Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pulang Kampung


__ADS_3

Zai keluar dari rumah sambil memegang Kunci mobil, dan dia mendapati gadis cantik yang berpohto, Zai menekan tombol yang ada pada Remote di tangan nya.


Tet Tet..! Vera terkejut dan hampir saja Ponsel nya terjatuh,


"Photo kok ga ngajak ngajak" Ucap Zai dari samping.


"Eh kakak...! Mobil baru kakak ya?"


Zai mengacak ngacak rambut Vera "Iya mau ikut jalan jalan?"


"Memang boleh Kak?" Tanya Vera lagi untuk memastikan.


"Boleh lah, Siapa yang larang, Ijin dulu sana dengan kakak mu di dalam" Suruh Zai. Dengan kaki kecil nya Vera berlari kencang, dan semangat yang menggebu dia akhir nya sampai tapi dengan nafas yang terputus putus.


"Ada apa Ver?" Tanya Ferdinan yang berada di ruang tamu, Masih meminum dan menyemil.


"Aku mau ikut Kak Zai, boleh kan?" Ucap Vera dengan nada memelas.


"Kalau bos yang ngajak tentu boleh, Usahakan buat dia jatuh cinta" Ucap Ferdinan sambil tertawa mengejek adik nya, Dia sering melihat adik nya curi curi pandang terhadap Bos Mudanya itu.


"Ih kakak, Ngejekin Vera" Dengan bibir maju dua centi dia mengulurkan tangan, dan Ferdinan mengerti maksud nya. Vera mencium tangan Ferdinan lalu dia berlari lagi keluar menuju mobil.


Sesampai nya di samping Mobil, Vera langsung menarik pintu samping dan memasuki nya.


Mobil Range Rover melaju dengan pelan di jalan Ahmad Yani dan kini terlihat menuju Taman Kamboja dan memutar kembali ke taman 0 KM di sana Zai menghentikan mobil nya dan parkir di Tepi jalan.


"Makan Sate Yuk?" Ajak Zai, Dia langsung membuka pintu mobil nya dan menuju Gerobak Sate, "Pak, dua porsi Sate Ayam ya" Ucap nya lalu mencari tempat duduk yang santai.


Vera muncul belakangan karna dia sempat berdandan untuk tampil cantik dan tidak mengecewakan Babang Tampan.


"Kamu ini Vera bukan sih, Kok beda!" Ucap Zai terkekeh melihat Vera yang sedikit berbeda dari yang sebelum nya.


Dia tampil dengan poni yang menutupi kening nya, menambah kesan imut di wajah nya yang bulat.


"Tapi cantik kan!" Sahut nya dengan penuh kepercayaan diri.


"Ueeeek...! Jangan terlalu percaya diri lah, Kamu ini masih kecil"

__ADS_1


"Iiih, Di sekolah aja aku banyak di kejar kejar laki laki, Mereka bilang aku cantik, Bweee" Ucap Vera sambil menjulurkan lidah nya sebentar "Dan Aku juga sudah besar, Liat...! Umur ku juga dengan Kakak tidak terlalu jauh, Hanya beda dua tahun kan?" Vera menambahkan sambil membusungkan dada nya


"Iya iya kamu sudah besar" Ucap Zai sambil melihat ke arah dada yang terbusung sambil tersenyum "Kapan kamu sekolah lagi?" Tanya Zai dengan nada serius di akhir kata


"Mungkin minggu depan aku akan masuk sekolah lagi, Sayang juga kalau gak sekolah dan seharus nya udah lulus, tapi karna hal kemaren jadi ga lulus deh, Ga papa satu tahun lagi di SMA" Ucap nya bersemangat.


"Minum nya apa Nak?" Tanya Penjual Sate yang membawakan dua porsi sate Ayam.


"Kalau ada es jeruk saja Pak !" Ucap Vera yang langsung menyerobot.


"Di tunggu yaa..!" Ucap penjual sate itu yang langsung berbalik badan dan membuatkan minuman.


"Jadi sekarang kamu sudah kelas 12?" Zai membuka kembali percakapan yang terhenti karna kedatangan Penjual Sate.


