Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Saling merencanakan


__ADS_3

Keheningan terjadi dibawah pohon yang rindang itu. Bahkan angin pun enggan untuk bertiup kearah sana. Entahlah! yang pasti Matahari pun menyembunyikan bentuknya dibalik awan. Barangkali dia takut melihat Zai yang akan membunuh dibawah sinarnya.


Hati bergetar. Tubuh menggigil melihat adegan yang sulit dijelaskan. dengan cepat ayunan Kaki itu langsung memecah kepala. Darah segera merembes ditanah.


Empat orang tawanan yang melihat itu. Langsung mengangkat tangan untuk memegang Kepala mereka. Ya kepala kedua yang dimiliki oleh laki-laki adalah kepala yang sangat berharga. Lebih berharga daripada emas satu Ton. Karna disana terdapat kepuasan yang tidak dapat dibeli meski memiliki uang yang banyak..


Orang itu langsung pingsan, setelah kesakitan yang dalam dia rasakan. Bahkan dia tidak bisa berteriak untuk hal itu.


Bahri yang dari samping melihat, Bahkan dia harus memalingkan wajahnya. Karna membayangkan itu terjadi kepadanya akan sangat ngilu.


"Bahri! bereskan ke Empatnya dan biarkan yang satu ini hidup, Setelah itu kirim ke Limanya kepada Bos mereka. Sebagai hadiah perkenalan dari ku. Dan tulis pesanku di sebuah kertas! Jika musuh datang, Aku akan melawan. Jika musuh diam, aku akan datang. Tunduk atau hancur"


Setelah itu Zai pergi dan menunggu di Mobil. Terdengar teriakan beberapa kali. dan dia tersenyum lalu mengangkat telpon "Ya Hallo. Bagaimana dengan tugas yang aku pinta" Ucap Zai


"Sudah beres Bos. Dengan kekuatanku yang sekarang itu bisa diatasi. Meskipun, lawan cukup kuat dan hanya ada sedikit luka." Sahut Alex.


"Bagus, Aku suka dengan kegesitanmu dalam bertindak. bawalah orang itu kesini" Ucap Zai lalu dia membagikan lokasinya.


Sedang Bahri datang dengan baju yang bersimbah darah. Dia segera mengambil baju dibagasi dan mengganti bajunya. Lalu membakar baju lamanya. Kemudian dia masuk ke Mobil dengan santai. Sudah biasa baginya membunuh orang jadi hal itu tidak akan mempengaruhi mentalnya.


"Sudah dibereskan Bos. Yang lain nanti yang akan mengantarkannya ke Markas mereka" Ucap Bahri.


"Baik. Tunggu satu orang lagi. Lalu kirim semuanya" Ucap Zai lalu bersandar pada Jok kursi.


Beberapa menit kemudian tanpa ada pembicaraan. Sebuah Mobil datang ke arah Mobil yang ditempati oleh Bahri dan Zai.

__ADS_1


Keluar seseorang dengan santainya. lalu membuka bagasi dan menarik seorang lelaki yang bisa dikatakan tidak terlalu tua dengan kisaran umur tiga puluh lima. Alex berdiri disamping pintu belakang Mobil yang didalamnya ada Zai.


Zai menurunkan Kaca Mobil dan berkata "Kumpulkan disatu tempat. Nanti akan ada yang mengirimnya ke tempat Ayah Angkatnya"


Alex hanya mengangguk lalu bertanya kedepan. "Dimana tempatnya?" Tanyanya kepada Bahri.


Bahri memang tidak mengenal Alex. Tapi dia tetap menjawab "Dibalik pohon itu" Tunjuk Bahri.


Langsung saja Alex menarik tubuh Anton yang sudah berlumuran darah dan meantar tubuh itu dibalik Pohon. lalu dia kembali.


Zai sudah menyiapkan sebutir Pil untuk penyembuhan luka yang dialami oleh Alex. Dan dia segera memberikannya.


"Pulanglah dan hilangkan jejak untuk sementara. dan jika sudah sampai dirumah barulah dikonsumsi Pil itu" Pesannya.


Alex tanpa bicara langsung masuk kedalam Mobil dan pergi. "Antarkan aku pulang!" Pinta Zai kepada Bahri


.............


