidak lagi merasakan perasaan seperti itu.
Dia baru dalam dunia kultivator. Jika bukan karna Pamannya Jing Wei yang mengajari tentang kultivasi. dia tidak akan pernah mengenal dunia yang kejam seperti ini. Tapi ini ada resiko yang harus dia terima. Sebab yang kuat akan memakan yang lemah. Jika berhadapan dengan sesama kultivator.
Zai melepaskan tangan Neil setelah memotong dua ujung jari kiri itu. Setelahnya dia mundur sedikit dan mendapati kursi. dia duduk, kemudian menaruh pisau disampingnya dan bertanya "Siapa saja orang yang kuat di Organisasi kalian? Berapa orang yang ada dalam kelompok itu?"
Zai mengeluarkan rokok dan mengambil pemantik lalu menyalakannya. Sebentar menyesap dan menghembuskannya seraya menunggu Neil bersuara menyahut pertanyaannya.
__ADS_1
Lima tarikan nafas Zai menunggu. Tidak ada suara yang terdengar, kembali dia bertanya. "Aku tak akan menyiksamu lagi jika kau mau bekerjasama. Kau akan tetap hidup setelah ini" Kata Zai dengan tenang.
"Tidak, Aku tidak akan menghianati Organisasi!!" Teriak Neil yang sudah bisa membuka suara setelah cukup lama mengambil nafas.
"Oh baiklah.. Aku senang mendengarnya. Berarti kau setuju untukku siksa" Sebelum mendekat Zai mengambil ponselnya. "Sayang! Bagaimana keadaanmu?" Zai bertanya kepada Juli dengan cepat ketika telponny terhubung.
"Aku baik-baik saja sekarang! Mengapa kau lama sekali, Aku takut disini sendirian" Kata Juli dengan bibir bergetar.
"Telpon Kakekmu dan katakan kepadanya kau diculik dan pinta dia datang ketempat ini!"
"Baiklah... Aku akan tutup dulu" Juli langsung menghubungi Jecky Xiao.
Tidak berapa lama telpon terhubung. "Opa, Aku diculik. Tolong cepat datang kesini" Juli memutus sambungan dan membagikan lokasinya.
.............
............
Zai sudah memotong lima ujung jari kiri milik Neil. Namun tetap dia tidak bersuara. Dia kokoh pada pendiriannya.
Duo Jaya dan Sadam kembali dengan senyum yang mengembang. terlihat mereka sangat puas dengan hasil yang mereka dapatkan.
"Apakah sudah semuanya?" Zai bertanya ketika menoleh kesamping.
"Masih banyak yang tersisa. Entah dari mana mereka mendapatkan harta yang begitu banyak, Bukan hanya emas dan berlian. tapi ada cukup sumberdaya yang bernilai untuk meningkatkan kultivasi" Ucap Jaya, Dia menyerahkan cincin yang berisi barang yang dapat dia simpan. Sadam melakukan hal yang sama.
Zai memberikan lagi cincin yang lebih luas penyimpanannya kepada Sadam dengan membeli di Shop Sistem. untungnya di shop sistem tersedia barang langka yang hanya dimiliki oleh dunia lain. Jika tidak pasti dia sendiri yang bergerak ketempat untuk mengambilnya sendiri. dengan penyimpanan sistem tiada batas. itu sangat mudah Tinggal bilang simpan, Maka semuanya akan tersimpan.
__ADS_1
"Jaya! Kau tunggu diluar, jaga Juli" Kata Zai lagi
Sedang Sadam langsung menghilang menjadi bayangan dengan cepat menuju lokasi barang berharga, Setelah Jaya pergi dari ruangan berantakan itu..
Cukup lama waktu yang diperlukan oleh Jecky dan anak buahnya untuk sampai. "Ini memang Vila Jing Wei. dia pernah mengatakan memiliki Villa didaerah sini" Semburat urat kemarahan segera muncul dikepalanya.
Dia memang tidak pernah dekat dengan Juli sejak dia kecil, Namun ketika Juli mengenalkan pemuda itu yang akan menjadi menantunya kelak. dia mulai berubah lebih menyayangi Juli. Entah karna dorongan pemuda itu yang membangkitkan rasa kasih sayang dihatinya. atau ada maksud lain yang tersembunyi. masih belum jelas dan sulit diterawang maksudnya.
"Berhenti disana" Jecky menunjuk Sebuah dua buah Mobil yang terparkir, disana berdiri seseorang yang tidak lain adalah Jaya.
Jaya menatap ke dua buah Mobil yang berhenti itu didekat dia berdiri dan bertanya ketika kaca Mobil turun.
"Ada urusan apa kalian datang kesini?" Tatap Jaya dengan tajam.
Juli membuka pintu karna dia mengenal Mobil itu. Jecky yang melihat juga membuka pintu.
"Juli! kamu bagaimana kamu bisa diculik?"
"Waktu itu ketika diperjalanan kerumah Opa. Mobilku dihentikan oleh sebuah Mobil. saat itulah aku diculik. Untungnya Zai cepat datang" Isaknya dalam pelukan Jecky..
"Jadi dimana Zai sekarang?"
"Didalam Opa, Opa diminta Zai untuk kesana!" kata Juli melonggarkan pelukannya.
"Kau tunggu disini. Ada bawahan Opa yang akan menjagamu, Jadi tenanglah" Jecky mengalihkan pandangannya "Kalian bertiga tinggal disini." Katanya lagi, Setelah itu dia masuk kedalam Mobil.
"Baik Bos!" Tiga orang menyahut.
__ADS_1
Mobil kembali melaju menuju gerbang Vila yang terbuka...