Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Masih 2


__ADS_3

"Jangan kau pikirkan terlalu dalam. Nanti akan membuatmu sakit" Ucap Zai yang langsung menarikan pintu kiri untuk Juli masuk. "Apakah Rendy dengan Mamamu?"


"Iya, Dia dengan Mama" Juli menjawab setelah Zai duduk disebelahnya. tepatnya dikursi kemudi. Setelah itu dia berpikir cukup lama.


"Apa yang kau pikirkan lagi?" Tanya Zai dengan bingung sembari mengemudikan Mobil Calya milik Ayah mertuanya.


"Apa kau serius melamarku?" Tanya Juli dengan wajah serius. Dia takut Zai hanya berpura-pura juga. karna setatusnya hanya lelaki sewaan lagi.


"Ha-ha-ha" Zai tertawa cukup nyaring lalu menepikan mobil itu dan memindahkan tuas transmisi ke netral, Kemudian memandang Juli dengan lekat. "Apakah kau melihat kepura-puraan di wajahku Jul?" Zai meraih tangan Juli dan mengusap dengan telapak tangannya.


"Aku hanya ingin meyakinkan hatiku. bahwa hati ini tidak salah menganggap Zai! Tapi jika kau mau denganku yang janda ini. aku tentu sangat senang!" ucapnya, Juli mendekatkankan wajahnya dan bibir merah muda terbuka dengan menggoda. Dengan memiringkan sedikit kepalanya dia menarik bibir Zai dengan bibirnya dan cumbuan mereka bertahan hingga kurang lebih satu menit lamanya.


"Terima kasih sudah mau menerimaku" ucap Juli tersenyum malu.


"Juli! tatap mataku dengan lebih dalam. dan jangan anggap perkataanku ini bercanda!! sebenarnya aku memiliki beberapa wanita, Jadi aku yang harusnya bersyukur jika kau bisa menerimaku" Ucapnya sambil membelai rambut Juli dan dia kembali berkata.


Wajah Juli langsung berubah menjadi lebih serius dia semakin dalam menatap mata pemuda dihadapannya hanya untuk lebih meyakinkan hatinya. 'Mampukah aku berbagi kasih?' Hatinya kini dilema memikirkan hal itu. Ketika dia memejamkan mata sebentar dan memikirkannya lebih lama dia pun berkata "Aku akan menerimanya. dengan Syarat kau bisa adil dalam pembagian Nafkah bathin dan perhatian. Aku tau kau tidak akan kekurangan uang. Maka dari itu aku hanya meminta syarat itu saja, bisakan?" Tanya Juli


"Tentu! Meskipun aku banyak memiliki wanita. tidak berarti perhatian dan nafkah bathin kepadamu atau yang lainnya akan berkurang. kapanpun jika kau mau aku akan bersedia. Aku akan membuat rumah yang besar nanti dan mengumpulkan kalian bersama" Ucapnya tersenyum.

__ADS_1


"Aku senang mendengarnya" Sahut Juli memeluk Zai.


"Jika kau pulang datanglah ke Sky Paviliun di lantai 22. Disana ada seseorang yang akan menyambutmu. Katakan padanya siapa dirimu sebenarnya. dan usahakan jangan bertengkar Ya!" Pinta Zai, Setelahnya dia menjulurkan lidah di telinga Juli. membuat Juli mengingat kembali kenangan bersama Zai selama sehari semalaman itu. Hawa panas ditubuhnya meningkat. "Kita lebih baik kerumah kamu, Lihat kondisi! kita masih ditepi jalan" tambah Zai membuat Juli cemberut dan memonyongkan bibirnya kedepan.


"Padahal aku sudah basah" Sungutnya. Zai tertawa tapi tidak berbicara lagi. dia memindahkan tuas transmisi dan melajukan Mobil kembali sambil melirik paha Juli yang gerak-gerak menahan gatal dan gemericik air yang mengalir.


..............


