Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Untuk Masa Depan Yang Gemilang


__ADS_3

Dua wanita cantik itu makan dengan lahap. "Ini sangat enak sayang" Ucap mereka bersamaan lalu mereka saling memandang dan tertawa bersama. Seolah kebersamaan mereka sudah terjalin lama..


Setelah selesai makan mereka berdua pun kembali ke ruang tamu dan berbincang santai, Tentu nya itu Alisya dan Aisya mereka meninggalkan Zai yang kini seperti orang terbuang..


"Apakah aku salah menyatukan mereka" Gumam nya, sambil menengok keruang tamu dan melihat dua wanita itu berbincang entah apa yang mereka bicarakan..


Zai lewat di depan mereka berdua menuju kamar, Tapi mereka seolah tidak melihat keberadaan Zai, Membuat nya bingung 'pasti mereka sengaja, Awas saja nanti kalian akan ku bantai di ranjang' Batin nya lalu dia berganti pakaian dan keluar lagi dari kamar.


Alisya berjalan mendekat, "Aku akan kembali ke kantor, Sebagai Nyonya besar aku harus membuat perusahaan lebih besar" Ucap nya lalu mencium Zai dan pergi sambil mendadah Aisya yang tersenyum melihatnya.


"Apa yang kalian bicarakan? Hingga membuat ku seperti tidak di anggap?" Tanya Zai dengan cemberut setelah Alisya menutup pintu.


"Ckckckck ngambek, Ini rahasia perempuan" Sahut nya terkekeh.


Driit.. Ponsel Zai bergetar. Zai mengambil dari saku nya dan menerima panggilan dari Torax


"Bos, Seperti nya Elang Terbang sudah bergerak, anak buah ku yang mengintai Markas Elang Terbang melihat seseorang keluar dan dia mengikuti nya hingga ke markas Tiger White, Kemungkinan dia akan meminta bantuan"


"Tiger White, Siapa lagi mereka?" Tanya Zai yang memang tidak tau, Dia berjalan dan menarik Aisya dalam pangkuan nya.


"Dia bekingan terkuat yang di miliki oleh Elang Terbang Bos, Dan seperti nya mereka akan berkoloborasi untuk menghancurkan kita" Ucap Torax yang cemas si seberang sana.


"Kamu jangan panik, Sekarang kita mempunyai anggota berapa orang?"


"Kurang lebih tiga ratus orang bos, Untuk melawan Tiger White saja kita kalah pasukan, apalagi jika mereka bergabung, Bisa jadi perkedel kita"


"Jangan takut, Selagi mereka baru memulai rencana, Lebih baik kita yang menyerang duluan, Atur orang orang mu untuk bergerak secara perlahan mengepung markas Tiger White, Jangan sampai ada mata mata pihak musuh yang menyadari pergerakan kita, Apakah kamu mengerti?"


"Mengerti Bos" Sahut Torax tanpa membantah.


"Em satu hal lagi, Nanti malam aku akan jemput kamu, kita akan kesana bertamu" Ucap Zai lagi dan langsung memutus telpon tanpa ingin mendengar selaan dari Torax.

__ADS_1


"Ada masalah sayang?" Tanya Aisya yang mengupas buah Apel.


"Sedikit, Apakah jika aku seperti ini di sebut seorang mafia?" Ucap Zai sambil menyambut irisan kecil apel dan mengayun kan nya ke mulut nya. "Kenapa tidak manis?" Dahi nya mengerut.


"Mungkin saja, Tapi aku menganggap kamu tidak seperti itu, kenapa tidak manis" Aisya pun memakan nya tapi dia tetap merasa manis.


"Karna manis nya sudah kamu habisin ha haha" Canda Zai sambil mencolek hidung Aisya yang mancung.


"Bercanda saja, Ku beri melon tau rasa" Ucap Aisya yang mulai gatal.


Aisya setelah mengenal tongkat sakti milik Zai membuat nya selalu merindukan tusukan itu, Meski kadang dia tak sanggup menahan nya dan berakhir pingsan, Akan tetapi rasa yang membuat ny melayang itu, meski pun surga di berikan dia tak kan menukar nya.