"Seperti apa lawanmu itu Bram?" Tanya lawan.


"Aku juga belum melihatnya, Bahkan aku belum mendapat informasi yang akurat. Karna semua urusan, Aku serahkan kepada Anton. Aku sebenarnya sudah ingin pensiun dan menikmati masa tua. Tapi sekarang ada orang yang mengusik ekorku hingga aku harus bangun" Bram menyahut dengan panjang.


"Hahaha" Orang itu tertawa sambil tangannya memindahkan Posisi Kuda ke arah depan. "Mungkin karna kau tidur saja pekerjaannya. Hingga muncul sosok naga yang baru dengan taring yang tajam.. Apa kau mendengar Tentang Dark Moon yang menghilang dalam satu hari?" Tanya orang itu lagi.


"Hah!! Aku baru kali ini mendengarnya, siapa yang meruntuhkannya?" Tanya Bram dengan wajah terkejut dan penasaran.

__ADS_1


"Kau memang ya. dasar sudah tua... Sekarang berita itu cukup panas. Seperti info yang aku beli, Orang itu sangat muda. Mungkin seumuran dengan anakmu Alvaro. Tapi dia lebih hebat. Maaf bukan maksudku menyinggungmu. Tapi ini faktanya. Dan sepertinya yang membunuh anakmu itu dan yang menghancurkan Dark Moon sama orangnya" Sahut orang itu yang bernama Felix. dia adalah seorang yang bisa disebut kultivator. Namun tidak banyak orang yang seperti dirinya. Hanya ada beberapa saja di indonesia. dan dua diantaranya yang sedang main catur sekarang.


Mereka pernah menimba ilmu kenegri china dan berlatih disekte tersembunyi bersama. Makanya mereka sangat akrab.


1o"Jika benar orang yang sama, Dia pasti akan menyasar ke tempatku, sial! seharusnya orang seperti ini kita rangkul untuk mengokohkan kekuatan dan diminasi kita di sini. tapi sayangnya sekarang berlawanan" Ucap Bram "Kita harus melawannya dengan strategi. Apakah kau punya rencana untuk mengatasi ini?" Tanyanya lagi.


"Dia muda. Mungkin saja tergoda dengan wanita. Bukankah kau memiliki Anak gadis yang cantik. Kita pancing dia dengan anakmu itu" Ucap Felix


"Aku tidak mau mengorbankan Amanda!" Sahutnya dengan menatap tajam Felix.


"Amanda lebih hebat dari Alvaro. bukan hanya dari segi kekuatan. Tapi dia mempunyai kecantikan diatas rata-rata. Aku yakin dengan dia yang bertindak pemuda itu dapay dilumpuhkan. Dia hanya perlu merayu dan meracuni pemuda itu. Jika dia kultivator maka setidaknya pelatihannya akan hancur dan kau dengan mudah membalaskan dendammu. Kita jebak dia di sebuah hotel. Bagaimana?"


"Aku akan menelpon Amanda dulu" Ucap Bram.


Dia meraih gagang telpon dan menghubungi anaknya.


"Bisakah kau pulang. Kakakmu meninggal" Ucap Bram. Dia memang belum menghubungi Anak gadisnya tentang kematian Alvaro. Karna dia tidak ingin mengganggu pelatihan Anaknya itu. Dan Alvaro juga belum dimakamkan. Masih diawetkan dan tidak akan dia makamkan kecuali dapat membunuh pembunuhnya


"Apa? oke.. aku akan segera pulang" Sahut suara lembut yang terkejut mendapat informasi yang tak terduga.


.............


Lima orang dengan gagahnya berdiri di atas atap memandang sebuah rumah yang tampak mewah dan terus memperhatikan dengan seksama dan mencatat detail berapa orang yang sering lewat. dan berapa menit baru mereka akan lewat lagi.


Setelah itu mereka turun dari atap dengan melompat. Rumah itu kosong dan mereka jadikan tempat untuk markas sementara.

__ADS_1


Seseorang langsung membuat denah dan peta sesuai dengan apa yang dia ingat. Setelah selesai dia langsung memberikanya kepada Sadam.


Sadam mengambilnya dan mempelajari tata letaknya.


__ADS_2