Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pagi yang Cerah 2


__ADS_3

Suasana dikamar Zai kini sudah senyap, Perlahan dia berdiri dan membuka pintu sedikit. Zai juga tak ingin Ferdinan mengetahui apa yang mereka berdua lakukan di dalam kamar.


Vera sudah pingsan terlentang setelah beberapa kali mencapai puncak. Dia tak sanggup lagi jika harus mencapai puncak untuk ke sekian kali nya.


Tapi Zai masih mempunyai tongkat yang belum mengerut, itu masih lah mengeras dengan ketebalan yang tak berkurang, Seolah itu belum terpakai sama sekali..


Dia pun menelpon Aisya dan mereka janjian bertemu di hotel terdekat..


Zai tanpa mandi langsung keluar dari kamar dan menutup rapat pintu kamar nya, kemudian menguncinya dari luar, Setelah itu dia memasukan kuncinya kedalam kamar melalui ventilasi dengan melempar nya.


Setelah memastikan bunyi kunci yang menyentuh lantai. Zai pun keluar dari rumah dan menancap gas mobil nya melaju dengan kecepatan.

__ADS_1


Zai masuk ke Hotel Jelita dan Cek-in, Dia mengambil kunci dan langsung menuju kamar nya setelah membayar hotel di awal. Zai melilitkan jaket di pinggangnya untuk menyamarkan tongkat sakti yang masih menjulang, Entah kenapa dia tak mengerti, Tongkat sakti nya tidak bisa berkompromi hari ini, Dia seakan sangat lapar..


Beberapa orang yang berpapasan dengan nya menatap heran ke arah pinggang Zai yang terlilit jaket, Mereka penasaran dengan lilitan jaket itu, Seperti ada sesuatu yang di tutupi. Tapi Zai tak menghiraukan mereka semua.


Zai hanya perlu masuk ke kamar yang di pesan nya dan melepas jaket serta celana yang mengekang tongkat sakti nya.


Zai langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Dia baru saja terpikir, Jika dia tidak mandi nanti nya Aisya akan curiga karna ada bau wanita di tubuh nya dan sesuatu yang lengket hampir merekat di tubuh nya.


Aisya memasuki kamar hotel yang tidak di kunci oleh Zai. dia melepaskan switer yang di pakai nya. dan melempar nya ke Sofa.


Dia mendengar gemericik air dari kamar mandi.

__ADS_1


Dengan ide nakal nya, Dia mendorong pintu kamar mandi dan langsung memasuki nya


"Kenapa punya mu sudah berdiri seperti itu sayang?" Tanya Aisya setelah berada berdua di dalam kamar mandi.


"Mungkin dia sudah tidak sabar ingin melahap mu" Sahut Zai sembarang saja, Dengan Skil menipu yang sudah terpasang otomatis, Aisya pun tidak menganggap Zai berbohong.


Dia menyentuh dan membelai tongkat sakti yang sudah siap beraksi. Tapi karna dia belum basah dia pun harus memainkan itu dulu. dia berjongkong dan mengulurkan lidah nya.


Zai merasakan sensasi yang menjalar pada tongkat nya. "Ini luar biasa, Kamu belajar dari mana sayang" Ucap Zai pelan sambil menikmati setiap sentuhan ujung lidah pada tongkat nya.


"Jangan di tertawakan ya, Aku mencari tau dari internet cara untuk menyenangkan Pria, Jadi aku belajar cara nya" Ucap nya dengan sedikit malu, Namun malu nya hanya sebentar saja, Dia melepaskan seluruh pakaian nya dan tidak menyisakan satu helai benang pun

__ADS_1


Pertarungan dua orang pun terjadi dengan sangat Intens. dan itu berlangsung hingga malam. Tapi tidak ada gempa bumi karna sekali lagi Zai meredam nya dengan bantuan sistem, Dia tak ingin orang lain kerepotan karna kenikmatan mereka yang mungkin saja didengar..


__ADS_2