Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Selesai dengan mudah


__ADS_3

(Ding..... Tugas sampingan telah diselesaikan. selamat anda mendapat tambahan tiga Poin Sistem)


Ibu itu mengejar Zai yang ingin masuk ke Mobilnya. "Tunggu! Kamu seperti orang yang nolong aku deh, waktu aku mau dibegal dibanjarmasin dulu" Ucap Ibu itu yang sudah sedari Zai datang dia mencoba mengingat memorinya dan terpaksa mengobrak ngabrik otaknya untuk mengingat hal itu saja.


Zai terlihat berpikir untuk mengingat karna dia memang tidak ingat dengan wajah ibu ini, karna saat itu malam hari setelah dia mengingat dengan jelas baru dia berkata "Ah mungkin saja, Jadi ibu orang sini?" Tanya Zai dengan sedikit terkejut.


"Iya, ibu orang sini, Sebagai tanda terima kasih ku karna kau menolong ibu dua kali. aku ingin mentraktirmu makan, Bagaimana?"


"Ibu beruntung karna aku tidak ada jadwal sibuk hari ini, Dan aku tidak akan sungkan lagi" Ucapnya dengan senyuman yang bisa membius.


_


_


_


Mereka berdua sampai disebuah Resto di Jakarta selatan dan memarkirkan masing masing Mobil mereka Lalu memasukinya.


"Pesan saja apa yang ingin kau makan, tenang saja ibu yang akan traktir semuanya" Ucap ibu itu yang diketahui Namanya belakangan ini adalah Alena, Zai sebelumnya tidak membaca kartu nama yang pernah diberikan oleh Alena waktu itu, dia hanya menyimpannya biasa saja.


"Alangkah baiknya jika ibu yang memesankan makanan untukku" sahut Zai.


Pelayan yang berdiri disamping pun sedikit penat pada kakinya karna melihat mereka terlalu lama untuk memutuskan pesanan.


"Baiklah kalau begitu" Segera Sinta menyebutkan menu andalan yang ada di Resto itu. dan karna pesanannya cukup banyak, jadi mereka akan menunggu sedikit lebih lama. mengisi waktu menunggu makanan mereka pun berbincang seputar pekerjaan.


"Jadi ibu Alena adalah ketua ACCI (Asosiasi Cloud Computing Indonesia) Sungguh sangat pas sekali" Zai merasa beruntung karna dia ingin membangun perusahaan dibidang teknologi dan menemukan pakarnya


"Pas apa nih? Ibu tidak mengerti"


"Pas dan sangat kebetulan bahwa aku ingin membangun sebuah perusahaan di bidang teknologi, Jadi mohon bantuannya"


"Permisi" Suara pelayan menghentikan percakapan mereka, dan setelah pelayan menata makanannya mereka pun saling makan tanpa bicara,


Ada kalahnya Bu Alena bicara tapi Zai tidak menyahut, karna baginya bicara ketika makan itu tidak dapat menikmati makanan itu sendiri.


Setelah lewat beberapa menit dan mereka menyelesaikan makanny baru Zai menyahut apa yang ditanyakan oleh Bu Alena.

__ADS_1


"Untuk tempat, Asistenku sudah membeli sebuah gedung, jadi kami tinggal menyiapkan pralatan yang dibutuhkan serta merekrut kariyawan.


Pengen sih beli perusahaan yang sudah jadi da tinggal melajutkan dengan sedikit perubahan, Tapi setelah dipikir ulang, semua itu tidak membuatku mengalami dan menghargai sebuah proses nantinya"


"Pemikiranmu cukup matang untung seseorang seumuran kamu ini, Kamu mau gak ibu kenalin sama anak ibu, Dia cantik loh, Tapi dia sedikit kaku dengan laki laki" Ucap Bu Alena.


"Ah Bu Alena bercanda saja, Mana cocok aku dengan anak ibu-" Belum sempat selesai Zai berkata ponselnya sudah berbunyi Tapi dia tidak menjawab panggilan itu


"Aku yakin kamu cocok Nak" Ucap Bu Alena sambil tersenyum.


"Hahaha Nanti saja dipikirkan, Oh ya Bu, aku akan menjemput adik ku dulu disekolah, Maaf sekali tidak bisa menemani ibu lebih lama" Zai berkata sambil berdiri.


"Baiklah, Ibu juga ada kegiatan yang lainnya" Sahut Bu Alena dan mereka pun berpisah disana.


