Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Memanfaatkan situasi


__ADS_3

Cahaya mentari kembali datang. Meski tertahan oleh awan. Hangat sinar itu masih dapat dirasakan.


Di sebuah rumah mewah seorang lelaki yang cukup tua sedang memperhatikan anaknya berolah raga. Dia menikmati pemandangan indah itu dengan debara dada. Tak cukup memandang dari kejauhan. dia mendekat sembari membawakan minuman.


Dia meletaklan gelas itu diatas meja. kemudian duduk santai dengan menyilangkan kaki. Aroma khas wanita tercium dari hidungnya menggelitik nafsunya. andai dia lepas kendali. mungkin akan dia terkam pula.


Lekuk tubuh tercetak sempurna. dengan pakaian ketat yang menjeplak semuanya. Amanda. gadis manis yang begitu menggoda. siapapun yang memandang dia sedang olah raga, pasti akan terbangun kelelakiannya.


Amanda menyadari kedatangan Bram. tapi dia tidak menghentikan olah raganya. Bahkan dia tidak mencurigai tatapan Bram ketubuhnya. seorang ayah tak mungkin menurutnya melakukan hal gila.


Beberapa saat dia berhenti dan mendekat dengan peluh yang mengucur di sekujur tubuhnya. "Ayah! mengapa kau tak menikah lagi?" Tanya Amanda sambil nge-lap peluh yang ada disekitaran kepala dan leher jenjangnya.


"Tidak apa, Aku hanya masih teringat dengan ibumu yang sudah tiada. Bagaimana aku bisa melupakannya. jika setiap kali memandangmu. wajah ibumu selalu ada dibenakku" katanya dengan omong kosong.


Amanda terdiam.


"Makasih ayah sudah menjaga cinta untuk ibu" Amanda terharu dan langsung memeluk pinggang Bram.


'Sangat kenyal, Sayang jika orang lain yang menikmatinya lebih dulu' batin Bram yang senang. sudah lama dia tidak bermain dengan gadis muda "Iya nak!" Sahut Bram, kemudian dia memberikan kecupan pada kening Amanda sebentar dan membiarkan Amanda untuk lebih lama memeluknya. dengan sedikit menahan tubuhnya dan mengusap punggung Amanda. "Kau begitu mirip dengannya" ujar Bram lagi.


Amanda menarik tubuhnya. "Apakah begitu. hanya ayah yang aku miliki saat ini. jangan tinggalkan aku ayah!" Ungkap Amanda dengan sayang kepada orang tua.


"Aku sudah menemukan alamat orang itu ayah. aku akan segera menjebaknya dan mengeksekusinya. agar Kakak Alvaro bisa tenang di surga" Ucap Amanda dengan api amarah.

__ADS_1


"Baiklah... Segera lakukan apa yang bisa kau lakukan untuk menangkapnya." Ucap Bram.


Amanda segera berdiri.


"Apakah tidak minum dulu. ayah sudah buatkan minuman khusus untukmu" Ucap Bram.


"Makasih ayah. Love U" Amanda mengambil gelas itu dan membawanya ke kamar, kemudian dia taruh diatas meja dan segera mandi. dia tidak tau apa yang ada didalam minuman itu dan untungnya dia tidak meminumnya.


Sedang Bram menantikan waktu yang akan memberinya kesempatan untuk mencicipi tubuh matang Amanda. dia ingin melakukan itu tanpa paksaan. jika Amanda yang meminta itu akan dibuat mudah. Sayangnya dia tidak melihat Amanda meminumnya.


Setengah jam kemudian Amanda keluar dari kamar dengan pakain atas yang cukup terbuka. dan bagian bawah hanya memakai celana pendek ketat saja.


"Ayah! aku pergi dulu" Ucap Amanda, Suaranya terdengar dikejauhan.


"Ah... Sial. ini tidak baik" Teriaknya panik. dia memberikan obat diminuman itu dengan dosisi rendah. jika Amanda meminumnya sedikit, efeknya akan sedikit lebih lama. dan sialnya dia akan menjebak pemuda itu. "Mana aku tidak tau dia akan ketemuan dimana, Brengsek!!" dia mengumpat dalam hati, ini sama dengan halnya memberikan bunga kepada orang lain untuk dipetik.


Segera dia mengambil kunci Mobil dan melakukan panggilan. namun tidak diangkat oleh Amanda.


