Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Memangsa atau dimangsa


__ADS_3

Beng!! Terdengar sebuah suara yang nyaring ketika dua tinju bertemu. Keduanya mundur setelah itu.


Berhenti!! keduanya menoleh kearah suara yang datang. Terlihat beberapa orang berseragam satpam datang dengan seorang yang memimpinnya adalah Manager sendiri. dia bergegas ketika mendapatkan kabar itu. Diiringi oleh kedua orang tua Kirana yang langsung memeluk anaknya itu.


Dedy memandang kedua orang yang sedang ingin dia hentikan pertarungannya. ini akan jadi masalah yang besar buat karirnya. disatu sisi adalah pemilik rumah yang sah, Yang juga seorang tuan muda. sisi yang lainnya. costumer yang akan membeli unit nomor dua. dilema menekan rasa dihatinya.


"Mungkin ini hanya salah faham saja" Akhirnya Dedy berkata setelah semakin dekat dengan kedua orang itu.


"Mungkin saja." Ucap Zai menyahut, "Manager Dedy. mungkin kita tidak bisa melanjutkan pembelian Rumah. Karna aku tidak ingin hal yang kedua kali terjadi disaat aku tidak ada di sisi mereka" katanya lagi sambil menunjuk keluarganya. dia segera berlalu melewati Dedy yang termangu dalam diam. keterkejutan kalimat itu meruntuhkan hatinya. lagi pula dia juga tidak berwenang untuk menahannya meski hatinya ingin.


Dan satu yang lainnya juga, dia tidak mungkin mengusir. karna orang itu sudah membayar cash atas rumahnya..


dia hanya bisa tertunduk lalu berbalik mengikuti kepergian Zai..


"Suatu hari. jika kita bertemu lagi. mungkin urusannya tidak semudah ini" Ucap Zai menatap Neil, "Ayo Yah, Mah! kita pergi. kita cari rumah yang lain saja. disini tidak aman" Ucap Zai cukup nyaring.


Hal itu jelas didengar oleh petugas jaga dan Manager Dedy. Mau marah tidak bisa. mereka takut, mereka dapat melihat kekuatan dua orang itu ketika bertarung.


Diperjalanan...


"Maafkan kirana Mom!" Isaknya dengan air mata yang tak kunjung berhenti.


"Sudah jangan menangis lagi. kita masih bisa cari rumah yang lainnya. Untungnya ketahuan lebih dulu. jika tidak akan sangat runyam urusannya nanti" Ucap Rianti. Tangannya terus menepuk punggung Kirana yang masih bersedih.


Kini Orlando mengendarai Mobil Ayla miliknya. sedang Zai bersama Juli serta Rendy berada pada Mobil Bugatti.


Zai menelopon seseorang. Tentunya itu adalah Jaya. "Jay. aku ada tugas buatmu, Datanglah ketempatku, Aku akan membagikan Lokasinya. bawa Mobil tercepat agar lekas sampai" Ucap Zai dalam sambungan telponnya.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda!" Jaya langsung meminta ijin kepada wanitanya. "Sayang! aku dapat panggilan dari Tuan Muda. aku tidak tau kapan pulang. Hati-hati ya! masih ada Jani. kalau ada apa-apa kabarin" Ucapnya.


"Baik sayang. hati-hati dijalan" ujar Silvia tersenyum. Belum pergi orangnya. kerinduan sudah melanda hatinya. Memikirkan pertemuan yang akan lama. Tapi dia tidak bisa mengekang. selain pekerjaan, itu juga adalah perintah dari tuan mudanya.


Zai membagikan lokasi miliknya. sembari melajukan Mobil. "Apakah kita akan lanjut mencari rumah atau mau makan siang dulu?" Tanya Zai.


"Makan aja dulu" Sahut Juli.


"Mamah! Rendy mau Ice Cream" Ucap bocah kecil itu. Zai segera menepikan Mobil ke Sun Mart.


"Ayo Ren! Mau beli ice Cream yang mana?" Ucap Zai, Segera dia menggendong Rendy. Sedang Juli tidak ikut masuk, Karna hanya Rendy yang ingin belanja.


Tidak berapa lama mereka keluar dengan banyak belanjaan. setelah itu Zai kembali mengemudikan Mobilnya mencari Resto.


