Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Menggoda


__ADS_3

Zai menemukan Maira duduk ditaman dan dia sedang berbincang dengan dua wanita terlihat dia sangat bahagia dari tawa yang dia lepaskan.


"Kami akan pergi, Liat pangeranmu sudah datang" Ucap salah satu dari dua orang itu.


Maira pun menoleh dan memberikan senyuman lalu berpaling kembali dan berkata. "Hati-hatilah kalian dijalan"


"Dah..." Ucap dua wanita itu dan mereka langsung pergi setelah melambaikan tangan


"Sudah lama nunggunya?" Tanya Zai yang langsung duduk dikursi samping Maira sambil memberikan botol minuman


Zai mendapat gelengan atas pertanyaannya, dia pun lanjut bertanya, "Apakah mau pulang sekarang?"


Lagi-lagi dia mendapatkan gelengan, "Ada apa denganmu?" dan Zai lagi-lagi bertanya dengan wajah yang sedikit bingung karna apa? Karna Maira yang terus saja menggeleng jika ditanya.

__ADS_1


"Aku ingin jalan-jalan saja denganmu, Apakah boleh?" Akhirnya yang ditanya menjawab namun diiringi dengan sebuah pertanyaan pula. dengan wajah imutnya yang menempatkan sebuah harapan.


"Tentu bolehlah, Untuk putri yang cantik" Tangannya mengayun untuk mentoel hidung mancung Maira yang menawan, Lalu dia berkata lagi "Aku akan mengantarmu kemanapun hari ini" Dia segera berdiri dan meraih pergelangan tangan Maira dan menggenggamnya "Ayo" ucapnya lagi


Maira yang biasanya tegas dengan lelaki lain dan selalu menepis tangan lelaki manapun yang ingin meraih tangannya kini membiarkan tangannya digenggam oleh Zai, Pesona Zai memang membius hatinya. dia menyembunyikan warna merah yang berada dileher hingga tengkuk dan belakang telinganya karna perasaa malu, sungguh wajah malu itu sangat menggemaskan dan sedap dipandang


Ini memang bukan yang pertama kalinya mereka bersentuhan tangan, tapi dia tetap merasa gugup ketika tangannya disentuh oleh Zai.


Dua insan berbeda Gender itu pun memasuki Mobil melalui pintu masing-masing kiri dan kanan dan Zai menatap Maira setelah memasang sabuk pengaman "Kemana?" Ucapnya sambil menatap mata bulat itu dan tersenyum melihatnya.


Zai menahan bibir yang mendekat kearahnya dengan satu jarinya. Maira segera membuka mata dan melihat Zai menggelengkan kepalanya, wajahnya pun tambah memerah lalu berpaling untuk menyembunyikannya dan menatap kearah luar jendela.


Tidak ada lagi pembicaraan setelah itu, Zai pun mengemudikan Mobilnya dan melaju dijalanan kota.

__ADS_1


'Apakah dia tidak menginginkanku? apakah aku kurang cantik menurutnya'


Maira membuka sedikit bajunya lalu mengencangkan ace Mobil, dia ingin menggoda lelaki disampingnya itu


.............


Lima orang melihat wajah kesal dan benci yang terpasang diwajah Syam, Salah satunya pun segera bertanya. "Ada apa Syam? Kenapa wajahmu seperti matahari merah padam?"


Syam menatap wajah orang yang bertanya dengan wajah kesal yang dimilikinya lalu dia pun berkata "Bagaimana aku tidak kesal, Dewiku di ambil orang, dan juga dia mempermalukanku lagi dihadapan banyak orang" Ucapnya sambil mengepalkan tangannya hingga tanpa sadar kuku-kukunya menusuk kulit dan mengeluarkan darah.


"Apakah kau tidak membalasnya? ini bukan gayamu!" Imbuh yang lainnya dengan pertanyaan.


"Jelas aku akan membalasnya, ini tak bisa dibiarkan begitu saja, Maira tetap akan jadi milikku dan tak akan ada yang bisa memilikinya selain aku" Ucapnya sambil memukul samsak tinju yang ada di tempat itu.

__ADS_1


"Kami akan mendukungmu Syam, Kami siap membantu" Ucap Kawananannya.


__ADS_2