"Iya Kak" Sahut Vera singkat karna Penjual Sate datang lagi membawakan Es Jeruk.


Mereka pun mulai memakan Sate nya. Dan berbincang santai, Vera menceritakan kisah hidup nya semasa kecil yang terbilang cukup kaya, dan alasan mengapa mereka bisa berada di banjarmasin.


"Mungkin memang takdir" Ucap Zai.


"Semua memang sudah di atur oleh Author, kita tinggal menjalani saja, dan nikmati apa yang bisa di nikmati dan mensyukuri apa yang mestinya di syukuri" Zai menasehati.


"Baik Kak, Oh ya Kak, Aku belum pernah ke Transmart, kita kesana yuk!" Dia merengek mengajak Zai yang terlihat tidak mau


Zai tidak menyahut dia berjalan ke tempat penjual Sate lalu membayar makanan yang dimakan oleh mereka berdua.


Setelah itu dia kembali berjalan ke mobil nya di ikuti oleh Vera yang cemberut di belakang nya, Zai tersenyum simpul.


Vera mengaitkan tangan nya pada lengan Zai lalu merengek kembali "Ayolah Ka, demi gadis manis ini" Ucap nya dengan dua jari kiri dan kanan nya menekan pipi.


Tanpa sadar, Melon kecil nya menyentuh Zai. Dan Zai merasakan suatu yang lembut menempel di lengan nya.


"Baiklah.... Oke kita akan kesana" Sahut nya Sambil mengapit hidung Vera yang kecil dengan dua jari kanan nya.


"Aduh, Sakit Ka..." Ucap nya sambil melepaskan tangan Zai dari hidung nya, Tapi setelah itu dia tetap tersenyum, dia merasa semakin dekat dengan dewa penolong nya.


Sesuai dengan permintaan Vera, Mereka mampir di Transmart..

__ADS_1


Sesampai nya disana, Vera langsung gerak cepat membeli Koin untuk permainan. Dia memainkan permainan Capit Boneka, beberapa kali mencoba tidak ada hasil nya.


Zai berdiri dari duduk nya sebelumnya setelah melihat kegagalan Vera, Dia mengambil alih permainan, Karna dia menguasai Skil Game, Dia bisa memanfaatkan itu dengan baik.


Hanya sekali percobaan, Zai pun berhasil mengambil boneka yang di tunjuk oleh Vera.


Setelah itu mereka bermain permainan yang lain nya. Hingga malam pun tiba, Baru mereka kembali ke rumah, Vera tertidur lelap di mobil dengan memeluk boneka yang di dapatkan oleh Zai di permainan capit Boneka.


-


Mereka sampai di rumah dan Zai terpaksa harus memercikan air ke wajah Vera.


"Kok Hujan...!" Gumam nya sambil mengucek mata nya dengan pelan, Zai disamping terkekeh.


Mendengar suara seseorang di sampingnya Vera langsung menoleh, "Ih Kakak ngerjain aku lagi" Dia cemberut lagi dan keluar dari mobil kemudian berlari masuk kedalam rumah.


Zai memasuk kan mobil ke garasi, kemudian berjalan keluar dan memberikan Nasi Padang buat Pak Rahman yang berjaga.


"Makasih Bos" Sahut Pak Rahman senang dapat makan malam gratis.


Dia masuk kembali kedalam rumah dan terlelap dalam kamar nya.


-


-


Pagi kembali menyapa dan Zai bangun sesuai Alarm yang dia sudah atur sebelum nya, dia langsung bersiap mandi, dan setelah nya mamakai pakaian nya yang baru.


-


-


Zai sampai di Sky Paviliun dan menjemput Alisya, Aisya tidak ikut karna ada kegiatan yang di kampus yang mengharuskan nya untuk datang. Meski sedikit kesal karna tak bisa ikut, Tapi Zai memberikan dia Kiss yang lama untuk mengobati kesal nya.


Mereka berangkat pada pukul 07:08 menuju jalan raya utama Ahmad Yani ke arah Banjarbaru.


Dua jam berlalu mereka melewati pegunungan yang asri dengan jalan berbatu dan berlubang sana sini...

__ADS_1


__ADS_2