
Sepasang manusia berjalan santai dengan sedikit penyamaran. Tidak ada pengawal yang mendukung mereka di belakang ataupun di depan.
Dua orang itu menuju sebuah penginapan teratai putih. Salah satu penginapan terbesar di kota Cenayang itu yang persatu malamnya saja perlu menggocek lima batu kristal biru. Itupun hanya untuk kamar biasa. Untuk kamar lebih bagus tentunya perlu mengeluarkan lebih banyak batu kristal biru.
Dua orang itu bertanya kepada penyedia informasi yang duduk dengan santai membersihkan kuku.
"Bisakah aku mengakses ruangan dari dua orang tamu. Satu wanita dan satu lelaki, keduanya cantik dan tampan!" Tanya Qin Qing Mo.
Kasir itu mendelikkan matanya lalu berkata. "Ruangan vip nomor dua. Lantai dua, mereka sudah menunggu" kata wanita itu.
"Terima kasih!" Ucap Qin Qing Mo. Keduanya langsung naik tangga dan dengan mudah menemukan pintu ruangan bertuliskan vip nomor dua.
Ketika Qin Qing Mo mengayunkan tangannya untuk mengetuk pintu. Pintu terbuka dengan sendirinya ada ada suara lembut yang terdengar dari dalam "Masuklah. Putri Qin Qing Mo dan pangeran Kang Hong!"
Keduanya saling pandang. "Apakah mereka memprediksi kedatangan kita?" Kata Kang Hong sedikit bingung.
"Untuk memastikan, lebih baik kita masuk. Mereka juga sudah mengatakan bahwa mereka bukan musuh!" Ucap Qing Mo.
Langkah kaki keduanya pun terdengar menapaki lantai ruangan. Pintu segera tertutup kembali dengan otomatis namun keduanya tidak menghiraukannya.
Terlihat satu orang lelaki duduk berselonjor di kursi dengan seorang wanita yang memijat kakinya. Begitu nyaman dipandang, begitu nyaman dibayangkan.
"Apakah kami mengganggu?" Tanya Qin Qing Mo
__ADS_1
"Duduklah! Kami sudah lama menunggu" kata Zai yang membenahi duduknya. Kemudian dia menuangkan cappucino hangat ke dalam dua gelas dan mendorongnya ke depan. "Minumlah! Ini adalah minuman yang mungkin hanya sekali seumur hidup kalian merasakannya lalu dia melambaikan tangannya lagi dan muncul martabak spesial di meja, yang menggoda lidah harumnya. Ditambah acar timun sebagai penambah sedap rasa.
"Jujur aku penasaran, dari mana asal makanan ini. Karena selama aku hidup di kekaisaran Kanggo, aku tak pernah mendengar ataupun melihat hal yang seperti ini?" Kang Hong segera bertanya. Dia sudah memikirkan hal itu semalaman. Bahkan setiap gigitan dari paha ayam yang dikatakan ayam Kfc itu begitu nikmat dalam tiap gigitan.
"Jangan dipikirkan masalah asal dan muasalnya, karena kamu belum tentu dapat menjangkau tempatnya. Yang terpenting. Apakah kau mau menjadi kaisar selanjutnya?" Tanya Zai.
Diam!! Keduanya terdiam.
Pertanyaan itu tentu mengejutkan Kang Hong dan Qin Qing Mo, mereka saling pandang dan saling berpikir. Setelah lima tarikan nafas terdiam.
Kang Hong bertanya. "Apakah keuntungan yang kau dapatkan jika aku menjadi kaisar Kanggo?"
"Tidak ada!" Zai menjawab sekenanya saja dengan kedua bahu yang terangkat. "Tapi itu terserah kamu!"
"Siapa yang tidak ingin menjadi kaisar di kekaisaran sendiri. Apalagi aku adalah anak dari seorang kaisar dari selir yang dikucilkan dan tidak masuk dalam kualifikasi. Selain itu juga, karena kekuatanku yang paling rendah diantara yang lain.
Zai tersenyum. "Menikahlah dengan Putri Qin Qing Mo. Maka kau akan mendapatkan dukungan dari raja Qin" kata Zai.
