Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Mengakhiri Masalah


__ADS_3

Tubuh Benny bergidik mendengar dan melihat tatapan tajam dari Torax,


Ruangan itu sunyi, Bahkan sendok jatuh pun akan terdengar nyaring, tiada lagi suara teriakan dari anak buah Benny yang terbaring di lantai,


Mereka terpaksa menutup mulut mereka. Bahkan ada yang menggigit bibir nya agar tidak berteriak. Karna mereka sudah mendengar tengang kekejaman ketua Macan Hitam.


Tapi ada satu hal yang membuat mereka bingung, Bahkan Benny sendiru keheranan di buat nya,


Ketika Torax menyapa pemuda itu dengan sebutan Bos, Bahkan dengan sangat sopan.


"Apakah ini sebuah kegilaan, Atau kah aku bermimpi?" Tanya Benny sambil memegang kepala nya yang berdarah terkena pecahan beling.


"Tidak, Kau tidak lah bermimpi, Ketua Macan Hitam sesungguh nya adalah orang yang baru saja kau singgung, apakah sekarang kau sadar, Bahkan ayahmu datang pun tak kan bisa menyelamatkan mu, Jika tak ada ampun dari ketua kami, Kau Faham posisimu sekarang!?" Teriak Torax kepada Benny


Zai menatap Ferdinan yang diam saja setelah duel dengan nya tadi.


Ferdinan melakukan hal yang sama, kemudian menatap Benny dan berkata "Maaf kan aku, Tugas ku untuk melindungi mu sudah selesai, Ini di luar batas tanggungan ku, sampaikan terima kasih ku kepada ayahmu jika kamu masih hidup" Ucap nya lalu berjalan keluar ruangan


Tapi anggota Macan Hitam tidak memberi jalan.


"Jika kau perlu pekerjaan datang lah, Dan cari aku di Sky Pavilun" Ucap Zai lalu menyuruh anak buah nya untuk memberi jalan.


Dia tak ada urusan dengan Ferdinan, Jadi dia membiarkan nya lepas, juga dia tak ingin menjadikan Ferdinan musuh, Alangkah baik nya jika dia bisa di rekrut, Itu lah yang di pikirkan oleh pemuda itu.


Kini dia menatap Benny lalu berkata "Suruh ayah mu kesini dalam sepuluh menit, Jika tidak setiap satu menit yang terlewat, Maka satu jari mu akan hilang" Ancam Zai


Tapi itu manjur, Benny bergegas menelpon ayah nya. "Ayah, Cepat kamu kesini, ke perusahaan, Jangan lapor Polisi, Jika tidak anak mu tak kan selamat" Ucap nya.


"Ada apa memang nya? Kenapa kau terdengar panik? bukan kah seharus nya kau menikmati malam dengan anak nya Supriyadi!"

__ADS_1


"Tak perlu membahas itu dulu ayah, Sekarang ayah harus datang sebelum sepuluh menit, Nyawaku terancam ayah" Benny menangis seperti anak kecil dengan ingus yang mengalir.


"Mat, kamu pergi ke ruang cctv dan matikan semua cctv dan juga hapus semua rekaman yang ada" Ucap Zai yang langsung di Angguki oleh Amat. Dia membawa dua orang untuk membantu nya, untuk antisipasi Jika satpam melawan.


"Sayang, kesini, Kamu mau apakan orang ini?" Tanya Zai kepada Aisya sambil menyuruh Aisya untuk mendekat.


Aisya masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada di hadapan nya. Dia malam ini di beri kejutan yang tidak terduga, Dari hadiah kalung dan cincin, Zai yang bisa memasak makanan enak, juga Zai yang jago bela diri, bahkan kejutan terakhir nya adalah, Zai ketua dari Organisasi Macan Hitam.


Sungguh dia tak percaya jika orang lain yang mengatakan nya.


Aisya mendekat dengan tubuh gemetar, Zai melihat itu tersenyum, "Aku harus kejam agar bisa menjaga orang yang ku sayangi" Ucap nya sambil menyibak kan rambut ke telinga Aisya yang menutupi wajah cantik nya. "Dan juga jika aku lemah, Nanti nya wanitaku akan di tindas dan di ambil orang" Canda nya sambil menarik pinggang Aisya dan mendekap nya.


Adegan itu di lihat oleh ayah nya Aisya, Tapi dia tak berani bersuara, Dia harus memberikan restu nya kali ini, Jika tidak, dia tak kan tau apa yang terjadi bila menentang pemuda itu.


