
Tuuuuuuuuut.....!
"Hallo... Sayang!" Jawab Zai menerima telpon
"Kemana kamu? Ga ada kabar beberapa hari! Aku nungguin lama tau?"
"Aku ada beberapa kesibukan di luar kota Sayang!"
"Sampe Ga ada waktu buat aku, Gitu? apa kamu pergi dengan Aisya?" Tanya Alisya yang menyangka Zai bersama dengan Aisya saja.
'Ini Anak kenapa ya?' batin Zai bertanya tanya "Tidak, Aku tidak pergi dengan nya, Kamu dimana ? biar aku kesana"
"Aku di Apartemenmu, Sekarang aku pindah ketempatmu, Maaf belum ijin" Ucap Alisya.
"Baiklah, Tunggu aku disana, Aku lagi rindu masakanmu"
"Hanya rindu masakanku saja?" Tanya Alisya lagi
"Kamu lebih utama dong!" Ucap Zai langsung memutuskan sambungan telponnya. meskipun terdengar Alisya masih ingin berbicara.
Dengan Jengkel Alisya menggembungkan pipinya. Tapi dia tetap berjalan kedapur dan menyiapkan masakan yang enak buat kekasihnya.
Cekgrek.... Bunyi pintu di dorong pelan, Dengan langkah kaki berjinjit sosok itu masuk kedalam Apartemen dan menutup pintunya hampir tanpa suara.
__ADS_1
Dia berjalan mencoba mendengarkan suara, Apakag ada orang yang berada di dalam sana.
Alisya mengambil wajan dan mulai menaruh minyak di dalam nya kemudian dia memutar kekiri putaran Kompor hingga api menyala.
Sembari menunggu minyak panas, Alisya mengambil ponselnya dan membuka musik kemudian dia mendengarkan lagu terbaru.
🎵 Cintaku pujaan hatiku sayang, Tetap disini dan jangan kau pergi, Karna hatiku sudah terlanjur meminta, dirimu, yang sangat aku cinta.
Cintaku pujaan hatiku sayang....🎵
Alisya bernyanyi mengikuti Lirik lagu yang mengena dihati pendengarnya sambil mengaduk bumbu yang dia tumis
Haaaaaaa....!
Dia mendapati wanita cantik yang mengejutkannya sedang tertawa "Aisya...! Kenapa mengejutkan ku? hampir saja aku jantungan tau" Teriaknya.
Aisya cekikikan melihat Alisya yang terkejut dan langsung berlari keluar dari dapur, Alisya langsung mengejarnya dengan spatula ditangan kanan nya.
"Awas saja kau" Teriak Alisya terus menerus mengejar Aisya yang berputar putar di antara meja. hingga bau gosong menghentikan langkahnya mengejar Aisya dan berbalik ke dapur.
"Aaaaaa... Sial" Ucapnya langsung mematikan kompor.
"Aisya.....!" Teriak nya lantang.
__ADS_1
Aisya datang dengan rasa bersalah. "Maaf" ucapnya memeluk Alisya.
"Hemmm. Ya sudah. Ucapnya lalu memeluk balik Aisya"
"Widih... Akur sekali" Suara seseorang menyadarkan mereka dari pelukan Dan mereka menatap arah suara.
"Kenapa kalian tidak memeluk ku, Aku kan rindu" Ucap Zai yang berdiri di dekat pintu sambil menyandarkan tubuhnya.
Dua wanita itu tersenyum lalu saling memandang dan berjalan ke arah Zai berada. Kemudian tangan kanan dan tangan kiri Zai di pegang oleh Dua wanita itu pada masing masing tangan, Mereka menarik Zai tanpa suara dan membawanya ke kamar lalu mendorong Zai ke kasur.
"Jangan pe*kosa aku, Aku mohon" Ucapnya tertawa pelan.
Tapi dua wanita itu tidak menanggapi, Aisya mengambil tali yang berada di lemari, Mungkin mereka sudah merencanakan ini jauh hari.
Kemudian mengikat Tangan Zai di dipan, Alisya bertugas melepaskan pakaian Zai satu persatu.
Aisya kembali meraih Kaki Zai dan membuatnya membuka dua paha kemudian mengikatnya didua sisi ranjang yang berbeda.
Setelah melepaskan bajunya Zai, Alisya kemudian membuka ikat pinggang dan melemparkan nya kesamping.
Kemudian menurunkan celana panjang yang di pakai oleh Zai hingga lutut.
Mereka pun mulai menyiksa Zai dengan ganasnya
__ADS_1