Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Ada Musuh


__ADS_3

Setelah selesai membayar semua yang di beli di toko itu, Zai kembali ke mobil nya dan dia meluncur menuju Sky Paviliun,


Sesampai nya disana dia langsung memarkir kan mobil nya dan naik melalui lift khusus menuju lantai 22. Tempat tinggal Pribadi nya,


Alisya sudah menata rapi makanan di meja makan, Dia menoleh ke arah pintu ketika mendengar bunyi pintu terbuka "Sayang, Kau tepat waktu, Sini cepat duduk" Ucap nya lembut sambil menuangkan jus.


Zai mendekat dan langsung memeluk Alisya dari belakang tercium harum yang menggoda, Zai meletak kan telapak tangan nya di perut rata Alisya dan mengusap nya sebentar.


Lalu dia melepaskan pelukan nya, Satu tangan menyibak kan rambut nya kebelakang dan satu tangan merogoh saku mengambil kalung yang di buka nya dari bungkus kado sewaktu di mobil.


Kemudian memasangkan nya di leher jenjang Alisya. Terlihat sangat cantik secantik orang nya. "Apakah suka" Tanya Zai


Alisya menyentuh kalung itu lalu berpaling kemudian mendekat kan wajah nya. Disana dia berinisiatif untuk melabuh kan bibir merah nya. Dengan mata terpejam sambil memainkan lidah nya dan berbagi air liur.


Setelah semenit berlalu Alisya menarik wajah nya. Terlihat air liur yang tertarik mengikuti bibir nya dan menetes ke lantai.


Para semut pun mendatangi nya. Mengira berkah yang jatuh dari surga. Tak tau nya hanya air lengket biasa.


Zai merogoh saku nya kembali lalu memegang tangan kanan Alisya dan memasuk kan sebuah Cincin ke jari manis nya.


"Suka..." Ucap Zai sambil mengecup kening Alisya.


"Banget" Alisya tersenyum manis dan pipi nya sangat merah hari ini, dia sangat senang dan terkesan. Ini sebuah kejutan yang membahagiakan. "Duduk lah" Kata nya lagi


Zai menarik kursi lalu duduk dalam hati dia bertanya tanya dan pikiran nya menerka nerka tentang hal yang spesial yang akan di berikan oleh Alisya.


"Makan yang banyak, Aku sudah masakin yang spesial untuk mu"


'Makanan spesial, Apa jangan jangan hanya makanan yang spesial' Batin nya. Zai menaikan alis nya sebelah. Namun itu hanya sebentar takut nya Alisya curiga bahwa dia berpikir lebih tentang hal yang Spesial itu. 


Alisya tak tau apa yang di pikirkan oleh Zai dia dengan telaten mengambil kan Nasi dan menaruh nya di piring Zai. "Lauk nya Ayam atau ikan?"


"Ikan saja" Sahut nya singkat


Mereka pun makan dengan santai..

__ADS_1


"Kamu ada waktu Ga minggu nanti?" Tanya Alisya setelah menyelesaikan makan nya.


"Ada untuk kamu Al" Sahut Zai tersenyum lalu minum tiga tegukan lalu bertanya, "Ada apa memang nya?"


"Aku mau di temani pulang kampung, Udah lama gak pulang, Kangen kampung!" Ucap nya dengan tatapan mata penuh pengharapan.


Zai terlihat berpikir sejenak, Padahal dia tak memikirkan apapun, hanya menjahili Alisya saja. "Baiklah, Apa perlu banyak membawa hadiah untuk Camer (Calon Mertua) Sayang"


"Tidak perlu sayang, Tapi jangan bawa mobil yang kemarin ya. Soal nya jalan nya agak susah"


"Bisa di atur, Itu hanya masalah kecil" Jawab nya.


Setelah itu mereka berbincang agak lama. Entah apa yang di bicarakan kapan kapan saja Author jelaskan..


"Aku pergi dulu, Hati hati bekerja" Ucap nya lalu bangkit dan mencium kening Alisya sebentar kemudian melangkah ke arah pintu...


Zai kini berada dalam mobil nya lalu dia melajukan nya menuju Rumah Sakit Ansari Shaleh tapi sebelum itu dia mampir dulu di SPBU untuk mengisi BBM.


"Pertamax Turbo bang, Full" Ucap nya kepada kariyawan SPBU itu.


"Baru saja aku mau menelpon mu, Ternyata kamu sudah datang" Ucap Lina yang sudah bisa berdiri dan terlihat lebih segeran Saat melihat Zai datang.


