
Berada didekatmu, Dapat ku lihat masa depanku, Berada didekatmu, Semacam sihir yang selalu memintaku. Entah ini dapat bertahan hingga kapan, Tapi jika aku diberi pilihan, Pasti pilihan itu akan ku katakan bahwa aku sangat mencintaimu, dan kepedulian ku terhadapmu lebih dalam dan tak terkalahkan.
Maira memandang punggung Zai yang melangkah menuju Mobilnya dengan segenap kata dihatinya yang tersimpan dalam. Riak gelombang bahagia sudah dia rasakan sejak Pria itu menolongnya dari penculikan.
Ada kata yang tak bisa di ungkapkan dalam tatapannya. karna dia takut, Takut kata itu akan menjauhkannya!
Takut, Entah mengapa dia takut untuk kehilangan sosok itu.
Zai melambaikan tangannya setelah menghidupkan mesin Mobil tapi Maira masih kaku, Terdiam dalam bisu menatap kekosongan.
"Kakak! Apa yang kau pikirkan?" Senggol Bella dengan bahunya.
"Eh Iya, Aku juga"
Bella mengerutkan keningnya mendengar kalimat yang terucap dari mulut Kakaknya itu. meskipun dia masih dianggap anak kecil tapi dia sedikit banyak tau masalah percintaan karna dia sudah terpengaruh dengan kisah percintaan drama korea.
"Apa maksud ucapan Kakak?" Tanyanya langsung, Sekali lagi Bella menyenggol bahu Maira yang masih memandang Mobil berwarna hitam itu melaju.
"Apa sih Dek, kamu itu masih kecil, bahkan tinggimu saja masih segini" Maira mengukur tinggi Bella yang masih sebahu dengan dia "Belum saatnya kau tau urusan orang dewasa" Dengan kesal Maira berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan bella dipekarangan dengan kebingungan.
"Dasar Kakak, Aku bukan anak kecil lagi tau, Melon ku juga sudah tumbuh" Dengan percaya diri Bella bergumam sambil menyentil sedikit melonnya yang memang mulai berkembang.
...............
Ke esokan harinya. Zai tidak lagi mengantar Farhan karna dia ada urusan yang harus dia hadiri, Yaitu pembukaan perusahaan yang baru dia miliki.
Di depan gedung yang bertingkat lima. dia berdiri menatap semua harapan yang akan melambungkan namanya. PT Megah Jaya sudah ada dalam pikirannya. nama itu seketika saja muncul sebagai induk perusahaan yang akan dibentuk.
Nama itu akan mengguncang separuh dunia karna Zai sangat yakin bahwa bawahannya dari tujuh orang pasukan bayangan yang ada diluar negri akan membesarkannya.
"Aku sudah ada di halaman depan" Zai memberi kabar lewat telpon kepada Monte yang bertugas sebagai Assiten Pribadinya. Dia memilih Monte juga bukan karna dia tau Monte itu pintar dalam bisnis, Tapi karna rekomendasi sistem juga yang memberi tahunya bahwa kecocokan itu hampir delapan puluh persen.
Detik berlalu, Satu menit berganti, Monte terlihat dengan setelan yang rapi, Setelan itu merubah sedikit tampilannya. tampilan yang dulu sedikit acak sekarang lebih menarik minat.
"Ada berapa Kariyawan yang sudah kau rekrut?" Zai segera bertanya sambil melangkah masuk kedalam gedung itu.
__ADS_1
"Sementara ini baru Lima, dan akan meningkat setelah peresmian perusahaan dibuka, Aku sudah menyiapkan semuanya untuk penerimaan dan penyeleksian Kariyawan baru" Tungkas Monte.
"Semuanya aku percayakan padamu Mon" Zai menepuk bahu Monte sambil memberikan senyuman "Sebaiknya kita melakukan pengguntingan pita sekarang. dan mulai untuk merekrut pegawai.
Monte memberikan Gunting, Segera Zai menggunting Pita dan suara tepukan tangan mulai terdengar.
"Mari Tuan, aku antarkan ke Ruanganmu" Ucap Monte,
"Mm," Zai mengangguk saja. Lalu mereka berjalan diiringi oleh lima orang kariyawan baru itu.
............
Setelah Zai menghempaskan pantatnya di kursi Direktur dia langsung berkata "Mon! Tinggalkan kami, Aku akan bicara dengan mereka dulu"
"Baik tuan," Monte segera berbalik dan menutup pintu lalu melanjutkan pekerjaannya.
"Duduklah kalian berlima, Dan kita belum berkenalan, Aku, Zaidul Akbar!" Dia memandang seorang laki-laki paling kanan dan orang itu paham.
