
Di tengah tatapan semua orang yang ada di resto itu. Zai menaruh tangannya pada pergelangan kaki Ricky. Bocah berumur enam tahun itu.
Dengan mata emas yang dia miliki. Dia melihat tulang yang sedikit melebar pada bagian bawah lutut dan dia perlu memijat kaki itu agar bisa sesuai seperti seharusnya dan Ricky akan berjalan normal seperti anak seusianya.
Dengan mengalirkan Qi di telapak tangannya. Zai perlahan melenturkan tulang bagian dalam pada kaki Ricky hingga merata seperti tulang manusia pada umumnya.
Tidak ada hal menakjubkan yang terjadi seperti yang orang lain perkirakan. Mereka ingin melihat sebuah keajaiban dalam bentuk yang luar biasa. Tapi yang mereka lihat hanya seseorang yang memijat kaki. Itu hal yang sangat biasa yang sering ditemukan di tempat pijat. Sebagian orang yang melihat kebosanan itu pergi sebelum Zai mengakhiri pijatannya.
"Sudah!" Kata Zai, dia tersenyum manis kepada bocah kecil itu. Lalu pergi meninggalkan resto itu.
[Ting.. selamat, tuan rumah mendapatkan Restoran The Consulate]
Zai Menghentikan langkahnya mendengar notifikasi itu. Jika dia mendapatkannya berarti misi itu telah selesai.
The Consulate adalah Resto yang cukup bagus dalam segi penampilan. Pelayanan dan terlebih lagi sekarang Zai berada disana.
Ricky yang merasakan tidak terjadi apapun perubahan pada kakinya. Hanya rasa hangat yang mengalir di antara tulangnya. Itu saja, tidak lebih. Dia menginjakan kakinya dan berjalan menarik tangan ibunya untuk pulang.
Namun sang ibu berteriak semangat bahagia. Karena melihat anaknya berjalan dengan normal. "Anakku! Kakimu sembuh!" Ucapnya memeluk Ricky sang putra sulung yang disayanginya.
Beberapa orang yang telah berlalu segera kembali ketika mendengar teriakan ibu itu. Dan ingin memastikan kebenarannya. Sebab sebelumnya mereka telah mengetahui dan melihat sendiri bagaimana anak itu berjalan.
Keterkejutan terlihat dari mata mereka. Tidak ada yang menyangka kebenaran dan kehebatan pemuda yang entah datang dari antah berantah mana.
"Iya bu. Kakiku sembuh. Mana Kakak yang menolongku tadi?" Tanya Ricky dengan bulir air mata bahagia. Dia menangis sedu. Tidak sedikitpun terbayangkan olehnya dapat berjalan normal. Dia sudah pasrah ketika mengetahui kakinya tidak bisa berjalan sempurna. Begitu pula dengan ibunya. Namun hari ini keajaiban itu datang dengan tidak disangka-sangka.
__ADS_1
"Dia ada disana Nak. Cepat sapa dia!" Ibunya menunjuk Zai yang tengah berjalan menuju sebuah meja.
Segera Ricky berlari cukup cepat dan menghampiri Zai yang sudah duduk dengan Laila yang masih setia menunggunya.
"Selamat. Kamu mendapatkan Restoran ini" ucap Laila. Dia menghilangkan kata Tuan. Sebab berada di khalayak ramai. Laila tersenyum kepada bocah yang berlari menuju tempat mereka.
Para pengunjung pun berbondong-bondong untuk mendekati. Ada yang langsung berkata "Nak. Tanganmu sangat ajaib. Apakah bisa menyembuhkan kakiku yang sudah lama lumpuh ini?" Seorang lelaki paruh baya duduk di kursi roda dengan seorang wanita muda yang menemaninya.
Zai melihat kearah lelaki itu seraya tangannya mengusap kepala Ricky. "Kakak ada urusan. Jika kamu ingin mencari Kakak. Datanglah ketempat ini lagi nanti" kata Zai bicara kepada Ricky.
Ricky mengangguk dan berkata "terima kasih Kak. Semoga kau selalu diberi berkah kesehatan" ucapnya dengan lancar tanpa terbata. Setelah itu dia berlari lagi mendatangi ibunya. Dia merasakan kaki yang sangat kuat hingga bisa berlari cepat.
