Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Menyembuhkan Adik nya Ferdinan


__ADS_3

Handoko tersentuh mendengar nya, Sesuatu yang selalu di impikan nya akan segera terwujud, Kadang dia pun merasakan frustasi tentang kehidupan ranjang nya yang tak berjalan sesuai eksepktasi.


Apalagi setelah menikah sudah hampir dua puluh tahun ini, Dia merasakan vitalitas nya berkurang, Daya dorong pinggang nya mulai lemah, Dan tongkat sakti nya harus lama di belai baru bangkit berdiri. Terkadang sang istri mengeluh akan hal itu.


Handoko menyambut Pil kecil dengan garis satu itu, Tanpa banyak berpikir, Dan dengan semangat serta Keyakinan empat lima dia menelan nya dan langsung mengambil air untuk melarut kan nya.


Karna dia bukan seorang pembina jadi pil itu hanya akan membuat nya terlihat lebih muda dan bertenaga, Dan pasti nya cukup untuk menambah durasi ketahanan nya.


Efek nya pun tidak sama dengan yang di alami oleh Ferdinan. Tidak ada acara guling gulingan, Hanya hawa hangat yang terasa mengalir bersama darah nya. Dan dia merasakan hangat di suatu tempat yang di miliki.


"Terima kasih banyak bos" Ucap nya bersemangat.


"Pulang lah lebih dulu untuk hari ini, Lalu buktikan kepada istri mu bahwa Sekarang kamu sudah berbeda" Ucap Zai sambil bercanda.


Tapi itu jelas di tanggapi serius oleh Handoko, Dia langsung meminta izin pulang..


"Sekali lagi terima kasih Bos, Bos sangat pengertian sekali, Aku akan pulang" Ucap nya lalu bergegas membereskan alat alat kerja nya dan memasuk kan Leptop kedalam tas nya.


'Padahal aku hanya bercanda, Tapi dia terlalu bersemangat, Haih' Batin nya mengeluh kan.


"Dimana kamu tinggal sekarang?" Tanya nya kepada Ferdinan setelah Handoko keluar dan pulang dari kantor lebih awal.


"Aku ngontrak rumah di Menarap Lama" Sahut nya.


"Bagaimana kalau kamu tinggal di rumah ku? di sana banyak kamar, Dan yang lebih mudah lagi, Jika aku memerlukan sesuatu dengan mu, Akan lebih cepat datang!" Ucap Zai menawarkan, Karna memang dia tinggal sendirian dan di masa depan nanti tidak mungkin dia selama nya juga tinggal disana. Karna mungkin dia akan berkeliling dunia dan berpindah pindah tempat, Itu baru kemungkinan..


"Tentu bos, Itu akan mempermudah jika aku bisa mengawal mu terus menerus" Sahut nya.


"Anggap saja aku saudara mu mulai sekarang, Jangan panggil aku bos, Meski pun kita terikat dalam pekerjaan, Tapi itu hanya sebatas dalam pekerjaan, Yang lain nya jangan terlalu Formal" Ucap Zai lalu memberikan alamat rumah yang ada di Pesona Moderen..


"Sekali lagi terima kasih banyak Bos, Aku undur diri dulu mau Kerumah Sakit untuk melihat keadaan adik ku" Ucap Ferdinan lalu berdiri

__ADS_1


"Aku akan ikut untuk menjenguk" Ucap Zai lalu berdiri juga. Ferdinan pun tak menolak, "Pakai mobil saja" Kata Zai lagi yang menuju parkiran mobil dan melempar kunci nya, Untung nya mobil nya sudah selesai di perbaiki..


Di dalam mobil nya, Zai megirim WA untuk Alisya, Meminta nya untuk menemani Aisya yang tertidur di ruangan Apartemen nya.


Setelah mendapatkan balasan dari Alisya, Zai pun merasa tenang meninggalkan Aisya dengan madu nya yang pengertian.


Lima belas menit kemudian..


Mereka sampai di parkiran Rumah Sakit Ciputra Mitra Hospital lalu menuju kamar Vip kelas satu yang kini di tempati oleh Vera Oktaviana.


Di perjalanan Ponsel Zai berdering dan dia menjawab nya. "Bagaimana Jul, Apa sudah selesai?" Tanya Zai langsung.


"Sudah Bos, Semua sudah beres" Sahut nya.


"Terima kasih" Ucap Zai langsung mematikan telpon nya, Padahal Juliana Xiao masih ingin mendengar suara nya.


Sesampai nya di ruangan Vera, Zai melihat seorang gadis cantik yang telentang di kasur dalam keadaan Koma.


