
Duaaar..! Kalimat itu bagaikan petir disiang hari yang menggemparkan kawanan itu, Karna selama ini Nindi tak pernah mengenalkan pacarnya, Dan mereka tau bahwa Nindi memang punya pacar tapi mereka LDRan.
"Kapan pacarmu datang dari luar Negri?" Selidik salah satu wanita dari Tiga pasangan itu.
"Baru kemarin" Sahut Nindi dan dia melingkarkan tangan nya di lengan Zai.
Zai merasakan sesuatu yang menempel di lengannya. lembut terasa meski masih tertutup pakaian dan bra, Tapi Zai dapat mengenali ukurannya. meski tak sebesar janda atau Aisya. tapi tetap terasa kekenyalannya.
"Hai, Salam kenal!" Ucap Zai lalu mengulurkan tangan nya satu persatu kepada tiga pasangan itu, Dan salah satu dari wanita yang di salami mengedipkan matanya kepada Zai, Zai membalas untuk mengejainya. dia tak menampik wanita cantik, Tapi jika bekas orang dia akan berpikir lebih dulu.
Zai duduk di samping Nindi, Untuk lebih menguatkan aktingnya sebagai pacar pura pura, Zai meraih tangan Nindi dan mengenggemnya, Semua mata wanita disana memperhatikan nya.
Wajah Nindi memerah malu, Dia tak menyangka pacar Vera seagresif ini, tapi dia mengerti ini sebagian dari akting jadi tak mempermasalahkan nya, Meskipun sedikit kesal.
"Padahal aku ingin mengenalkan mu dengan seseorang Nin, Karna ku pikir pacaran LDR tidak enak, Jadi aku berinesiatif mencarikan mu pacar, mungkin sebentar lagi dia akan kesini" Ucap seorang lelaki yang sepertinya kesal dengan Zai karna melihat Zai mengedipkan mata kepada wanitanya, Padahal Zai hanya membalas kedipan itu. tapi dia tak tau pacarnya yang memulai.
"Aku faham Za, Tapi maaf karna pacarku sudah ada disini jadi kamu tak perlu lagi mengenalkan aku ke lelaki lain" Ucapnya, Dia tidak marah, Karna pada dasarnya dia bukan orang yang mudah tersinggung oleh perkataan orang lain, Itulah yang membuat Nindi mudah bergaul dengan siapa saja. entah di sekolah atau di luaran dia lebih banyak teman ketimbang musuh, Meski dia cantik tapi tidak mendapat saingan karna jika dia di dekati oleh laki laki dia akan bilang dia sudah punya pacar. Auto minggat yang mendekatinya.
Sebenarnya Nindi tak pernah punya pacar, Dia hanya mengarang karna alasan yang hanya dia yang tau. Entah lah tak usah dipikirkan.
Zai mulai menyadari bahwa ada rasa benci yang terpancar dari orang di seberang sana yang terhalang oleh meja bundar.
Karna dia memiliki keterampilan bela diri jadi dia dapat merasakan aura yang berbeda keluar dari tubuh orang itu. Tapi dia tak memperdulikan nya.
"Hai Za..!" Seseorang datang membuyarkan sedikit ketegangan antara Zai dai Reza.
"Bro, Kenapa lama?" Tanya Reza kepada teman nya yang baru datang.
"Tadi jalanan macet Bro" Sahut orang itu.
Reza berpaling "Kenalkan ini teman ku"
__ADS_1
"Hai Semua, Aku Fatur! Senang berkenalan dengan kalian semua" Ucap Fatur dengan santai.
Fatur memperhatikan seorang wanita cantik yang sedang duduk berpegangan tangan lalu dia berbisik kepada Reza. "Dia kan yang mau kamu kenalkan kepadaku?"
"Iya, Tapi tak disangka pacarnya datang, Aku minta maaf sekali dengan mu bro" Sahut Reza berbisik ditelinga Fatur.
"Tak apa bukan salahmu, tapi dia memang cantik, Begini saja ajak mereka berdua minum nanti kalau sudah mabuk aku akan membawa Nindi membuka hotel, Tenang ini kamu akan mendapatkan bonus, Seperti biasa. apa kamu faham?"
"Ok."
