
Orang yang berada di belakang Kang Jun meneguk ludahnya ketika melihat pertandingan yang tak berjalan sesuai bayangan semua orang. Bahkan sebelumnya dia meremehkan pemuda itu. Pemuda yang tak memancarkan aura spiritual sedikitpun.
"Bagaimana menurutmu Long Jiu?" Tanya Kang Jun menoleh ke belakang "apakah kau bisa mengalahkannya?" Tambahnya.
"Aku tidak yakin pangeran. Sepertinya pemuda itu memang sangat kuat, dan aku yakin dia tidak berasal dari kekaisaran ini. Tidak aku menemukan ada orang yang seperti dia selama aku mengembara di kekaisaran Kanggo ini. Bahkan pakaiannya begitu aneh" kata Long Jiu
"Lantas apa yang harus aku lakukan. Jika begini. Dapat dipastikan Kang Hong yang akan menjadi pemenangnya" kata Kang Jun dengan kekhawatirannya.
Sedangkan dibangku yang didudukinya. Kang Lai begitu gelisah. Ingin dia menghentikan pertarungan itu. Akan tetapi itu adalah pertarungan hidup dan mati yang sudah disepakati.
Bahkan penonton kini berpaling dan memberikan tepuk tangan untuk pemuda yang sebelumnya mereka remehkan. Tak disangka memang perubahan hati manusia. Hanya Sedikit sentilan akan terbalik.
"Aku akan memberikanmu kesempatan untuk hidup pak tua, jika kau merangkak keluar dari arena ini maka kau bebas" kata Zai.
Zhong Gong merasakan wajahnya sangat panas. Dia sangat malu dengan kenyataan hidup. Terlalu tinggi dia meninggikan dirinya dan pada akhirnya dia dikalahkan oleh seorang pemuda yang tanpa jeda memukulnya. Bahkan untuk membalas saja tak bisa. Sebenarnya apa yang salah dari dirinya. Ataukah memang pemuda itu yang terlalu kuat hingga dia dibuat babak belur dengan pukulan fisik saja. Semua Qi miliknya tertutup dan tak bisa dikeluarkan.
Sebagian ada yang mengeluh karena pertandingan terasa membosankan, sangat membosankan.
Pada awalnya mereka berpikiran akan mendapat tontonan yang menarik dari perebutan tahta itu. Namun kuda hitam yang mereka tidak anggap menjadi pembeda suasana.
Zhong Gong yang diberikan kesempatan mulai merangkak. Dia berkecil hati karena keinginannya untuk hidup. Namun sebuah pedang melayang ke arahnya dan langsung menembus kepalanya.
Kang Lai yang melakukan itu. Teriakan pun segera menggema. "Maaf jika aku harus melakukannya. Sebab pertandingan ini adalah pertandingan hidup dan mati. Dan salah satu harus ada yang mati di arena sebagai pengorbanan untuk leluhur yang berjuang" ucapnya.
Semua orang jelas memahami bahwa ucapan itu hanyalah omong kosong. Karena tak ingin menanggung malu. Untuk sedikit mengurangi terpaksa dia membunuh Zhong Gong.
__ADS_1
"Pemenangnya adalah Perwakilan pangeran Kang Hong!" Teriak Keng Siong. Setelah itu dia bertanya kepada Zai. "Anak muda! Apakah kau masih bisa lanjut?"
Zai hanya mengangguk saja, lalu Keng Siong menatap pangeran Kang Jun.
Kang Jun jelas paham dan dia menyuruh bawahannya untuk maju. Terlihat keenganan diwajah orang itu, tapi dia tetap melompat ke arena.
"Mohon bimbingannya!" Kata Long Jiu. Dia tidak akan meremehkan lagi pemuda itu setelah apa yang telah ditampilkannya.
Kesalahan Zhong Gong adalah sedari awal meremehkan lawan. Merasa diri hebat. Wajar memang! Dengan tingkatan ranah raja bumi tahap awal. Memang pantas untuk sombong di hadapan seorang pemuda yang tidak memancarkan Qi atau aura spiritual.
