Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Akhir Musuh


__ADS_3

Zai berdiri lalu bertanya kepada mereka. "Apa kah kalian mau menjadi bawahan ku, Dan bersumpah setia?"


Cuih..! Cuiih.. beberapa orang meludah.


"Seret mereka yang meludah dan bawa ke hadapan ku!" Perintah Zai.


Lima orang di tarik secara paksa tanpa bisa melawan dan di lempar ketika sampai di hadapan Zai.


Zai berjongkok ke salah satu nya dan memegang dagu nya, "Apa kah aku tak layak menjadi bos kalian? Ambilkan pisau untuk ku!"


Salah seorang bergegas membawakan pisau, Zai menyambut dengan tangan kanan nya lalu bersuara "Pegang kepala nya dan Tarik lidah nya, Aku ingin memotong lidah yang meludah tadi" Ucap nya manukti orang orang itu. Namun itu bukan hanya kata kata. Setelah selesai berucap dia benar benar melakukan nya.


Crez.. lidah orang itu terjatuh dan teriakan tersendat keluar dari tenggorokan nya. Dia meraung kesakitan darah terua keluar dari mulut nya. Hingga akhir nya pinsan karna tak sanggup menahan sakit yang menyiksa..


Kejam, dan menakut kan. Bahkan anggota Macan Hitam sendiri menutupi mulut mereka. Terasa ngilu lidah melihat adegan itu.


"Siapa yang ingin seperti dia?" Tunjuk Zai sambil mengambil sapu tangan di saku nya untuk ngelap pisau yang berdarah.


Anggota Elang Terbang tidak ada lagi yang berani bersuara atau pun meludah seperti di awal. Mereka tak mengira orang yang terlihat baik bisa melakukan itu semua. Tanpa berkedip. Ya Zai melakukan nya tanpa berkedip sedikit pun. Padahal jiwa nya pun tergoncang, Karna ini pertama kali nya dia berlaku seperti itu.


Mungkin kedepan nya dia akan menjadi orang yang kejam karna ini..


"Jadi apakah kalian ingin bersumpah setia kepada ku dan Organisasi Macan Hitam dan tinggalkan Elang Terbang? Karna sebentar lagi Organisasi Elang Terbang akan aku musnahkan"


Tidak ada keraguan dalam kata kata nya.


Satu orang maju dari barisan belakang dengan tertatih. Lalu berlutut di depan Zai. "Aku bersumpah kepada mu akan setia, dan akan berbagi bahagia serta duka dengan Organisasi Macan Hitam" teriak nya


Terlihat Zai mengeluarkan sebuah Pil "Siapa Nama mu?"


"Aku Gilang"


"Ambil ini, Ini adalah Pil yang akan mengikat sumpah kalian, Jika kamu berniat menghianati ku, Maka pil ini akan menjadi racun"

__ADS_1


Dengan tangan bergetar Gilang menyambut nya dan langsung menelan nya tanpa berkata sepatah kata lagi.


Setengah menit kemudian tubuh gilang bergetar dan dia merasakan vitalitas nya bertambah, 'Ini obat ajaib' Batin nya.


Semua orang pun melihat perubahan itu, Biar pun tidak terlalu signifikan tapi itu tetap terlihat perbedaan nya. Apalagi teman terdekat nya.


Lalu mereka semua berlutut dan mengucapkan sumpah setia, Zai memberikan semua orang satu Pil dan mengingatkan mereka bahwa mereka tidak akan bisa berhianat.


"Aku akan membangun kekuatan di kota ini dan sebuah perusahaan di bidang keamanan, Dan kalian akan menjadi kariayawan nya. Tenang saja kalian akan di gajih atas kinerja kalian, Dari pada kalian hidup tidak terjamin, lebih baik ikut dengan ku kan"


Semua orang bahagia mendengar nya, tidak terkecuali anggota Macan Hitam terdahulu. Kini oraganisasi itu bertambah anggota nya 68 orang.


Zai kembali ke mobil nya yang berada di belakang gudang tersebut. Lalu dia pergi dari sana meninggalkan semua orang.


Dia menuju rumah nya yang berada di Pesona moderen, Sambil menunggu telpon dari Handoko dan Torax dia pergi mandi ke kamar mandi lalu membersihkan tubuh nya.


