Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Roda Emas 2


__ADS_3

"Makasih!" Ucap Zai yang langsung menyesap minuman lebih dulu sebelum makan, Karna itu akan baik buat pelancar makanan dalam tenggorokan.


Sembari menunggu putaran Spin berhenti, Zai mulai mengayunkan makanannya kedalam mulutnya. dengan cita rasa yang khas, Makasakan padang Daging Rendang memasuki perutnya, Menghentikan aksi demo karna terguyur oleh makanan yang datang.


Zai terus memperhatikan putaran yang mulai melambat, Dan dia berharap sesuatu yang luar biasa akan dia dapat, Perlahan dengan perlahan putaran berhenti, Dan jarum menunjukkan pemberhentiannya, tepat di sesuatu yang dia harapkan.


(Ding... Selamat anda mendapatkan Kartu Level Up Sistem, yang mana kartu ini bisa meningkatkan level sistem menjadi Level 2, Apakah tuan ingin menaikkannya sekarang atau nanti saja?)


'Sekarang saja, Aku penasaran ada hal apa di level 2'


Zai mengambil tambahan nasi yang memang sudah biasa bagi masakan padang menyediakan tambahan di piring kecil untuk orang yang mau menambah nasi untuk makan.


(Proses akan memakan waktu tiga menit dan diharapkan tuan untuk mencari tempat sepi karna tuan akan mendapat kejutan)


Zai segera bergerak cepat, Dia meninggalkan Uang seratus ribu di atas meja, Kemudian langsung berangkat dengan langkah lebar,


Dia sempat di panggil oleh kasir tempat dia makan, Karna langsung keluar saja tanpa mampir di tempatnya, Namun Zai mengatakan dengan teriakan nya, bahwa uangnya dia taruh di atas meja.


Karna dia masih belum tau apa kejutannya jadi dia harus mencari tempat sepi sesuai dengan apa yang di saran kan oleh sistem kepadanya.


Dengan segera mobil Range Rover melaju ke arah jalan Tol, Karna hanya disana ada banyak tempat yang sepi.


Tepat di tiga menit hitung mundur Zai langsung menghentikan laju mobilnya dengan menepikan nya di tepi jalan yang sepi.


(Proses mendekati Akhir harap tuan bersiap)


Aaaaaaah.... Kepala Zai langsung berdenyut kencang, Dan bumi terasa beputar terbalik, Tapi itu hanya berlangsung lima detik saja.


Lima detik cukup untuk menyiksa Zai dan membuat guncangan pada mobilnya.


'Kenapa harus siksaan lagi sistem? Meski cuma sebentar tapi itu tetap menyakitkan" Ucap nya kesal


(Itu hanyalah sebagai pengingat bahwa tuan mendapatkan sistem juga tidak mudah, Untuk membuat tuan menghargai keterikatan dengan sistem)


'Baiklah, Aku mengerti..! Tampilkan status ku'


(Ding..)


Nama lengkap : Zaidul Akbar

__ADS_1


Level : 2/100


Pesona : 10


Kekuatan : 10


Kecepatan : 10


Kecerdasan : 10


Keterampilan : Skill Bela diri Kuno (Aktif - Teknik Naga melahap matahari)


Skill Medis Super (Aktif - Teknik Sembilan Jarum Kebangkitan)


Skill Pembalap Super (Aktif)


Skill Semua Game (Aktif)


Skill Menyanyi (Aktif)


Skill Koki Super (Aktif)


Dana : Rp 4.060.988.000


Shop : Bisa diakses.


Poin Sistem: 0


Invetori : Semua keperluan tuan rumah.


Tugas : Tugas Utama Belum Selesai


'Apa yang membedakan level 1 dan level 2 Sistem? dan untuk apa poin sistem tersebut?"


(Tuan bisa mengubah latar dari layar, Bisa berubah dari warna biru ke berbagai warna yang tuan sukai, Semua Pesona, Kekuatan, Kecepatan dan kecerdasan bisa di tingkatkan dengan poin sistem yang akan di dapat setiap tuan berbuat kebaikan, Semua akan di hitung sesuai dengan tingkat dan cara tuan menolong orang. setiap satu poin sistem bisa di konversi menjadi uang sejumlah satu juta, Tapi uang Satu Juta tidak bisa di jadikan poin sistem.


