
"Heem, sungguh kasihan sekali. Tapi aku ada untuk membantumu" Zai melambaikan tangannya dan mengeluarkan sebutir pil bercorak emas.
Kang Hong dan Qin Qing Mo yang melihat sebutir pil itu langsung terkesima dan mengenali bahwa itu adalah pil langka yang luar biasa. Tidak banyak orang yang bisa membuatnya. Jika dikatakan alkemis yang bisa membuatnya adalah alkemis grand master yang sudah sangat sepuh dan itupun tidak dijual murah karena bukan kesulitan dalam membuatnya. Tapi kelangkaan dalam bahannya-bahannya.
"Ambilah ini, dan aku yakin kau tau untuk apa pil ini" kata Zai. Zai menjentikan jarinya, pil itu pun menuju Kang Hong dan langsung disambut
"Apakah ini tidak terlalu berlebihan, aku bahkan tidak memberikanmu apapun. Tapi kau sudah menyuguhkan beberapa barang yang sebenarnya aku berat sekali untuk menerimanya." Kata Kang Hong. Tapi dia tetap menggenggam pil itu tanpa sedikitpun melonggarkannya.
"Aku tidak terlalu peduli dengan hal itu. Aku hanya meminta suatu hal, jika kau menjadi kaisar nanti, jangan pernah sombong ataupun menindas rakyat"
"Aku berjanji dengan hidupku, aku bersumpah. Dari hari ini kau akan menjadi saudara sumpahku" petir pun menggelegar menyambut sumpah itu.
Zai melambaikan lagi tangannya. Formasi pertahanan muncul menutupi ruangan itu. Zai membeli di shop sistem dengan perintah pikirannya dan mengurangi berapa ratus poin tukar miliknya.
Kang Hong dapat merasakan hal itu. 'Formasi yang begitu kuat' batinnya.
"Telanlah. Tidak ada yang tau dan tidak ada yang rusak karena formasi ini dapat meredam kekuatan selain kita yang ada didalam sini" kata Zai lagi.
Tanpa menunggu lama. Kang Hong bersiap diri. Menarik nafas yang cukup dalam lalu menghembuskannya perlahan. Setelah itu dia melempar pil itu ke mulutnya dan memejamkan mata berkonsentrasi.
Dua tarikan nafas, bahkan hingga lima tarikan nafas tidak terjadi apapun perubahan. Pada tarikan nafas kesepuluh. Energi besar merangsek menyembur dari tubuh Kang Hong dan menyebar dalam ruangan itu. Kemudian energi itu masuk lagi kedalam tubuh Kang Hong dan Boom!! Suara teredam terdengar.
Qin Qing Mo begitu senang. Dia tersenyum lebar. Pada akhirnya Kang Hong dapat menembus tingkatannya. Hal yang sudah lama diimpikan oleh pujaan hatinya itu.
Pada saat keheningan di ruangan itu. Boom!! Sekali lagi terdengar ledakan teredam dari Kang Hong. Hal yang sulit diterima oleh akal manusia.
__ADS_1
Kang Hong membuka matanya. Ada kilatan tajam yang terukir disana. Dia merasakan kekuatan yang luar biasa. "Aku tak pernah menyangka. Hal ini dapat terwujud. Bahkan aku bisa naik satu ranah satu tahap. Ranah bumi tahap menengah sungguh menakjubkan" kata Kang Hong, dia menatap Zai yang masih begitu santai. "Aku tak tau apa lagi yang bisa aku katakan. Aku sangat senang dan terima kasih banyak, bahkan jika kau meminta tahta kaisar itu sendiri suatu saat nanti akan aku berikan dengan lapang dada" kata Kang Hong lagi.
Lalu dia menatap Qin Qing Mo. "Sekarang ajak aku untuk bertemu ayahmu, dengan kekuatanku sekarang aku berani untuk meminangmu" kata Kang Hong seraya meraih tangan wanita itu.
"Emm" Qin Qing Mo mengangguk setuju. Lalu dia menatap kedua orang yang ada di depannya dan berkata "ikutlah dengan kami ke ibukota kerajaan Qin, kami akan sangat bahagia jika kalian berdua bisa menemani kami"
"Tentu" kata Zai dia meraih tangan lembut yang memijat kepalanya tanpa sadar dia mengecup punggung tangan itu.