Sampai diparkiran Resto tertentu. Zai meminta Juli untuk mencari tempat dan membawa keluarganya masuk kedalam resto paling terkenal disana.


"Salam Tuan Muda!" Jaya sedikit membungkuk.


"Bagaimana kabarmu?" Zai bertanya sambil bersandar pada Mobil miliknya.


"Baik Saja tuan muda!apakah tugas yang akan aku lakukan?" Tanya Jaya.


"Aku ingin kau mendekati seseorang yang ada diperumahan Elit, Namanya Neil dia adalah seorang kultivator. dekati dia dan cari tau latar belakangnya, Kalau bisa ajak dia berteman. kalau tak bisa culik dia dan introgasi" pinta Zai dengan kata lembut. "Bawa Mobil itu" Tunjuk Zai ke Mobil Ayla, lalu tanganny memberikan kunci mobil Ayla milik mertuanya. sebelum mertuanya masuk kedalam Resto dia sempat meminta kunci itu.


"Baik tuan!" Jaya mengambil kunci Mobil dan langsung memasuki Mobil Ayla yang tidak jauh berada dari dia berdiri.


Zai masuk ke dalam Resto ketika Jaya pergi.

__ADS_1


...........


Kembali ke perumahan Elit dimana ada lima orang berkumpul dan saling bicara..


"Diamlah! kalian itu terlalu berisik. coba kalian tidak lama-lama bermain dan langsung bawa saja kedalam. pasti tidak akan ada yang mengetahuinnya" Neil sangat kesal dengan Empat orang lainnya. sudah tidak bisa menjaga harga dirinya. malah hanya saling menyalahkan.


"Maafkan kami ketua!" Kinoy langsung berkata. "Kami memang yang salah. Tapi kita harus membalas hal ini. Jangan sampai tersebar bahwa kita telah dipermalukan" Ucapnya lagi, dengan kepala masih tertunduk.


"Kalian tau apa. aku sudah merasakan pukulannya. dan kekuatannya tidak jauh berbeda denganku. aku yakin dia juga memiliki latar belakang yang sulit untuk disinggung. kita harus hati-hati. ini antara kita yang memangsa atau kita yang memangsa." Kata Neil lagi, dia duduk setelah cukup lama mondar-mandir memikirkan cara untuk melawan pemuda itu.


"Mengapa ketua tidak meminta bantuan kepada Organisasi kultivator?" Tanya Konoy dengan gamblangnya.


"Jika itu mudah, Maka aku tidak perlu pusing, Bodoh!" teriak Neil lagi "Kalian tau taunya hanya memikirkan ************ saja" Segera dia berdiri meninggalkan empat orang yang berwajah masam, Kemudian dia masuk kedalam kamar dan menghubungi Bram. "Aku bertemu dengan seorang pemuda yang kuat yang bisa menghadang pukulanku dengan mudah. Apakah orang itu yang juga telah membunuh Alvaro?" Tanya Neil sembari mengatakan ciri-cirinya.


"Sepertinya iya, akan aku kirim phto yang sempat diambil oleh anak buahku" Sahut Bram, dia mengirim photo pemuda itu setelah memutuskan sambungan.


Neil menerima photo itu. dan wajahnya semakin marah. "Ternyata memang dia orangnya, Dia memiliki banyak pengikut. tapi yang aku heran mengapa dia masih tenang berjalan dengan keluarga. padahal kehidupannya terancam oleh berbagai pihak yang tak suka dengan dia yang sudah banyak memutus koneksi pasokan dari Dark Moon. Hemm.. Aku harus lebih mempelajari tentang orang ini" Gumam Neil, Dia keluar setelah cukup tenang.


Menemukan empat orang bawahannya yang masuh terduduk di sofa dengan wajah yang kusut. Neil berkata "Ikuti aku" Ucapnya. Dia keluar segera setelah berkata.


..............


Satu keluarga keluar dari Resto dan menuju parkiran. tidak ada perbincangan lagi hingga mereka sampai di parkiran Mobil dan menemukan banyak orang membludak disana.


Beberapa orang berselvi di kap Mobil Bugatti Chiron dan juga Bugatti Divo.


Zai menekan remote yang ada ditangannya. membuat para wanita yang berphoto perlahan membuka jalan.

__ADS_1


__ADS_2