"Arrgh!!" Bram menghentak setir miliknya. saking kesalnya dengan kenyataan. "Aku menyesal tidak memaksa dia" Teriaknya. dia mengemudikan Mobil tak tentu arah.


Zai keluar dari Rumah pagi itu. dengan tenang dan tanpa keraguan. dia masuk ke Mobil dan menuju Kantor Pt Megah Jaya. hari ini dia ingin mengadakan sebuah rapat. Dan juga ingin mengenalkan ketua baru yang akan mengelola perusahaan itu.


Zai mengemudikan Mobil Bugatti Divo dengan santa keluar dari komplek perumahan itu. Dipesimpangan, dari arah sebelah kanan ada sebuah Mobil yang melaju dengan sangat cepat. Zai membanting setir ke kiri agar tidak terkena tabrakan dengan Mobil itu. Tapi hasilnya mobilnya menabrak sedikit gapura dan goresan memanjang tercipta di Mobilnya.

__ADS_1


Zai keluar dari Mobil dan menengok goresan yang cukup dalam. dia hanya bisa menggelengkan kepala. "Pagi-pagi sudah ada kejadian seperti ini" Gumamnya.


Range Rover yang melaju dengan kencang tadi berhenti disebelah Mobil Zai. Mobil itu berputar arah. karna merasa bersalah, pengemudinya pun menghampiri.


"Maafkan aku Kak" suara perempuan dengan nada lembut terdengar ditelinga Zai. "Aku terburu-buru tadi dan sedikit kebelet" Ucap wanita itu lagi.


Zai berpaling dan memandang wanita yang sama persis dengan yang dia lihat dari photo. 'Sepertinya dia adalah anaknya Bram! Mungkin kah dia berniat ingin membunuhku dengan menabrakan Mobilnya, hemm sepertinya Bram sudah memulai rencananya dengan mengirim anaknya. gadis secantik ini apakah akan disiakan jika diberikan'


Zai sekali lagi melihat kearah wanita itu yang berdiri sedikit tidak Normal. "Iya. aku mengerti! Sepertinya kau sangat ingin buang air" Ucap Zai yang terus memperhatikan.


"Aku akan mengganti rugi, tinggalkan nomor telponmu, Nanti akan ku hubungi" Ucap wanita itu yang tidak lain adalah Amanda. yang sedemikian rupa menahan gejolak dalam dirinya. tubunya mulai panas dan dicelah pribadinya sudah mulai keluar gemericik air. dia mengapitnya terus menerus. 'Ada apa dengan tubuhku ini, mengapa tubuhku ingin disentuh'


Zai melihat keganjilan itu dan dia menanyakan kepada sistem tentang apa yang sedang dirasakan gadis itu. Jawabannya adalah hal yang membagongkan. 'Afrodisiak. mengapa dia mengkonsumsi itu. apakah dia sengaja atau tidak?'


"Ada apa dengan tubuhmu?" Tanya Zai "Sepertinya ada yang tidak nyaman, Aku juga seorang dokter medis aku bisa mengobatimu jika kau sedang dalam keadaan tidak nyaman" Zai menawarkan konsultasi.


'Ini kesempatan untukku membunuhnya' Amanda berpikir cukup lama "Entah mengapa tubuhku terasa panas hari ini. Jika kau benar bisa mengobati tubuhku ini, Lebih baik mencari sebuah tempat" Ucap Amanda.


Mereka berdua sama-sama saling mengumpan, Hanya saja siapa yang dimanfaatkan dan memanfaatkan belum tau.


"Kalau tidak keberatan didekat sini ada losmen, Jika kau bersedia dan tidak takut. kita bisa melakukan pengobatan disana" Zai meyakinkan. dia ingin membiarkan dirinya masuk kedalam jebakan. lalu memanfaatkan hal ini.


Sedang Amanda juga merasa senang dihatinya. Amarah didadanya kian bergemuruh. apalagi melihat mangsa yang akan mengambil umpan. memang tubuhnya indah dan dia sangat percaya diri dengan itu. walau tidak berpengalaman banyak. tapi semaksimal mungkin akan dia lakukan agar pembuhuhan itu tidak terlalu nampak.. dia juga sudah menyiapkan bubuk racun pelumpuh sarap yang tidak berbau dan berasa.

__ADS_1


__ADS_2