"Silahkan Bos..!" Ucap Ferdinan menggunakan kode tangan nya. 'Apakah mungkin bos ini juga seorang dokter' Pikir nya


Zai memejam kan mata nya setelah menyentuh tangan Vera lalu memeriksa Denyut nadi nya..


'Sistem, Adakah Jarum Akupuntur yang di jual di Shop?' Tanya nya melalui pikiran.


(Ada berbagai jarum dan teknik, Tuan rumah meski sudah mengaktifkan Skil Medis Super tapi belum lah belajar tentang cara cara mengobati, Sekarang hanya bisa mendiagnosa)


'Kalau begitu pilihkan aku teknik yang bagus dan langsung Aktifkan saja' Ucap nya lagi.


(Teknik Sembilan Jarum Pembangkit di pilih dan akan memasuki masa proses, Di Harap kan tuan rumah bersabar)


Sambil menunggu proses selesai Zai pun bertanya kepada Ferdinan, "Sudah berapa lama adik mu seperti ini?"

__ADS_1


"Berawal ketika dia berumur Tujuh belas tahun, Gejala nya tidak terlalu nampak, Hanya saja setiap satu minggu dia bisa tidur seharian tanpa bangun. Dan itu terus berlanjut hingga beberapa tahun sudah, dan yang terparah saat ini, dia sudah satu tahun begini!" Ucap Ferdinan dengan bulir Air Mata, Siapa yang tak sedih melihat adik satu satunya terbaring lemah


(Proses selesai, Selamat Tuan Rumah juga mendapatkan Sembilan Jarum perak dan sudah berada di inventory sistem)


'Terima kasih sistem' Ucap nya lalu berbalik mendatangi arah kaki, Zai dengan wajah serius mengambil Jarum Perak dan menusuk nusuk kaki Vera dengan metode Sembilan Jarum Pembangkit yang baru di kuasai nya untuk memperlancar aliran darah dan Chi di meridian nya yang tersumbat.


Setelah menancapkan beberapa Jarum terlihat peluh membasahi kening nya. Karna ini pertama kali nya dia malakukan pengobatan, Jadi tenaga nya lebih banyak keluar.


Ferdinan melihat itu hanya diam, Bahkan dia sempat bengong, 'Apakah dengan jarum bisa menyembuhkan adik ku' Pikir nya yang masih tidak percaya.


Jarum perak itu bergetar, Setelah itu Zai pun mencabut jarum nya dan menyimpan kembali di inventory sistem, Tapi yang di lihat oleh Ferdinan, Zai menyimpan jarum nya di saku.


Suara lenguhan terdengar dan gerak jari mulai terlihat, Ferdinan pun berlari keluar ruangan untuk memanggil dokter.


Perlahan Vera membuka mata nya dan melihat wajah tampan seperti dewa yang memahat nya sedang berada dekat dengan nya.


Dia berdiri di samping ranjang yang dia rebahi, "Apakah aku bermimpi, Kau begitu tampan Dewa" Ucap nya sambil mengangkat tangan ingin menyentuh wajah Zai yang hanya tersenyum melihat nya. Tapi tidak bisa sampai karna Zai tidak mendekat kan wajah nya.


"Kamu tidak bermimpi, Sekarang kamu berada di Rumah Sakit" Ucap Zai berbicara dengan nada pelan.


"Rumah Sakit, Sejak kapan aku sakit" Gumam nya.


Braaak..! Pintu kamar Vip di dorong agak keras.


Terlihat seorang dokter paruh baya dengan seorang suster di samping nya yang membawakan peralatan kesehatan. Dan di depan nya Ferdinan langsung menyambangi adik nya yang sudah membuka mata nya.


"Akhirnya kamu sadar Dik" Ucap Ferdinan yang hampir menangis kembali karna bahagia. Tidak ada lagi sosok gagah yang jago berkelahi. Yang ada sekarang sosok kakak yang menyayangi.


"Silahkan periksa lagi Dok" Ucap Ferdinan berpaling menatap Dokter yang seakan tidak percaya dengan keajaiban yang ada di hadapan nya. Dia sudah menangani kasus Vera ini hampir enam bulan lamanya, Namun masih dalam penelitian obat nya. Tapi sekarang entah mengapa dia bisa sadar. Itu membingungkan.


Setelah mendengar suara Ferdinan, Dokter itu pun bergegas memasang Stetoskop di telinga nya dan memeriksa detang jantung yang di miliki oleh Vera....

__ADS_1


__ADS_2