Tuan masih bisa membeli apapun di Shop sistem dengan Uang, Terkeculi Pemahaman atau peningkatan Level, dan ada berbagai fitur tambahan lagi di dalam menu, Jika tuan rumah ada waktu senggang periksalah dan baca panduan yang ada disana. Apakah tuan mengerti?)


'Ya aku jelas mengerti Sistem' Ucapnya dengan nada sedang.

__ADS_1


(Apakah tuan ingin memutar kembali Roda Emas?)


'Tidak perlu, Biarkan saja aku simpan sebagai kartu keberuntungan disaat aku sedang dalam kesulitan' Sahutnya Kemudian dia melajukan mobil nya dan mencari putar balik menuju jalanan kota.


Zai melihat adanya perkelahian di antara beberapa pemuda di jalan yang sedang dia lewati, Dan dia pun menghentikan mobilnya, Lalu dia keluar dari Mobil dan berjalan untuk melerai perkelahian itu.


"Hentikan, Atau aku akan laporkan kalian kepolisi" Teriaknya dengan lantang.


Beberapa pemuda itu menengok ke arah suara dan mendapati seorang pemuda yang hampir seumuran dengan mereka sedang mengancam mereka.


"Jangan berlagak jadi Super Hero, Pergilah sana minta susu dengan ibumu, jangan mengurusi urusan kami!" Perintah salah satu dari kerumunan orang yang membawa tongkat kayu.


Kubu satunya yang tidak menyahut mundur, Mereka memang kalah orang yang kuat dikarnakan mereka membawa beberapa wanita, Sedangkan pihak lain semuanya adalah laki laki.


"Oh apa kalian baru merasa takut sekarang?" Ucap orang yang tadi bersuara menatap satu kelompok yang mundur perlahan, Jelas dia tak ingin buruannya lepas. Sembari memandang sosok cantik yang berlindung di belakang dua temannya.


"Kami tidak takut dengan kalian, Kami hanya tak ingin ada polisi yang datang menangkap kita semua" Sahut ketua kelompok itu yang lumayan berani dan berbadan cukup besar. meski sudah ada pukulan yang mendarat di wajahnya. terlihat ada lebam di pipi kanannya.


"Hahaha kau percaya dengan cecunguk kecil itu" Tunjuknya.


Setelah orang itu menunjuk, Keluar lah dari persembunyiannya sosok cantik yang pemuda itu incar dan berlari ke arah pemuda yang mengancam mereka.


"Kak Zai..!" Suara lembut itu menangis dan berlari kecil kemudian langsung memeluk pemuda tampan yang berdiri disana.


"Vera, Ada apa denganmu?" Tanya Zai sambil memeluk erat tubuh Vera yang gemetar.


"Pemuda itu ingin melecehkan aku, Dan aku menendang kantong menyan nya, Jadi dia membawa teman yang banyak untuk menangkap aku ketika aku mau pulang, Untungnya ada teman satu sekolah yang kebetulan lewat di jalan ini, Jadi aku minta tolong dengan mereka, Jika tidak aku tak tau nasibku akan bagaimana" Ucap Vera dengan sesenggukan.


Zai menatap tajam pemuda yang di tunjuk oleh Vera, Kemudian dia melepaskan pelukan Vera sambil berkata "Berlindunglah dibelakang ku" ucap nya berjalan kedepan pemuda tersebut.


"Tangan mana yang ingin melecehkan Wanitaku tadi?" Tanya Zai dengan wajah marah.


"Haha, Dia wanitamu, lalu kau mau apa, Dia sudah menendang pusakaku, Jadi wajarkan jika aku ingin serangjang dengan nya untuk mengobati sakit hatiku" Jawab nya dengan berteriak, Teman teman, Tangkap orang ini, dan biarkan dia melihat kita mencicipi wanitanya"


"Mundurlah kalian dan jaga Vera sekali lagi untuk ku" Ucap Zai kepada penolong Vera tadi, Zai langsung menyingsing lengan bajunya, Menunjuk kan tangan besarnya


Ketika selesai bicara, Sebuah serangan mengarah ke kepalanya, Tongkat melayang dengan kuat, Menderu membelang angin.


Teriakan orang dari belakang terdegar mengatakan Awas. Tapi Zai menarik kaki nya kebelakang kemudian menunduk dan melewatkan serangan itu di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2