Beberapa menita berlalu, Zai pun selesai mandi dia keluar dan alangkah terkejut nya. Dia mendapati Seorang wanita dengan pakaian longgar duduk di tepi ranjang nya sambil tersenyum.


"Aisya, Kenapa gak ngomong mau kesini?" Tanya Zai yang masih berlilit handuk di pinggang dia mendekat ke arah Aisya lalu duduk disamping nya.


"Aku punya sesuatu untuk mu, Pejam kan mata!" Pinta Zai,


Aisya langsung memejamkan mata nya tanpa bertanya, Setelah melihat Aisya menutup mata nya Zai berdiri dan mengambil sebuah kotak yang berisi kalung dan juga cincin yang di beli nya di Duta Mall.


Lalu membuka pengait nya dan memasangkan nya di leher Aisya sambil menghirup harum mawar dari leher jenjang Aisya yang menawan. Kemudian satu kecupan mendarat di leher putih itu.


"Sudah selesai" Ucap Zai. Aisya langsung meraba leher nya dan mendapati sebuah kalung yang indah tergantung disana. Buah nya Berwarna merah berbentuk hati.


"Makasih sayang, Ini sangat indah" Ucap nya langsung memegang kepala Zai dan mencium setiap inci wajah itu.


Zai membiarkan nya saja, Setelah selesai dengan aksi nya, Aisya pun duduk kembali di tepi ranjang. Zai meraih tangan kanan Aisya kemudian memasuk kan cincin di jari manis itu.


Tiada lagi kata bahagia yang dapat di ungkap kan oleh Aisya, Dia sangat bahagia, Jika dia tau dia bukan orang pertama yang mendapat kan nya, Mungkin dia akan berteriak dan tidak percaya.

__ADS_1


Aisya langsung menghamburkan tubuh nya dan menindih Zai, Dia melabuh kan bibir kecil nya dan mereka saling di mabuk asmara, Hingga beberapa menit dalam pergulatan itu, ponsel Zai berdering mengganggu.


Zai menghentikan ciuman nya. Dan mengambil ponsel nya. Lalu berjalan agak menjauh sedikit dari Aisya.


"Sudah beres bos, besok akan ada berita di koran dan Tv Banjar tentang kematian Alwi yang di bunuh oleh istri dan anak buah nya sendiri" Ucap Torax dengan nada senang.


"Baik lah, Pastikan kalian tidak meninggalkan bukti yang mengarah kepada Organisasi kita"


"Bos tenang saja, Semua bersih. Dan Agung beserta anak nya sudah saya kirim ke bandara untuk pergi ke luar negri"


"Bagus, Traktir semua anggota, Berpesta lah kalian ke Pyramid Suites, Nanti pembayaran nya akan di urus oleh Handoko, perlakukan anggota baru seperti anggota lama" Pinta nya.


Lalu Zai mendial kontak Handoko


"Bos, Baru saja aku akan menelpon mu, Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu, Bahwa semua saham milik Bu Fatma dan pak Alwi sudah saya beli. Dan kini Saham itu atas namaku, Sesuai perintah Bos muda"


"Bagus sekali, Aku sangat senang dengan kinerja mu, Jika kau mau bersenang senang datangi Torax di Pyramida Suites, Dan bayar semua konsumsi nya memakai uang perusahaan"


"Siap Bos..! Sahut Handoko dan Zai langsung memutuskan sambungan telpon nya, Kemudian dia mendekati Aisya dan mengajak nya untuk makan,


Aisya cemberut namun dia tetap berdiri. Entah mengapa dia menjadi penurut dengan Zai. Dan dia selalu bermanja dengan nya. Padahal jika di luar, dia tak pernah seperti itu dengan lawan jenis. Bahkan banyak sudah yang dia tolak.


Tapi dengan Zai, semakin lama dia semakin terpikat dan tak ingin jauh.


Mereka berdua kedapur, "Duduk lah aku akan memasak untuk mu" Ucap Zai.


"Jangan Mie sama telur, Nanti tubuh ku tidak indah lagi" Ucap nya sambil mengedipkan mata.


"Oke nyonya...!"


'Sistem, Aktifkan Skill Koki Super'


(Tunggu sebentar, Proses akan berjalan)

__ADS_1


Beberapa detik berlalu, Terdengar kembali suara sistem yang datar. (Selamat Skill Koki Super telah di aktifkan, Selamat mencoba)


__ADS_2