Aisya mengerti apa yang di ucapkan oleh Zai adalah kebenaran, Jadi dia memaklumi nya. Tapi hati nya masih merasakan takut, Takut jika terjadi sesuatu kepada kekasih nya itu.


Tujuh menit kemudian Pye Phong sampai di parkiran gedung Perusahaan nya, Dia melihat banyak orang yang berjaga di bawah, "Siapa sih yang di singgung anak manja ini?" Gumam nya, Lalu dia menuju pintu, Tidak ada yang menghentikan nya, Pye Phong naik ke lantai dua dan menuju ruangan yang biasa di pakai untuk pertemuan.


Benny masih menunduk kepala nya, Dia belum berani menyahut atau pun mengangkat tegak kepala nya.


Semua mata anggota Macan Hitam tertuju kepada lelaki yang baru datang, bahkan Ayah nya Aisya pun memandang kasihan dengan Pye Phong.


"Supriyadi, apa yang terjadi dengan anak ku?" Tanya dengan tatapan tajam, Namun ayahnya Aisya tidak menjawab, dia ikut diam karna ini bukan lagi hak nya untuk bicara.


"Ambilkan kursi untuk orang ini," Pinta Zai kepada Anggota nya setelah itu dia menyuruh Pye Phong untuk duduk ketika kursi datang.


"Pada awal nya semua ini dapat di selesaikan dengan damai, Hanya saja kesombongan anak mu ini telah membangun kan singa yang sebenar nya hanya ingin lewat" Ucap Zai kepada Pye Phong


"Maksud mu?" Tanya nya kepada Zai

__ADS_1


"Dia menginginkan wanita ku ini untuk menjadi penghangat ranjang nya, Jika kau jadi aku, Apa yang akan kau lakukan untuk membuat jera orang itu?" Tanya Zai dengan Aura mendominasi nya. Setiap kata nya penuh dengan penekanan.


"Apa yang kau ingin kan, katakan saja! Jangan bertele tele!" Ucap nya.


"Haha haha, Aku suka dengan mu, Baiklah, Aku ingin surat hutang piutang Om Supriyadi di sobek di hadapan ku sekarang, sebagai kompensasi atas pemukulan yang di lakukan anak mu kepada Ayah nya wanitaku"


Pye Phong berdiri lalu membuka loker kecil dengan kunci yang selalu di bawanya yang ternyata disana ada brangkas tersembunyi. Terlihat dia mengulurkan tangan nya untuk mengambil selembar kertas perjanjian lalu membawanya kehadapan Zai dan menyerahkan nya.


Zai menyambut lalu menyuruh Aisya untuk memastikan nya, Setelah hampir satu menit Aisya membaca surat perjanjian itu, Dia mengembalikan nya kepada Pye Phong.


"Sobeklah sekarang" Perintah Zai dengan suara lantang.


Dengan mengertakan gigi nya, Pye Phong langsung menyobek kertas itu, Hati nya menjerit, Karna akan kehilangan Uang satu milyar secara percuma, tapi Demi keselamatan anak nya yang manja, Itu harus dilakukan...


"Sekarang lepaskan anak ku" Ucap nya.


"Masih ada satu hal lagi, dia harus menyelesaikan Scor dengan ku, Aku ingin kau mematahkan satu tangan nya, Ini untuk pengingat agar tangan nya tidak lagi berani ingin menyentuh wanita ku"


"Ka-kau" Suara Pye Phong tercekat, Namun seperti nya dia harus melakukan nya.


"Maafkan aku Nak" Ucap nya berdiri lalu meraih tangan Benny yang juga sudah pasrah dengan nasib nya.


Kraak!! Aaakh.! Anak manja itu pun pingsan karna tak kuat menahan sakit nya.


"Ingat, Jika kamu berani berniat untuk balas dendam di kemudian hari, Akan aku pastikan tidak ada yang hidup di antara keluargamu, satu pun!" Ucap Zai.


"Ayo kita tinggalkan tempat ini!" Kata nya lagi memerintah kan semua anggota Macan Hitam,


Zai menyuruh Udin untuk mengantarkan ayahnya Aisya ke rumah sakit untuk berobat.

__ADS_1


Sedangkan dia dan Aisya kembali ke rumah Di Pesona moderen, Mereka menguncang ranjang dan melalukan nya hingga siang hari..


__ADS_2