"Ayo aku antar pulang" Ucap Zai menawarkan diri. "Mana Om dan Tante?" Tanya nya lagi.


"Ayah lagi mengurus surat kepulangan ku, Ibu mungkin dirumah menunggu"


"Kalau begitu tunggu Om datang dulu deh"


Beberapa menit menunggu, Ayah Lina pun datang "Ayo pulang, Eh ada Nak Zai, Kalau begitu ayah pulang sendiri. Nak Zai bisa kan antarkan Lina pulang?"


"Om tenang saja, Lina aman dengan Ku" Sahut nya.


"Baik lah. Om titip anak Om, Jaga dia baik baik" Ucap Pak Abdullah sambil menepuk sebetar bahu Zai, lalu berbalik pergi meninggalkan dua orang insan itu.


"Terdengar seperti menyerahkan seorang anak untuk di jaga oleh menantu" Ucap Zai.

__ADS_1


Lina juga menunduk malu, Tapi hati nya bahagia, kalimat itu sebagai dukungan untuk nya.


Tak terasa mereka sampai di mobil lalu Zai melajukan Mobil nya. Dengan raungan bahagia, Mengisi ruang sepi jalanan sore itu.


Seseorang di balik pohon memperhatikan Zai yang memasuki mobil bersama Lina dan memastikan bahwa dia memang target yang di cari seharian ini. Sambil terus memperhatikan photo Zai dan juga Phto Lina.


Meski pun ada sedikit keraguan, Karna seperti yang dia tau dari data yang di berikan oleh Klien nya, target hanyalah orang biasa yang hidup susah.


Dia mengambil telpon nya. Dan memanggil beberapa komplotan nya. Lalu mengatakan "Target sudah jalan, Seperti nya menuju rumah si cewek, Pastikan di tempat sepi Eksekusi, Dia membawa Mobil Lamborghini warna hijau" Ucap nya memberi informasi.


"Siap, Kami akan mengikuti dari belakang" Sahut orang di seberang sana.


Lalu mereka menghidup kan motor yang berjuluk raja jalanan, Setelah Mobil Lamborghini warna hijau lewat mereka pun bersiap.


Terlihat dua orang memakai motor dan Entah berapa orang yang ada di dalam mobil mengikuti Zai dan Lina yang tidak tau apa apa.


Zai melirik ke Spion hanya untuk melihat sesuatu yang ada di belakang, yang pasti bukan mantan. Beberapa kali melihat dia merasakan ada nya ke anehan karna orang yang ada di belang nya seperti mengikuti nya.


Tapi dia tak ambil pusing masalah itu, Dia berpikir, Tak mungkin orang akan melakukan kejahatan di jalanan kota yang ramai.


Zai terus melajukan Mobil nya hingga pada tempat sepi tertentu dua orang yang berboncengan pada satu motor, Menyelip di kanan dan memyenggol sedikit body Mobil Lamborghini. Hingga Zai membanting setir nya ke kiri sedikit untuk melepaskan tabrakan yang tidak perlu dan menginjak pedal rem.


Namun tiba tiba Braaaak.! Mobil Zai terdorong ke depan, Karna dari arah belakang mobil melaju dengan kencang menabrak Mobil nya.


Dua orang pemotor itu datang dengan niat membunuh, Tapi jika di lihat sekilas dia datang ingin membantu..


"Bagaimana keadaan mu Lin?" Tanya Zai dengan tenang.


"Aku baik saja, Seperti nya ini bukan kecelakaan biasa" Sahut Lina sambil mengusap kepala nya yang kejedot atap Mobil, Karna sebelum nya dia tak memakai sabuk pengaman, Jadi waktu mobil tertabrak dari belakang, Tubuh nya sedikit melenting..


Zai melihat dua orang itu mendekat, Dan mengetuk kaca mobil dan juga pura pura bertanya, Membuat nya jengkel. Sedangkal mobil yang menabrak nya langsung kabur.


Zai membuka pintu mobil nya, Lalu keluar dengan kaki kanan nya. Sebelum tubuh nya keluar dengan sempurna, Kilatan pisau tipis sepanjang tiga jengkal melayang menuju perut nya.


Zai tidak menyangka akan mendapat serangan mendadak dari salah satu dari mereka. Zai menangkap pisau itu dan menggenggam nya. Lalu dia menendang orang yang ingin menusuk nya dengan kaki kanan nya.

__ADS_1


Braaak... Orang itu terdorong mundur. Dan Zai berdiri dengan tangan yang masih menggenggam mata pisau. Terlihat darah menetes di sana...


__ADS_2