
Tak kunjung memenangkan pertarungan. Zai menemukan sebuah ide kembali.
Dia meluncur menuju moncong ular dan mengirimkan energi Qi api. Ular itu juga mengeluarkan energi berbentuk Api dan menyemburkannya ke arah dimana Zai berada sebelumnya.
Duar! Ledakan besar terjadi di udara akibat pertemuan dua kekuatan itu. Menyebabkan banyak binatang kecil yang mati. Pepohonan yang tumbang. Yang mengakibatkan gundulnya hutan.
Zai sudah menghilang dari tempatnya semula setelah dia melepaskan serangannya. Lalu muncul di atas kepala Ular tersebut dan menebaskan pedangnya. Sedikit goresan tercetak di moncong ular itu. Membuatnya meraung dengan ganas dan menunjukan taringnya.
Ular itu menggerakan ekornya dan menggunakannya untuk menghantam Zai. Namun Zai masih sangat lah lincah. Dia mencari kesempatan yang baik untuk menghancurkan tubuh ular itu. "Jika dari luar tidak bisa, tak mungkin dari dalam tidak" gumamnya tersenyum.
Dia melayang lincah dan mengibaskan pedangnya kembali menuju mata ular. Ular itu pun bergerak membuka rahangnya, barangkali ingin menelan Zai hidup-hidup. Tapi Zai memiliki antisipasi. Dia memunculkan bom waktu di tangan kirinya lalu menyetel dua detik waktunya.
Mulut ular itu semakin lebar menganga dan itu kesempatan baik, segera Zai melemparkan bom di tangannya kedalam mulut ular. Lalu menjauh sejauh-jauhnya terbang dengan kecepatan maksimal.
Dua detik hening. Setelah itu ledakan besar mengguncang pegunungan rantai hitam. Ledakan itu melebar hingga beberapa kilo dan menyebabkan kegemparan di kota terdekat. Pegunungan rantai hitam berada diantara beberapa kota yang meliputi wilayah terlarang. Sebab terlalu banyak binatang buas yang tidak masuk akal kekuatannya ada disana.
Ular itu tidak memiliki bentuk yang sempurna lagi. Hanya beberapa potongan yang tersisa. Jika dia tidak memiliki kulit yang keras mungkin sudah menjadi abu. Dengan daya ledak yang membuat separuh gunung itu hilang.
[Selamat: Membunuh Ular setengah naga mendapatkan 5000 Poin penukaran, 1000 Poin peningkatan dan kotak 1 Gold]
[Selamat, Membunuh 10 Badak cula tiga mendapatkan 10000 Poin penukaran, 2000 Poin peningkatan]
[Selamat: membunuh] Satu persatu banyak ucapan selamat dari sistem.
[Selamat. Tuan rumah naik tingkat, Tingkat Bumi tahap puncak]
[Selamat, Tuan rumah naik satu ranah, Raja Bumi tahap awal]
[Selamat, tuan rumah mendapatkan dua kotak hadiah misteri karna naik tingkat]
"Apakah tuan ingin membuka semua hadiah?" Laila datang dan bertanya.
"Buka saja semuanya!" Kata Zai memerintahkan. Dia duduk bersila dibalik cadas yang menjorok keluar.
[Selamat : kotak misteri terbuka, tuan mendapatkan item baju pusaka dewa matahari]
[Selamat: kotak misteri terbuka, tuan mendapatkan teknik formasi]
[Selamat: kotak misteri terbuka, tuan mendapatkan gelar Bangsawan dunia]
__ADS_1
[Selamat, kotak Gold terbuka, tuan mendapatkan kapal terbang]
[Selamat, kotak Gold terbuka, tuan mendapatkan item roda reinkarnasi]
"Sangat puas. Ini sangat luar biasa Laila, aku merasakan peningkatan pada tubuhku yang signifikan" ucap Zai seraya tersenyum.
"Tampilkan statusku!" Tambahnya
"Status ditampilkan" ucap Laila
[Ting…]
[Tuan rumah: Zaidul Akbar]
[Level: Ranah Raja Bumi tahap awal]
[Poin tukar: 52000 poin]
[Teknik: Teknik naga melahap matahari, Pemahaman 100%: Jari dewa matahari, Pemahaman 20%]
[Senjata: Pedang Dewa Matahari: Pengendalian 70%]
[Poin Peningkatan: 1000/50000]
[Kondisi: Sehat]
[Misi: Membantu putra mahkota naik tahta]
[Inventori : Semua keperluan tuan rumah]
"Kita kembali ke kediaman Raja Qin!"