"Ide bagus tu sayang" Sahut Zai yang langsung mengambil melon segar yang baru terbuka dengan dua tangan nya..


Kita tinggalkan mereka, Daripada batin tersiksa..


Sesuai yang di perintah kan oleh Bos nya, Torax kini mengumpulkan anggota nya yang berjumlah kurang lebih tiga ratus orang, Itu termasuk dengan eks Elang Terbang.


"Kita berjuang lebih dulu sebelum di tumbangkan, Demi masa depan yang gemilang" Teriak Torax Menyemangati mereka.


"Demi masa depan yang gemilang" itu menjadi selogan yang merekat di pikiran mereka. Meski pun mereka kalah banyak dengan lawan, Tapi dengan kekuatan yang mereka latih seharian ini, dan atas dukungan pil yang di berikan oleh Bos mereka, mereka yakin bisa menumbang kan lawan dua atau tiga orang dalam pertarungan.


Torax mengangkat tangan nya dan menghentikan teriakan mereka, "Sekarang berangkat lah, dalam setiap kelompok berisi sepuluh orang dan dalam waktu tiga puluh menit akan berjalan kelompok selanjut nya, Apa kalian mengerti?"


"Mengerti ketua!" Sahut mereka dengan suara yang menggema.


Satu kelompok pun keluar dengan mengendarai lima buah Motor dan tiap tiga puluh menit akan berlanjut seperti itu.


"Mat, kumpulkan senjata dan taruh di bagasi mobil, Kita akan membagikan untuk mereka nanti.


"Siap ketua" Sahut Amat yang langsung bergerak.

__ADS_1


Kita beralih lagi ketempat lain nya...


Seorang pemuda turun dari motor nya setelah memarkirkan nya. Terlihat dia berjalan menuju pos satpam.


"Permisi, Saya ingin ketemu dengan manager disini, Boleh kah saya tau kemana seharus nya saya pergi?" Tanya pemuda itu dengan sopan.


Muhlis yang saat itu sedang main Game Free Fire, Tanpa melihat siapa yang datang, Dia berkata "manager sedang sibuk tidak bisa di ganggu"


Joni datang setelah selesai berpatroli dan melihat Muhlis yang cuek ketika ada orang yang bertanya, Dia pun sedikit kesal dan mendatangi langsung pos satpam. "Muhlis, Apa kamu ingin di pecat oleh Bos! Siapa tau dia adalah tamu penting, Jangan lagi pandang orang sebelah mata, Apa kau tak ingat kejadian yang lalu!" Joni memperingatkan lagi bawahan nya itu.


Seandainya saja muhlis ini bukan dari keluarga istri nya, Mungkin sudahdia tendang keluar..


Muhlis berdiri dan keluar dari pos nya, "Maaf kan aku, Biar aku antar ke tempat manager" Muhlis berjalan lebih dulu dan mereka menaiki lift yang sama.


Tok tok tok. Muhlis mengetuk pintu ruangan manager.


Mendengar suara ketukan, yang di dalam langsung berkata "Masuk..!"


Muhlis mendorong pintu ruangan, Lalu mempersilahkan pemuda itu masuk.


"Tinggalkan kami Lis" Pinta Handoko yang langsung menutup Leptop nya, Dan berdiri. "Ada keperluan apa mencari ku?" Tanya Handoko menatap Pemuda itu.


Pemuda itu mengulurkan tangan nya lalu mengenal kan dirinya "Aku Ferdinan, Kesini atas saran dari Zai" Ucap nya.


Mendengar itu Handoko langsung menyuruh nya untuk duduk "Kita duduk dulu, Mau minum apa?"


Ferdinan duduk tapi menolak untuk minum.


Handoko mengambil ponsel nya di meja lalu menelpon Zai, Tapi beberapa panggilan masih tidak terjawab..


"Tunggu sebentar ya, Mungkin bos lagi sibuk" Ucap Handoko

__ADS_1


'Berarti dia tidak berbohong bahwa dia memang Bos nya di Sky Paviliun ini, Aku tidak salah mengambil keputusan' Batin nya.


__ADS_2