Satu sosok membawa map berjalan ke salah satu ruangan yang ada di dalam rumah besar itu. Terlihat seorang lelaki menunggu, duduk dengan santai sambil menyesap rokok besar yang ada dimulutnya.


Pintu berderit terbuka. satu sosok yang membawa Map itu masuk dengan langkah jauh. dengan tinggi badan yang hampir mencapai dua meter itu membungkuk dan memberikan Map ditanganya. "Hampir semuanya ada disini. Mungkin masih ada yang lain tapi tidak terlalu jelas" ucap sosok itu dengan tenang. dia berdiri tegak sekarang menunggu perintah selanjutnya.


"Baik tuan Tua!" Sahut lelaki itu dan dua mundur perlahan dan menghilang dari Pandangan Jecky.


"Aku tau kamu memang berbeda dari pemuda kebanyakan" gumamnya sambil tersenyum.


............


Sebuah Mobil keluar dari Rumah mewah yang kini di intai oleh beberapa orang dari Rumah kosong diseberangnya.. Mobil itu dikemudikan oleh seorang wanita yang cantik.

__ADS_1


"Salah satu dari kalian, ikuti Mobil itu!" Perintah Sadam yang duduk santai dengan teropong didekatnya.


"Baik Ketua!" sahut salah seorang yang langsung bergegas meluncur dari lantai tiga rumah kosong itu dengan memakai selungsuran anak-anak dan berlari memasuki Mobil. segera dia menghilang.


"Mengapa tuan muda tidak langsung menyuruh kita membunuh orang-orang yang ada di Rumah besar itu? Dengan kita sekarang! Aku yakin kita dapat mengalahkan mereka dan mengambil alih Kekuasan Bawah tanah" Ucap Bawi yang kini berada disamping Sadam yang terus memperhatikan tempat yang diintainya.


"Memang bisa, tapi Tuan Muda tidak ingin terburu-buru. Yang dia inginkan adalah informasi tentang lawannya, Sebanyak-banyaknya. dan siapa teman dari lawan juga adalah musuh yang harus diketahui siapa" sahut Sadam. "Ini orang yang pernah berkunjung ke Kediaman itu juga sebelumnya. Apa kau tau siapa dia?" Dia bertanya tapi tatapannya masih fokus ke arah sosok tua yang masuk kedalam rumah mewah itu.


"Aku sedikit tau tentangnya... Dia adalah sosok hebat yang tidak terkenal dikalangan bawah. tapi dia terkenal dikalangan atas sebagai kultivator terkuat saat ini. Dia adalah saudara angkat dari Bram. Namanya Jing Wei! kalau tidak salah" Sahut Bawi.


"Kau harus mencatat informasi ini. Nama dan orangnya harus jelas. agar tuan Muda puas dengan kinerja kita." ucap Sadam lagi.


"Aku akan menyuruh orang untuk menunggunya didepan dan mengambil photonya lebih dekat." ucap Bawai. lalu memandang ke arah Ucup. "Cup. Kau taukan apa yang harus kau lakukan?" Tanya Bawi.


"Tentu aku faham, Aku akan keluar dulu" Kata Ucup


.............


Tidak seberapa lama. Zai sampai dihalaman rumah Juli. lebih tepatnya milik orang tuanya. tidak terlalu besar, hanya seperti rumah kontrakan biasa. dan juga halaman yang tidak luas membuat Mobil yang dikendarainya harus memakan jalan untuk parkir.

__ADS_1


Juli menekan Bel. hingga beberapa saat Rianti membukakan pintu rumah dengan senang hati lalu berkata dengan menatap Zai. "Terima kasih atas Mobilnya. itu pasti sangat mahal. ayo duduk Nak" ucao Rianti memanjakan Zai. Dia baru saja mengaploed video tentang dia naik kedalam Mobil itu di salah satu akun media sosialnya. dan mendapatkan komentar dan like yang luar biasa banyaknya hal itu yang membuatnya begitu di perhatikan oleh ibu mertuanya...


__ADS_2