Semua orang melihat itu juga bergembira. Sebagian yang lainnya yang memiliki penyakit, segera meminta konsultasi ditempat. Namun Zai mengangkat tangannya dan berkata "maaf. Aku bukan dokter. Sebelumnya aku tau kalian meremehkanku. Akan tetapi setelah melihat kemampuanku. Kalian baru berpikir untuk minta pertolongan dariku" Zai menolak mereka.
Semua orang diam dan tempat di sekitar mereka hening sejenak.
"Tapi aku akan memberikan satu orang dari kalian kesempatan sekali saja" kata Zai. Meski pikirannya menolak. Tapi hatinya masih menerima kemaafan. "Namun aku hanya akan memeriksa lima orang saja. Sebab aku ada kesibukan" segera setelah kalimat itu diselesaikan. Semua orang yang berjalan cukup jauh kembali dengan berdesakan.
Manajer resto tercengang melihat sesuatu. Dia segera keluar dari ruangannya dan berjalan cepat, lalu melangkah menuju tempat orang yang ada di photo ponselnya.
"Maaf permisi!" Tangannya membelah keramaian. Dia tahu bahwa orang yang di photo itu adalah orang yang sama dengan pemilik dari Resto yang sekarang dia bekerja disana.
Sebagian orang yang tahu bahwa itu adalah manajer, segera membuka jalan. Manajer itu masuk dan menyapa pemuda itu. "Pak Zai. Bisakah anda pindah ke dalam. Aku sudah menyiapkan ruangan untuk anda" kata Manajer itu. Dia sangat sopan. Karena pada dasarnya dia adalah orang yang baik. Sangat cocok untuk menjadi pemimpin dalam sebuah perusahaan.
"Ada apa manajer? Biarkan dia disini, aku akan menjamunya sebagai tamuku" kata orang yang ada di kursi roda.
__ADS_1
Manajer langsung menoleh dan melihat siapa yang telah berbicara kepadanya. Seketika dia dibuat terkejut lagi.
"Pak Calvin. Senang bertemu dengan anda, tapi–" manajer itu menghentikan ucapanya karena mendapat deheman dari Zai.
"Antarkan aku ke ruangan itu" kata Zai seraya berdiri dan mengulurkan tangan kepada Laila yang segera bersambut.
"Permisi Pak Calvin. Saya akan mengantar Bos dulu" ucap Manajer itu dengan sebuah senyum dan rasa bersalah karena tidak bisa menyambut tamu yang super kaya itu.
Calvin hanya menganggukan kepalanya. Namun dia tetap meminta kepada cucunya untuk mendorong kursi roda dan mengikuti arah tujuan tiga orang itu.
Semua orang yang sebelumnya berkerumun terdiam di tempat seolah mereka mendapatkan hipnotis dan tak bisa mengendalikan diri. Hanya ketika Zai dan Laila menghilang dari tempat itu. Mereka baru tersadar.
"Eh kemana dokter ajaib tadi?" Salah satu bertanya. Namun tidak ada yang menjawab sebab semua orang memiliki wajah yang kebingungan.
Zai yang melakukan hal itu sebelumnya, jika dia tidak melakukan itu pasti akan terjadi kesulitan saat dia ingin berpindah tempat.
"Silahkan masuk Pak Zai. Maaf sebelumnya aku tidak tahu bahwa bapak adalah pemilik Resto ini, aku baru membuka pemberitahuan dari pusat bahwa bos lama sudah pensiun dan berganti dengan bos baru yang sangat muda. Dan photomu ada terlihat Pak!" Manajer itu begitu gembira. Tak pernah dia menduga akan bertemu dan dapat melayani langsung bos baru.
"Jangan terlalu formal. Sediakan saja minuman karena kita akan kedatangan tamu dua orang. Keluarkan pelayanan terbaik yang dimiliki oleh restoran!" Perintah Zai kepada manajer yang bernama Arthur itu.
"Baik Pak Zai. Saya akan segera menyiapkannya." Habis berbicara, Arthur keluar dari ruangan itu dan dia bertemu dengan pak Calvin dan juga wanita muda yang selalu setia menemani.
"Silahkan masuk Pak Calvin. Anda sudah ditunggu oleh Bos besar!" Kata Arthur.
'Bos? Bukankah pemiliknya adalah sahabatku. Dan dia tidak memiliki anak laki-laki. Ataukah dia menjualnya. Tapi kurasa itu tidak mungkin?!' Batin Calvin.....
__ADS_1