Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Malam yang indah


__ADS_3

"Ummm..! Rasanya itu luar biasa nikmat" Sahut Aisya yang mencoba meraih tubuh Zai, Dia sangat kelelahan karna pertarungan mereka berlangsung hampir dua jam lama nya tanpa jeda.


Bukan kecil tapi pedas, Ini besar juga pedas yang memberikan rasa yang meledak ledak tak bisa di ungkap kan dengan kata kata.


"Aku sangat menyukai kegagahanmu" Tambah nya sambil membelai tongkat sakti yang panjang yang baru saja turun dari katinggian.


"Jangan menggoda nya lagi dengan menyentuh nya, Nanti kemana aku harus melampiaskan nya jika kamu tidak sanggup" Ucap Zai yang tak ingin tongkat pusaka sakti nya bangun tapi tidak ada lawan yang menahan.


"fffufu..! Biarkan dia bersenang senang sesuai keinginannya sayang, tubuhku adalah miliknya, jadi jangan siakan waktumj" Sahut Aisya menantang Zai yang jelas tergerak hatinya untuk membuat senang semuanya.

__ADS_1


Dengar kalimat itu, Zai tentu tidak menyiakan kesempatan yang di berikan dengan suka rela oleh Aisya. Tapi dia berpikir siapa yang akan dia hubungi dan kemana dia harus mencarari untuk menurun kan ketegangan tongkat sakti.


Mereka melanjutkannya lagi dan berakhir hingga pagi menjelang


..............


Di dalam kamar mandi, Setelah membuang air kecil, Zai langsung membeli sebutir Pil untuk pemulihan energi nya. Karna banyak sudah susu kental manis miliknya yang keluar. dan harus diberi nutrisi agar dia tak menjadi lumpuh sebelum dia benar-benar menjadi tua.


Lalu dia keluar dengan langkah ringan dan senyum menggoda kepada Aiysa, Dia tak pernah berpikir hidup nya akan jadi begini, Dari mendapat sistem yang menolong nya, Dan juga mendapat beberapa wanita yang dapat di nikmati nya, ini seperti hal nya mimpi yang di impikan oleh semua lelaki di dunia.

__ADS_1


Semua segera berubah sejak sistim merasuk dalam tubuhnya. Dia bahkan memiliki kekuatan yang tidak normal, kekayaan yang patut disombongkan, tapi dia tak menjadi sombong akan hal itu, karna dia tau semua itu tidak sepenuhnya miliknya. hanya titipan, dan mungkin saja semua itu akan menghilang jika sistim juga menghilang dari tubuhnya.


Entah ini sebuah berkah yang sebenar nya, Atau kah keburukan yang akan menjadi akhir nya dia tak tau, Yang pasti Zai ingin menikmati hidup yang sementara di dunia fana ini.. Dengan kekayaan dan kekuatan melawan setiap lawan, Dengan Fisik dan tongkat menjulang melumpuhkan setiap godaan.


"Terima kasih banyak sayang atas semuanya, Memilikimu adalah bagian terindah dalam kertas lembaran hidupku, jangan pernah berubah demi hal apapun, kita akan bersama hingga hayat dikandung badan...!" Ucap Zai sambil membelai rambut Aisya dan mengecup kening nya, Kemudian dia memindahkan tubuh nya ke samping Aisya yang tersenyum dengan wajah lelah, Tapi dia tak menyahut hanya melingkarkan tangan nya ke pinggang Zai untuk mendekap nya lebih erat.


Sungguh kehidupan yang nikmat bila dipikirkan, Tapi semua itu tentu ada konsekuensinya, mungkin sekarang masih belum terlihat entah kapan itu pasti akan terbukti dengan sendirinya, Waktu akan menunjukan segalanya.


"Tetap lah disisiku hingga aku menutup usia, dan maafkan aku jika akan ada banyak keindahan yang menjadi madumu nantinya" Zai bergumam sendiri sambil menatap atap.

__ADS_1


Zai termenung dalam pikirannya hingga beberapa menit kemudian dia memejamkan mata mencoba untuk hanyut dalam mimpi,


__ADS_2