
Matahari yang meninggi tak dihiraukan panasnya. Setiap teriakan dari mulut manusia yang menggunakan serum kekuatan tak ada hentinya. Mereka, dua puluh orang pilihan yang benar-benar memiliki kriteria terbaik dalam tahap uji coba serum itu.
Serum yang didapat dari hasil menyatukan sel yang dimiliki oleh Zai dan akan dilakukan untuk melawan Zai sendiri. Jika Zai mengetahui hal ini. Pasti dia akan sangat marah kepada Ronald yang membiarkan Sel miliknya berkeliaran sampai ke amerika dan bahkan orang adalah yang pertama kali akan mencoba.
Setiap orang yang berteriak itu, memiliki kekuatan diatas rata-rata manusia biasa pada umumnya. Ditambah dengan serum kekuatan. Tubuh mereka pun dapat beradaptasi dengan baik. Terlihat dari tidak adanya efek samping yang dirasakan. Akan tetapi, mereka mendapatkan kekuatan yang didambakan. Sebab terlihat dari senyuman mereka yang mengembang.
"Apakah berhasil?" Tanya Brian yang kala itu datang. Melihat senyuman mereka. Tentu hatinya berbunga. Dia seolah mendapatkan durian runtuh bersama pohonnya dan segera bertanya dengan melipat kedua tangannya didada.
"Berhasil ketua! Aku merasakan kekuatan yang dahsyat mengalir di tubuhku, apakah ketua ingin merasakan serum kekuatan itu juga?" Salah satu orang kepercayan Brian menjawab. Dia tak ragu menanyakan hal itu. Sebab dia dan Brian sudah seperti saudara beda ibu dan bapak.
"Aku akan mencobanya kedalam. Kalian hadang jika pemuda itu datang. Aku yakin dengan kekuatan kalian sekarang. Pemuda itu hanyalah cacing tanah yang perlu dijadikan umpan ikan!" Katanya sangat percaya diri. Bagaimana tidak!? Jika semua harapannya terpenuhi. Semua manusia akan merasa tinggi hati. Apalagi jika memang basic hatinya sudah tinggi. Dia akan terus meninggi hingga tak bisa lagi dan mati.
"Baik ketua. Aku yakin! Jika kau mendapatkan serum itu. Maka kekuatanmu akan berkali-kali lipat meningkatnya" orang itu menyanjung Brian dengan sangat baik. Dia berdiri di samping pintu rumah kecil yang kini menjadi markas sementara mereka. Sebab markas besar telah dihancurkan oleh seseorang yang entah dari antah berantah mana dan mereka belum tau alasan pasti mengapa dia mengincar Black Devil. Sedangkan Geng Mafia lainnya masih santai-santai saja. Namun mereka harus mengungsi.
Jika orang lain atau anggota geng lain mengetahui hal ini. Mereka akan ditertawakan dan diejek karena tak bisa mengatasi satu orang saja. Akan tetapi jika yang mengejek itu tau kekuatan yang menyerang. Mungkin pula tidak akan memberikan ejekan.
Semua orang membuka Jalan untuk Brian, ketua mereka dalam pengujian serum kekuatan yang akan menjadikan Black Devil sangat jaya. Bahkan orang terkuat di kota itu akan dihancurkan. Sehingga dialah yang akan menjadi satu-satunya puncak kekuatan. Dengan Inc Group yang akan berada dibawah kendalinya. Semua masalah akan teratasi dengan mudah. Bukankah itu akan menjadi solusi masalah tanpa masalah?
Brian sangat yakin. Perusahan terbesar nomor tiga yang dimiliki oleh Tiger Wu akan tunduk kepadanya. Dengan pengaruh yang akan didapatkannya nanti. Akan tetapi, dia harus lebih dulu menyingkirkan orang yang dianggapnya cacing tanah itu.
__ADS_1
Langkah lebar menandakan Brian tak sabar memasuki alam yang dia inginkan. Yaitu kekuasaan mutlak untuk menundukan.
"Silahkan duduk pak Brian!" Pinta Billy. Ilmuwan tua yang keluarganya tersandera entah sampai kapan. Sebenarnya dia menyiapkan trik untuk Brian tanpa Brian sadari, itu karena kekesalannya. Dia sedikit merubah formula itu dan meningkatkannya ke tahap yang tidak bisa dijangkau oleh tubuh manusia biasa.