"Sangat kebetulan sekali, Temanku ini berulang tahun dan dia mengajak kita semua untuk merayakan" Reza menghentikan ucapan nya karna melihat antusiasme teman temannya yang lain selain Nindi dan pacarnya yang tidak bersuara dan bertepuk tangan.
"Nin, kalian berdua ikut kami kan"
"Aku mau jalan jalan saja dengan pacar ku" Sahut Nindi menolak
"Ayolah Nin, Kapan lagi kita happy bareng, Kamu kan juga ada pacar jadi tidak masalahkan jika ikut" Ucap Jeni pacar Reza.
"Baiklah.." Sahut nya kepada Jeni
"Oke kalau semua sudah siap kita langsung berangkat" Ucap Reza kemudian dia berjalan di depan bersama dengan Fatur.
Zai tersenyum di belakang, Karna dia sudah tau rencana busuk dua orang itu, Mereka akan membayar mahal atas niat mereka.
Meski pun dia dengan Nindi pada dasarnya memang tidak ada hubungan, Tapi di karnakan Nindi adalah teman nya Vera berarti temannya juga. Jadi dia berkewajiban untuk menolongnya, Apalagi sekarang ini dia adalah pacar pura puranya.
Mereka sampai di tempat karaoke yang ada di mall tersebut, Dan memasuki ruangan Vip yang besar dengan banyak minuman beralkohol sudah terjejer rapi di atas meja.
Sebelum nya Fatur sudah menghubungi pihak karaoke, Setelah reservasi dia meminta beberapa botol minuman di taruh diatas meja.
Angel dan danu langsung mencari tempat yang tersudut dan mereka bercumbu disana. mereka tak perlu malu karna yang ada disana adalah teman mereka semua, Bukan orang lain yang bisa memviralkan adegan mereka.
__ADS_1
"Kalian ini, Seperti tidak bertemu seminggu saja" Ucap Reza sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan dua orang itu.
"Sudah biarkan saja mereka, Toh mereka memang kehilangan urat malu" Ucap Jenni kepada Reza sambil tertawa kecil.
"Sayang, temenin aku mau ke toilet" Ucap Fina kepada pacarnya Arya.
Arya pun mengangguk dan mereka pergi ke toilet yang ada di ruangan itu juga. Arya ikut masuk karna Ke toilet hanyalah akal akalan Fina saja. Arya mengunci pintu toilet dan mereka bermain riang di dalam sana dengan gaya yang pasti bisa di tebak.
"Ya nasip, Mereka ini sembarangan sekali" Ucap Reza yang mengeluhkan teman teman nya. Sedangkan dia tak bisa mengeksekusi Jeni karna ada Fatur, Nindi dan juga pacar nya.
"Aku keluar sebentar" Ucap Fatur.
"Oke Bro" Sahut Reza sambil mengambil sebotol Minuman dan membukanya. lalu menuangkan ke empat gelas yang ada.
"Ayo kita minum dulu" Ucap nya meneguk lebih dulu.
Begitu pula dengan Jeni yang memang sudah terbiasa meminum minuman seperti itu.
Zia melihat ke arah Nindi yang belum menyentuh gelas nya. "Jika tak bisa, Maka tak usah" Ucap Zai pelan.
"Ayolah Nin, Masa kamu tidak menghargai, Ayolah kita harus mabuk kali ini" Ucap Jeni yang memang tidak tau rencana Reza dan Fatur, Karna Jeni memang suka mabuk untuk melupakan masalah yang ada dirumahnya.
"Coba saja" Ucap Reza.
"Biar aku yang mengambil jatahnya" Ucap Zai pelan tapi jelas terdengar seperti pahlawan di telinga Nindi.
Nindi memang terlihat nakal dengan gaya busana berpakaian nya tapi sebenarnya dia tak pernah mabuk mabukan. Meskipun sering melihat teman nya mabuk tapi dia tidak pernah mencobanya.
Zai langsung mengambil gelas kecil yang berisi minuman itu dan langsung menegak habis kemudian mengambil lagi satu dan menegak nya habis kembali.
Reza tak menyangka alur ceritanya akan begini, Tapi ini tentu lebih baik, Karna pemuda itu akan terus meminum dua gelas setiap putarannya.
__ADS_1