Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Makan malam


__ADS_3

Malam yang indah dihiasi dengan dekorasi yang menambah keindahan. Di samping kolam renang, ada cukup banyak tamu yang hadir dan bersalam-salaman, saling mengenal dan berbincang.


Pada awalnya, Richard merencanakan makan malam hanya berempat dengan istri serta anaknya dan juga satu orang yang begitu berjasa bagi keluarganya.


Namun setelah dipikirnya, akan lebih menguntungkan untuknya jika mengundang lebih banyak orang dan mengadakan pesta kecil-kecilan di sebuah hotel yang cukup megah, walaupun harus mengocek kantong cukup tebal, tapi demi kenyamanan seseorang yang bisa mengatur kerjasamanya dengan bos besar International Group. Dia tidak akan perhitungan.


"Sel, bagaimana, apakah sudah ada kabar darinya?" Tanya Richard kepada Selly yang terus memegang ponselnya.


"Katanya sudah dijalan ayah! Tunggulah sebentar!" Sahut Selly, "ayah seperti ingin bertemu calon mertua untuk pertama kali saja, terlihat tegang banget!" Selly terkekeh.


"Apakah ayah terlihat sangat gugup?" Richard kembali bertanya, dia memang merasakan rasa yang agak aneh, mungkin ini karena akan bertemu dengan orang besar, orang berpengaruh, tak mungkin orang yang dapat berhubungan baik dengan presdir International Group hanya orang biasa tanpa identitas.


Sebuah mobil melaju dengan santai memasuki parkiran Hotel, seorang pemuda dengan style dan gaya yang sopan keluar dari mobil itu.

__ADS_1


Dan menuju kemana acara berada.


"Aku sudah di dalam Lift" kata Zai setelah telponnya terhubung. Dia benar ada di lift sekarang, lift menuju lantai dua puluh. Dimana disana adalah tempat yang di boking oleh Richard pemilik acara.


"Aku menunggu di depan lift, ayah ingin sekali bertemu denganmu dan berterima kasih" kata Selly dengan nada yang riang.


Kurang lebih Tiga puluh detik, satu langkah kaki dan setengah tubuh keluar dari Lift dan langsung disambut hangat oleh sebuah pelukan.


Semerbak wangi khas wanita menebarkan aroma yang menggoda, bagaimana tidak? Pusat dari keharuman itu sekarang mendekap erat.


Zai tidak berkata apapun, dia hanya tersenyum, hingga Selly melonggarkan pelukan itu baru dia berkata.


"Aku tidak mengambil pamrih atas bantuan yang ku ulurkan. Sebaiknya kita masuk, takutnya nanti ada yang melihat kita di luar sedang pelukan dan mendokumentasikannya dalam sosmed, itu akan viral dengan cuitan berpelukan di depan Lift" kata Zai

__ADS_1


"Alah, alasan saja! Ayo masuk, ayah juga sudah menunggu lama dan hidangan sudah tersaji sedari tadi" kata Selly.


Keduanya masuk, selly tidak melepaskan tangan Zai dengan mengalungkan tangannya sendiri. Seolah tangannya adalah rantai yang harus mengikat Zai agar tidak di ambil orang.


Banyak pasang mata yang melirik ke arah mereka berdua, satu cantik, satu lagi tampan. Sangat cocok seperti dewa dan dewi yang berkunjung ke bumi.


Tentunya akan selalu ada yang iri melihat kedekatan mereka, entah dari pihak Zai ataupun dari Selly sendiri.


Kini keduanya terus melangkah hingga menemukan Richard.


"Maaf aku tinggalkan dulu kalian, aku ada sedikit urusan yang penting, tamu istimewaku akhirnya datang" kata Richard kepada teman dan kolega bisnisnya.


Richard bergegas mendekati putrinya dan seorang yang berada disampingnya. "Anak ayah sudah besar, ini pertama kalinya Loh, putri ayah yang manja ini menggandeng lelaki muda" goda Richard kepada Selly sebelum menatap pemuda tampan yang kini berada di hadapannya.

__ADS_1


Author telah kembali.


__ADS_2