Zai tersenyum. "Meskipun kau sedikit lebih lemah dibandingkan dia dalam segi kekuatan" tunjuk Zai ke arah mayat Zhong Gong "tapi kau lebih perhitungan dan itu mungkin bisa menyelamatkanmu" kata Zai. Dia berbicara blak-blakan tanpa ada yang ditutup-tutupi
Mungkin dalam hal tingkatan Zhong Gong dan Long Jiu berada sama. Tapi dalam hal kekuatan Long Jiu akan kalah. Namun yang dibutuhkan oleh seorang kultivator bukan hanya tentang ranah tingkatan. Kekuatan tapi juga otak yang pintar, yang lebih bisa memahami situasi dan kondisi.
"Kau cukup mengetahui. Jika boleh aku tau? Berada di tingkatan mana ranahmu sekarang?" Tanya Long Jiu dengan sopan.
Long Jiu tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia tanpa sadar mundur. Semua orang bingung dengan hal itu. Tidak ada serangan yang dilakukan oleh pemuda itu. Akan tetapi mengapa Long Jiu mundur. Pikir semua orang. Kecuali Laila.
Ada sedikit darah yang keluar dari mulutnya dan Zai menarik niat membunuh dan menutup tingkatan kultivasinya.
"Maafkan aku senior. Aku mengaku kalah!" Ucap Long Jiu yang langsung menggemparkan penonton.
"Apa yang terjadi?" Hampir semua orang bertanya kepada orang yang berada disamping mereka.
Namun tidak ada yang dapat menjawab pertanyaan itu. Karena semua pun bingung mau menjawab apa.
__ADS_1
Kaisar dapat merasakan sebentar niat membunuh itu. Dia seakan tercekik dan hampir tersedak nafasnya. Jika bukan karena Kang Kong yang menyadarkan. Mungkin kaisar akan mati terkejut.
"Ada apa denganmu tuan?" Tanya Kong seraya mengambilkan gelas berisi teh hangat melati.
"Aku merasakannya" ucap Kang Zhiyun
"Merasakan apa tuan? Aku penasaran!" Kata Kong lagi.
"Kekuatannya yang bocor dan niat membunuh itu begitu luar biasa" kata kaisar Kang Zhiyun.
Sedangkan Kang Jun sungguh tidak percaya dengan ucapan Long Jiu. "Apa yang kau katakan Long, kau membuatku malu!" Teriaknya. "Cepat lawan dia dan hancurkan!"
"Maaf pangeran, aku juga mengundurkan diri dari pekerjaanku denganmu" jawab Long Jiu. "Bisakah tuan melindungiku" pintanya kepada Zai yang tersenyum melihat hal itu.
"Tentu!" Sahut Zai. "Kau bisa datang ke tempat pangeran Kang Hong!" Katanya lagi.
Sungguh aneh. Tapi penonton tetap memberikan tepuk tangan serta suara riuh yang mendukung kemenangan Zai. Keng Siong sendiri bingung. Baru kali ini dia menemukan pertandingan yang berakhir seperti ini.
Wajah Kang Jun memerah marah. Mendengar siapa pemenangnya. Dia tentu tidak terima dan naik ke atas arena. "Ayah!" Dia memanggil Kang Zhiyun dan menatap ke arah singgasana. Dimana disana sang kaisar Kanggo duduk. "Aku ingin pertarungan antara pangeran. Sebab kekuatan calon kaisar akan lebih meyakinkan daripada pertarungan sebelumnya. Aku tidak terima seorang yang lemah menjadi pemimpin dan menduduki tahta!" Kata Kang Jun. Kang Lai juga melompat ke arena.
"Adik Jun benar ayah! Seorang kaisar harus memiliki kekuatan yang mumpuni. Untuk melindungi rakyat. Bagaimana jika ada yang mengganggu kekaisaran kita suatu saat nanti. Ketika ada yang membocorkan informasi bahwa kaisar yang dimiliki kekaisaran Kanggo sangat lemah. Bahkan hanya berada ranah inti energi" tatap Kang Lai kepada Kang Hong.
Kang Hong berdiri dari tempatnya dan berjalan dengan santai ke arah arena. Hal itu sangat mendebarkan hati siapa saja.
Ketika Kang Hong sudah berada di arena. Kang Lai segera berkata. "Apakah kau ingin ikut bertanding?" Tanya Kang Lai dengan dingin.
__ADS_1
"Oh tentu saja Kakak, dia juga memiliki hak untuk itu" ucap Kang Jun mengedipkan matanya.
Kang Lai tentu paham. Dia segera berkata. "Baiklah jika kau ingin ikut. Tentu pertarungan ini tidak akan membuat salah satu dari kita mati" ucapnya dengan keyakinan diri