"Saya Andre Pak!" Sahut Andre sedikit gugup
"Saya Lidya Ernawati, Biasa di panggil Lidya!" Sahutnya menunduk.
"Kenapa kau menunduk, Malu melihatku?" Zai menatapnya sambil melemparkan pertanyaan.
"Ti-tidak Pak" Sahutnya juga dengan Gugup tapi kini dia memandang bos tampannya itu dengan sedikit berani.
"Lanjut lagi"
Hingga semua orang sudah memperkenalkan diri, "Duduklah!" Zai mengulurkan tangan mempersilahkan mereka untuk duduk, karna diruangan itu ada sofa yang lumayan panjang dengan satu meja kaca yang juga cukup panjang.
"Kalian tentunya sudah tau posisi apa yang akan kalian dapatkan ketika melamar pekerjaan disini, dan ini adalah sebuah perusaan baru yang masih kosong, hampir tidak mungkin untuk berdiri tegak. tapi aku yakin jika kalian semua bekerja keras untuk memajukan perusahaan, Maka semua akan terbentuk sendiri" Zai sekali lagi menjeda kata katanya untuk melihat wajah mereka apakah ada yang tidak mendengar dengan serius, Tapi dia cukup senang mendapati mereka semua mendengarkan apa yang disapaikannya barusan.
"Sebagai bentuk Apresiasi, aku akan memberikan kalian pilihan soal Gaji kalian" Zai mengambil lima lembar kertas kosong dan menyodorkannya. "Tulislah seberapa besar gajih yang kalian ingin jika bekerja diperusahaan ini, beri nama kalian dibawahnya dan lipat tiga... Satu hal lagi, jangan pernah kasih tau pada siapapun berapa yang kalian tulis, aku menunggu"
Zai memejamkan mata sambil menyandar, memberikan mereka waktu untuk berpikir, Pada aslinya Zai sedang berbicara dengan sistem.
__ADS_1
'Sistem! aku ingin mengatakan apa yang aku inginkan, Masih berlakukan Permintaan khusus yang kau sampaikan saat itu?'
(Katakan!)
'Aku ingin lima orang didepanku sekarang ini, memiliki kesetiaan yang seratus persen kepadaku, dan jadikan mereka ahli dalam bidang mereka. Kau bisa?'
(Tentu tuan, Pilihan tuan rumah sekarang sangat tepat, Selamat tuan mendapat satu kotak mistery karna membuat pilihan yang bagus untuk masa depan)
Suara sistem, meskipun datar tapi membahagiakan.
'Buka semua kotak mistery yang ku miliki!' Zai sangat bersemangat
(Ding.... Satu Kotak Mistery terbuka)
(Selamat anda mendapat Lima buah Mobil Toyota Yaris, Mobil sudah berada di halaman depan)
(Ding.... Satu Kotak Mistery terbuka)
(Selamat anda mendapat perlengkapan canggih untuk membuat Game, Akan dikirim sebentar lagi)
(Ding.... Satu Kotak Mistery terbuka)
(Selamat anda mendapatkan satu gedung Rumah susun berkas sudah berada di inventory)
_
_
_
Zai membuka matanya, Semua mata menatap kepadanya. ada jejak ketakutan disana yang tak terungkapkan. mereka ragu untuk menulis angka besar.
Zai mengambil satu persatu kertas yang diberikan kembali kepadanya. dan dia mendapati semua kariayawan itu menulis Gaji yang standar saja bagi setiap perusahaan.
"Baiklah, Semua sudah aku teliti, dan karna kalian sudah memilih jumlah yang kalian ingin kan aku tak bisa lagi merubahnya. karna memang itu kehendak kalian" Zai memandang satu persatu wajah mereka lagi. "Aku memenuhi permintaan gajih yang kalian inginkan, Selamat bergabung di PT Megah Jaya ini adalah awal karir kalian yang gemilang, Sebagai bonus kalian bergabung aku akan memberikan kalian hadiah" Zai mengambil lima buah kunci mobil lalu menaruhnya di atas meja. "Ambilah jangan ragu"
__ADS_1
Melihat Lima Buah kunci Mobil hati mereka bergetar. mereka seakan tidak percaya dengan kenyataan yang mereka alami saat ini, Sebagian dari mereka pada awalnya hanya ingin mencoba saja. sebagian lainnya memang ingin bekerja. tapi melihat sebuah hadiah yang akan mereka miliki, ini jauh dari kata tidak nyaman, ini sangat nyaman bahkan membentuk keyakinan dihati mereka. bahwa mereka berjanji untuk setia.