Segera Billy menyuntikan serum kekuatan itu kepada Brian yang memang sudah tidak sabar menunggu.
Tidak ada reaksi yang langsung terjadi dan hal itu mengejutkan. Sebab semua orang yang ada di luar langsung mendapatkannya ketika serum kekuatan itu disuntikkan.
"Bill! Apa kau mempermainkan aku? Mengapa aku tidak mendapatkan kekuatan itu?" Tanya Brian dengan marah menatap Billy. Kini dia berdiri dan menggunakan telunjuknya menunjuk Billy yang terlihat ketakutan.
"Apa kau bisa menjelaskannya?" Tanya Brian namun tidak menghilangkan pelototannya. Seolah-olah Billy bukan manusia tapi mangsa yang harus dimakan dan diperlakukan sesuka hatinya.
"Aku–" kalimat Billy terhenti ketika Brian mulai meringis kesakitan pada tubuhnya dan perlahan satu persatu pada bagian tubuhnya lemas. Seolah dia baru saja mengkonsumsi pil pelemas otot dengan dosis tinggi.
Waktu berlalu, setiap tarikan nafas rasa sakit itu kian meningkat, Brian berguling di lantai hingga sangat mengotori pakaiannya.
Billy tersenyum melihatnya dan berharap bahwa tubuh Brian tidak kuat menanggung dosis tinggi dan akhirnya meledak. Maka dapat dipastikan dia akan bebas, dia beserta keluarganya, tentunya dan itu memang yang dia harapkan. Meskipun dia sudah menguji sempurna. Namun dengan kadar yang jauh melebihi perkiraan. Keyakinannya mendekati tujuh puluh persen.
Namun sangat disayangkan. Itu adalah keberuntungan Brian. Dia malah mendapatkan kekuatan yang sangat besar. Tubuhnya dapat beradaptasi dengan sempurna. Seolah serum itu memang ditakdirkan untuknya.
__ADS_1
Setelah selesai dengan kejutan itu. Brian langsung berdiri dan menepuk pakaian kotor itu dengan telapak tangannya lalu meninggalkan Billy yang terlihat bingung.
Pintu berderit terbuka. Menampilkan sosok gagah yang kembali terlihat lebih muda dua puluh tahun dari usia sebelumnya. Dengan tampilan itu dia merasa kembali ke masa kejayaannya. Dan ada api semangat yang membawa dimatanya.
"Rayon! Ayo kita latih tanding!" Ajak Brian ketika melihat anak buah kepercayaannya.
"Baik ketua! Aku juga penasaran bagaimana kekuatan baru ini bekerja" kata Rayon. Dia bersiap dengan gerakan bela diri yang telah dipelajari semenjak kecil.
Sedangkan yang lainnya membuat lingkaran yang cukup luas. Brian tidak menggunakan gerakan bela diri sebab dia adalah petarung bebas.
Keduanya langsung bergerak sangat cepat. Dengan sebuah senyuman yang terbingkai dalam masing-masing wajah. Membuat suatu keharusan bahwa serangan itu akan sangat luar biasa.
Baam! Benar saja. Fluktuasi udara yang terhempas akibat peraduan tinju itu menghempaskan angin dan membuat salah seorang berjejer mundur. Jika bukan dia memiliki kekuatan yang sama dengan Rayon. Mungkin sudah akan terhempas jauh.
Rayon termundur lima langkah dan ada siring besar dari dua kakinya yang tercipta ketika serangan itu memaksanya dan mendorongnya dengan sejumlah kekuatan besar.
"Cukup Rayon! Aku sudah puas dengan kekuatan yang kudapatkan" kata Brian menghentikan dengan lambaian tangannya.
"Baik ketua. Terima kasih telah mengurangi serangan kepadaku. Jika tidak, aku akan mati!"
__ADS_1
"Jangan terlalu merendah. Aku tau dengan kekuatanmu sebelumnya. Jadi kau pimpin yang lainnya untuk sementara. Aku akan menghubungi Tiger Wu dan mencari informasi tentang orang itu"
Brian langsung pergi meninggalkan tempat itu. Sendirian menggunakan helikopter miliknya