Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Mama minta kamu temenin aku


__ADS_3

Jalanan kota Banjarmasin sudah mulai padat karna malam waktunya anak muda untuk pacaran, Banyak cafe dan tempat nongkrong yang dipadati oleh banyaknya muda mudi.


Bahkan ada juga orang yang membawa keluarga untuk santai sejenak mencari tempat ngopi sambil mendengarkan lagu merehatkan pikiran sejenak.


Mereka berdua, Zai dan Lina masih mencari tempat untuk mereka singgahi.


"Disitu aja Sayang" Lina segera menunjuk tempat yang terlihat bagus dan nyaman.


Zai segera nge-send kiri lalu mencari tempat untuk parkir.


Zai keluar dari mobil dan berputar lalu membukakan Pintu untuk orang yang terkasih.


Lina pun segera keluar dan langsung meraih lengan Zai dan melingkarkan nya disana. sedikit sentuhan kekenyalan yang terasa.


Zai dengan pelan menutup pintu mobil kembali lalu memasuki tempat tujuan.


Podang's Benua Anyar tempat yang banyak di kunjungi oleh pecinta Pizza tapi bukan hanya pizza yang disediakan di tempat itu, Ada berbagai menu dari makanan yang lainnya.


Mereka pun memesan apa yang mereka inginkan setelah menunggu beberapa saat makanan siap untuk di nikmati.


Tidak ada hal yang penting dari pembicaraan mereka


Dering ponsel terdengar dari dalam tas kecil milik Lina.


"Nak Kamu dimana?" Tanya Bu Faridah.

__ADS_1


"Aku sama Zai Ma, Apakah mama sudah pulang?" Lina balik bertanya.


"Mama dan ayahmu sepertinya tidak pulang, Nenekmu lagi sakit, Kamu hati-hati dirumah, Kalau kamu takut sendirian, Minta temenin saja sama Nak Zai"


"Baik Ma" telpon langsung berakhir dengan wajah Lina yang memerah.


"Kenapa kamu sayang?" Zai bertanya setelah memeperhatikan Wajah Lina seperti kepiting rebus.


"Ortuku tidak pulang, tapi dia minta kamu temenin aku, Kamu bisakan temenin aku dirumah nonton tv kan?"


Zai pura-pura terlihat berpikir setelah Lina mendesak dengan memberikan senyum terindahnya Zai pun mengangguk, "Habis kan saja dulu makannya!" Zai mengayunkan sendok kemulut Lina yang terlihat ingin berbicara.


Sesi makan pun berakhir tanpa ada pengganggu.


"Aku akan ganti baju dulu" Lina meminta Ijin sebentar.


Dua menit berlalu Lina datang membawa sesuatu dan langsung di hemparkan nya di lantai. Dia kembali lagi ke kamar dan keluar dengan membawa satu bantal.


"Kita disini saja, Kalau rebahan dikamar takut khilaf" Ucap Lina


"Tak apa sayang, Begini juga baik" Zai menyahut sembari merebahkan tubuhnya disamping Lina dengan satu bantal bersama.


Hingga beberapa saat tanpa bicara mereka tertidur..


.............

__ADS_1


Suara Kokokan Ayam terdengar nyaring menandakan malam sudah hampir berakhir.


Zai mengerjapkan matanya, Kemudian tersadar Lina memeluknya dengan erat dengan kaki yang menggosok miliknya, Jelas pusakanya berdiri meski tidak digosok, Karna Pagi hari adalah waktu dia untuk berdiri sendiri dengan percaya diri.


Terasa juga kekenyalan yang lembut, Sangat sangat lembut berada di dada sampingnya.


"Fuuih..." Zai menghela nafasnya, Ingin sekali dia menerkam gadis ini tapi dia tetap menahannya. Dia tak mungkin memaksa meski dia ingin. Yah mungkin pagi ini dia akan menjadi seorang yang naif, Tapi untuk menjadi orang baik mungkin naif itu memang diperlukan.


Zai kembali memejamkan matanya tanpa memindahkan posisi Lina.


Sedangkan Lina dalam kepuraannya memiliki hati yang berdegub kencang, Sebelumnya ketika dia terbangun lebih awal, Dia mendapati dirinya memeluk erat Zai tanpa malu, Dan kakinya sudah berada di bawah sana menyentuh Tongkat pusaka yang mengeras.


Awalnya dia ingin menyentuh dengan tangannya tapi takut Zai terbangun jadi dia hanya menggosokan dengan kakinya tanpa tau bahwa Zai terbangun karna ulahnya.


Dia terkejut ketika di kakinya merasakan ada denyutan yang perlahan membesar hingga dia tak dapat membayangkan sebesar apa milik kekasihnya itu.


Yang dia tau dari internet milik lelaki lokal tidak lebih besar dari ibu jari kaki, Tapi ini? membingungkan!


Zai menggerakkan badan dengan memiringkan tubuhnya kesamping menghadap Wajah Lina yang memerah.


'Apakah dia pura-pura tidur" Zai berpikir dalam hati, Untuk mengetahui kepuraan itu apakah benar, Zai harus melakukan sesuatu.


Zai mengecup bibir merah muda yang sedikit terbuka itu, Namun masih tidak ada respon, Zai kembali mengecupnya dan kali ini sedikit lebih lama dan dalam, dia menyedot bibir bawah itu, Setelahnya dia mendobrak dengan lidahnya. terus dia lakukan hingga Lina tanpa sadar melakukan perlawanan.


Lina terus saja memejamkan matanya karna dia sudah terbuai dalam kepura puraan. mereka pun melanjutkan adegan yang dilarang

__ADS_1


__ADS_2