Zai melambaikan tanganya lagi seraya berdiri menarik formasi. Lalu mengikuti dua orang yang sedang kasmaran itu berjalan dibelakang dengan Laila yang setia di samping.
Keempatnya terbang menuju ibukota Qin yang tidak jauh jaraknya dari kota Cenayang.
Mereka tiba di pintu gerbang, sebelum prajurit penjaga bertanya, Qin Qing Mo menunjukan lencana emas miliknya dan membuka penutup wajahnya. Penjaga langsung membukakan pintu dan membungkuk. "Silahkan masuk tuan Putri!" Seru penjaga.
Zai merasakan adanya pergerakan yang janggal. Namun dia membiarkan saja hal itu. Karena bukan urusannya sekarang ini. Tidak berapa lama. Langkah mereka sampai pada pintu gerbang besar istana raja. Keempatnya masuk kedalam aula istana. Dimana sudah ada beberapa orang berkumpul didalam ketika Qin Qing Mo mendorong pintu.
"Ayah! Ada acara apa?" Tanya Qin Qing Mo yang penasaran.
"Akhirnya kau pulang juga Nak! Aku sudah ingin menyuruh orang untuk menjemputmu" kata Qin Shi ayah dari Qing Mo.
"Salam putri Qin" seseorang menyapanya dari belakang.
Qing Mo berpaling menoleh. Dia melihat lelaki cukup tampan berada berdiri dan jelas dia tau siapa orang itu. "Ooh ada apakah yang mulia pangeran Kang Jun berkunjung ke tempat kami?" Tanya Qing Mo.
"Dia kesini ingin melamarmu menjadi selirnya" kata Qin Shi.
__ADS_1
Kang Jun hanya tersenyum. Karna benar yang dikatakan oleh Qin Shi, kedatangannya untuk meminang putri Qin Qing Mo. "Yang ayahmu katakan memang benar, kedatanganku untuk melamarmu!"
"Maaf! Tapi aku sudah memilih calon suamiku, dan aku sudah membawanya ke sini" kata Qing Mo. Jika sudah bertentangan. Tentang saja terus. Karena dengan penolakan yang dilakukan oleh Qing Mo. Jelas Kang Jun akan murka.
Dan tepat ketika dia mendengar kalimat itu, wajahnya memerah marah bercampur malu. Ditolak di hadapan banyak orang tentu saja malu. Tak pernah dia mendapat penolakan sejak dia kecil dan ini adalah hal yang pertama kalinya.
"Apakah nona Qin tidak memikirkannya lagi?" Dia mencoba meredam amarahnya meski tetap tampak dari raut wajahnya.
"Maaf pangeran, aku benar-benar tidak bisa menerimanya. Karena kami saling jatuh cinta" sahut Putri Qing Mo dengan tegas.
Kang Jun segera berbalik. "Pak Tuan Qin. Ingat apa yang ku katakan sebelumnya" katanya sebelum mengajak semua orang yang dibawanya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Kang Jun melirik ke arah tiga orang yang berdiri tidak jauh dari pintu aula istana dan dia sedikit mengenali perawakan salah satunya meskipun belum yakin bahwa itu adalah saudaranya.
Segera mereka menghilang.. Keheningan terjadi di ruangan itu.
"Apa yang sebelumnya dia katakan ayah? Mengapa ayah begitu tertekan?" Tanya Qing Mo.
Qin Shi melambaikan tangannya lalu berkata kepada bawahannya "tinggalkanlah kami! Aku ingin berbicara kepada putriku lebih dulu"
"Jika kau tidak menerima lamarannya. Dia akan menghancurkan kota ini" ucap Qin Shi.
"Bagaimana mungkin seorang calon kaisar bersikap seperti itu kepada Raja yang berada dibawahnya. BaHkan dia tidak memikirkan nasib rakyat yang ada di kota ini" Qing Mo berkata marah.
"Itulah yang menyulitkan ayah, ayah tidak ingin mengorbankanmu, tapi bagaimana ayah bisa bertanggung Jawab atas segala konsekuensi yang diterima kota ini, mungkin sebentar lagi dia akan memulai dari bahan-bahan makanan lalu yang lainnya dan satu persatu hingga kota ini ditinggalkan oleh rakyatnya"
__ADS_1