Ada wajah merah merona mendengar kalimat itu dikatakan oleh orang lain dan ditujukan untuk dirinya. Dia masih penasaran dimana pemuda di hadapannya itu tau identitas mereka. Bahkan dengan jelas mengatakan tanpa keraguan.
"Tentu aku akan menikahinya. Aku juga menyukainya sejak dulu. Tapi karena hidupku sekarang sedang ditekan oleh kedua kakakku yang sedang bersaing itu. Maka aku tidak ada waktu untuk melamarnya" kata Kang Hong. Dia meraih tangan Qin Qing Mo.
Membuat wajah Qin Qing Mo semakin memerah semerah tomat.
__ADS_1
"Aku akan membantumu, aku tidak meminta apapun. Hanya ingin membantu saja" kata Zai seraya menyandarkan punggungnya "minumlah selagi hangat! Dan juga makan makanan yang ada" Katanya lagi. Sedari tadi mereka tidak mengambil keduanya.
Qin Qing Mo dan juga Kang Hong langsung meraih gelas dan menyesapnya.
"Sangat nikmat!" Kata itu keluar dari mulut Kang Hong dan juga Qin Qing Mo. Mereka juga mencicipi pizza yang kejunya meleleh di mulut. Terlihat begitu menikmatinya. Mereka memberikan nilai sepuluh untuk makanan dan minuman itu.
"Sekarang beri aku informasi dari kekuatan kedua saudaramu!?" Kata Zai.
"Maaf sebelumnya. Kita belum berkenalan secara resmi. Kau sudah tau namaku entah dari mana tapi aku belum tau namamu!" Kata Kang Hong. Dia mengulurkan tangannya.
Zai juga bukan orang yang sombong. Terlebih ini adalah misi yang harus dikerjakannya.
Dia menyambut uluran tangan itu dan menyebutkan namanya "Panggil aku Zai. Tanpa marga. Hanya itu saja dan dia Laila, jangan tanya sesuatu yang tidak perlu ditanyakan!" Kata Zai seraya menunjuk wanita di sisinya yang kini memijat kan bahunya.
"Tentu, itu tidak masalah. Meskipun aku sangat penasaran dengan banyak hal, namun bisa mendapat bantuan darimu itu adalah keberuntunganku, aku dapat merasakan kekuatanmu berada diatasku bahkan kau lebih muda dariku" kata Kang Hong.
Sedangkan Qin Qing Mo hanya menikmati makanan yang tak pernah dia makan sebelumnya dengan lahap. Bahkan lelehan keju mengalir di sela bibirnya, sesuatu yang sangat menggoda dipandang mata.
"Di kekaisaran Kanggo tidak ada putra mahkota. Semua anak dapat kualifikasi untuk menjadi kaisar dengan syarat ranah kultivasi minimal harus berada di ranah bumi tahap awal. Dan aku tidak masuk hitungan karena masih berada di ranah inti energi tahap puncak, padahal tinggal sedikit lagi tapi aku tersendat. Sebab tidak banyak sumberdaya yang kudapatkan sejak kaisar mulai sakit. Pasokan milikku disabotase dan hanya diberikan seperempatnya saja dari keseluruhan pembagian bulanan untuk putra kaisar.
Aku juga tidak memiliki orang dalam yang mendukungku. Sebab aku terlahir dari selir. Bukan dari permaisuri seperti kedua kakakku.
Tampak dari luar kekaisaran Kanggo ini sangat baik. Namun jika dilihat dari kedalaman istana. Maka semua bisa dikatakan pecah. Sebab kini ada dua kubu yang saling berperang dingin. Ada yang memihak Kang Lai ada pula yang memihak Kang Jun.
__ADS_1
Sementara yang memiliki pendukung terbanyak adalah Kang Lai. Bukan hanya itu. Dia juga memiliki kekuatan ranah bumi tahap puncak sekarang dan ada jendral perang yang berada di ranah Raja Bumi tahap puncak.
Sedangkan Kang Jun mendapat dukungan dari para menteri. Dia menguasai pasar serta pengelolaan sumberdaya. Terlebih dia berada di ranah bumi tahap puncak juga." Terang Kang Hong dengan tertekan. Itu terlihat dari raut wajahnya.