"Baik tuan muda" Laila segera melambaikan tangannya.
Keduanya muncul dalam kamar, dimana mereka sebelumnya berada. Setelah Zai membersihkan diri dan berganti pakaian dan Laila juga tampil cantik dengan cadar yang menutupi sebagian wajahnya. Namun hal itu malah menambah kesan kecantikannya.
Keduanya berjalan di lorong kediaman yang cukup luas, berbicara namun tidak ada candaan yang tercipta.
Wush! Sebuah anak panah melesat menuju Zai. Tentu Zai menghindar karena sudah melihatnya dengan jelas, anak panah itu menancap di dinding. Ada sesuatu yang menggulung disana. Zai mengambil gulungan itu dan membukanya.
__ADS_1
"Ada yang mengundang, tentu aku akan datang!" Ucap Zai. "Laila! Kau mau ikut atau tetap berada di kediaman raja Qin?" Zai bertanya seraya menatap Laila yang tengah memandang langit.
"Aku tinggal disini saja, ingin menikmati dunia ini" sahut Laila.
"Baiklah, hati-hati. Jika ada hal yang memerlukan bantuan, panggil aku!" Kata Zai, seolah dia bisa menjaga Laila dengan kekuatannya.
Laila hanya terkekeh. "Pergilah. Kau harus memikirkan keselamatanmu, jika ada sesuatu yang tak bisa tuan muda lakukan sendiri. Gunakan sistem sesuai keperluan" pesan Laila.
"Tentu!" Ucap Zai, setelah itu dia terbang dan layar biru di depannya muncul untuk menggunakan gps yang selalu bisa dipakai dimanapun dan kapanpun.
Tak berselang lama. Zai menemukan sebuah resto. Dimana mereka akan mengadakan pertemuan.
Sesampainya disana. Resto itu kosong tanpa adanya pengunjung. Penjaga menghentikan langkah Zai. Namun Zai menunjukan sebuah gulungan berwarna emas. Tentu penjaga paham. Mereka segera mengarahkan Zai menuju tempat perjamuan.
Zai memindai tempat itu. Dia mendapati banyak pasukan yang berjaga dari ranah inti energi hingga ranah bumi tahap puncak. Berkamuflase di dinding dengan teknik dan keahlian masing-masing. Tapi Zai tidak menunjukan jejak ketakutan ataupun kegugupan. Dia berjalan sebagaimana mestinya dia ingin berjalan.
Ketika dua belokan terlewatkan. Zai dapat melihat ada sebuah ruangan khusus. Mungkin memang sudah dipersiapkan secara matang.
"Masuklah, yang mulia pangeran sudah menunggu!" Katanya berseru mendorong pintu.
"Hmm" Zai memberikan anggukan kepalanya. Lalu berjalan memasuki ruangan itu. Penjaga yang mengantarnya langsung menutup pintu.
Ada beberapa orang yang ada disana selain seorang lelaki berpakaian bangsawan dengan mahkota kecil di kepalanya yang menjadi pertanda bahwa dia seorang pangeran kekaisaran. Orang itu bertepuk tangan dua kali. Ada beberapa wanita lagi masuk dengan pakaian minim kain. Siapapun akan tergoda dengan kemolekan mereka. Menurut Kang Lai
Ada juga musik yang dilantunkan sebagai iringan.
Tapi Zai tidak menunjukan reaksi apa-apa, bukan dia tidak menyukai wanita. Namun ada sepuluh wanita yang dimilikinya jauh lebih cantik dari wanita yang ada sekarang, menari, menonjolkan sisi keindahan yang dipandang biasa oleh Zai.
"Silahkan duduk!" Kata Kang Lai mengulurkan tangan yang terarah ke kursi.
"Kursi yang sangat nyaman" ucap Zai.
"Haha. Kamu pandai memuji, memang kursi itu khusus dibuat untuk seseorang yang terhormat dengan kualitas yang baik dan terjamin mutunya" kata Kang Lai.
Seorang wanita datang membawa nampan berisi makanan khusus santai dengan teh melati yang cukup wangi.
"Terima kasih" kata Zai.
Wanita itu mengangguk dan mengedipkan matanya lalu berdiri di belakang Zai. Kemudian mengulurkan tangannya. "Aku akan memberikan pijatan kepada tuan muda. Pijatan yang tak mungkin bisa dilupakan untuk seumur hidup" ucap wanita itu.
__ADS_1
"Maaf, aku tidak pernah dipijat wanita yang sudah tidak perawan!" Kata Zai terdengar menyakitkan. Membuat ketenangan sejenak di ruangan itu.
Tenang dan hening….