Bu Alena menuju kasir sedangkan Zai pergi ke parkiran.


...............


Zai tiba di parkiran Sekolah dan Menunggu Farhan didalam Mobil. "Hai sayang, Bagaimana kabar kalian" Zai memilih menghubungi Alisya dan Aisya lewat VC


"Iya nih, Aku juga! Pikiran ku sepertinya melayang gak bisa fokus" Imbuh Alisya.


"Kok bisa gitu?" Zai pura pura saja tidak mengerti.


"Jangan pura pura Poloslah, Pikiran dan hati kita ini kan ada dikamu sayang" Ucap Alisya lagi.


"Bener tu apa yang di katakan Maduku sayang, Kapan kamu ada waktu pulang, Tubuh kami rasanya lemes ga ada gairah" Aisya mulai meracau bicaranya.


"Aku lagi mau bikin satu perusahaan untuk skala internasional, jadi butuh waktu yang cukup banyak, Jika kalian rindu, tolong tahan sebentar aja" Sahut Zai dengan senyuman "Udah dulu Ya, Adik ku udah keluar dari sekolahnya" Zai mengarahkan kamera belakangnya ke arah Farhan yang berjalan menuju Mobilnya hingga Farhan masuk.


"Hai adik tampan!" Ucap mereka bersamaan.


"Siapa Kak?" Farhan yang pemalu bertanya kepada Zai tanpa menyahut ucapan dua wanita itu.


"Mereka Kakak iparmu Lo"


Farhan langsung terperangan mendengar kalimat itu, sederhana saja. tapi ngena dihati. 'Ipar, Dua lagi! Ternyata Kakak ku ini juga playboy cap ikan asin' "Aku Farhan!" Sahutnya singkat lalu menunduk malu.

__ADS_1


"Sayang, Adikmu sangat pemalu sekali, Jangan kau ajarin sesuatu yang jahat kepadanya" Ucap Aisya.


"Oke sayang, Kalian tenang saja, Dadah.." Zai segera memutuskan VC nya setelah mereka berdua melambaikan tangan dihadapan kamera.


"Apakah kamu ada tujuan mau kemana?" Zai bertanya kepada Farhan sekaligus dia membanting setir untuk putar balik.


"Tidak ada Kak, Kita pulang saja, Kasian Nenek nungguin" Sahutnya lalu dia melihat pemandangan diluar melalui jendela disisinya.


"Kak, Sepertinya itu Bella, Tolongin Kak" Farhan dari kejauhan melihat orang yang nampak mirip dengan Bella sedang mendorong Motornya, Sangat kasian.


"Bell!" Farhan memanggil, Dia tak terlalu malu lagi dengan Bella karna dikelas mereka cukup berbincang banyak hingga dia merasa lebih dekat.


Bella merasa namanya dipanggil langsung Menoleh "Iya Han! ada apa?"


"Motormu mogok Bel?" Farhan segera bertanya.


"Iya nih, bengkel jauh lagi dari sini" Sahut Bella menyeka keringatnya.


"Tinggal aja Motormu di Pos jaga, Kami akan mengantarmu pulang bagaimana?" Farhan meskipun sedikit malu, Tapi menolong teman tetap dia prioritaskan.


"Baiklah kalau gak ngerepotin, Tunggu dulu ya. aku mau kasih tau Pak Sukri (Satpam) dulu"


Setelah berpesan dengan Satpam, Bella langsung masuk ke pintu belakang "Rumahmu ke arah mana?" Giliran Zai yang bertanya.


Bella pun segera mengatakannya dan Zai mengingat apa yang disebutkan oleh Bella.


"Kak! Boleh Gak mampir sebentar dicafe?"


"Mau ngapain, Jangan bilang-" Belum selesai Zai berkata, Farhan sudah menerkam dia dengan menyumpal mulut Zai dengan kedua tangannya.


"Bahaya tau," Ucap Zai kesal, karna mereka masih dijalan dan pandangannya terbatas.


"Maafkan aku Kak" Dengan sedikit berkaca kaca matanya, Farhan berkata maaf dan menunuduk.


Sedangkan Bella menutup telinganya denhan headset jadi dia tak mendengar dua orang yang sepertinya akan berdebat.


"Oke, Demi adik Kakak ini" Zai mengusap kepala Farhan dengan kasih sayang. dia sangat menyayangi Farhan lebih sekedar adik angkat belaka..

__ADS_1


__ADS_2