Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Ular mencari sarang


__ADS_3

Bawi menyambutnya dengan telapak tangan terbuka,


Karna Amat sudah melepaskan ikatannya, Terlihat masih ada getaran di tangannya, entah karna masih merasakan sakit ditubuhnya atau sakit pada hatinya karna kenyataan yang baru saja dia terima.


"Aku akan mengikutimu mulai sekarang" Ucapnya dengan mantap. lalu menelan Pil itu meskipun dia tak yakin apakah sebutir pil mampu mengembalikan tenaganya yang hilang.


Hingga beberapa saat berlalu perubahan pun mulai dirasakan dalam perutnya diatas sedikit dari *********** terasa panas yang membara, Seperti racun yang menggorogoti tubuhnya. Jelas dia berguling dan berteriak kesakitan.


Tapi selang berganti menit tubuhnya kini tidak lagi merasakan sakit, Dia lebih bisa merasakan hangat yang menjalan keseluruh nadi dan darahnya.


'Ada apa ini, Kenapa aku merasa tubuhku sekarang memiliki kekuatan yang besar, Lebih besar dari sebelumnya? apakah karna Pil itu?' Dia hampir tidak percaya, Tapi kenyataan dan fakta sudah berkata untuk apa jika tidak mengakuinya, Hatinya kini bertambah keyakinan bahwa pemuda dihadapannya itu seperti dewa.


"Terima kasih banyak, Aku pasti akan setia, Jika boleh aku akan meminta untuk dua teman ku lagi" Ucapnya dengan menunduk karna tak ingin dicap sebagai orang yang tak tau diri.


Zai segera memberikan dua butir lagi pil yang memang sudah berada dalam genggamannya.


"Mat Carikan mereka pakaian baru, dan beri mereka makanan yang layak, Aku akan keluar dulu" Ucap Zai lalu berbalik dan memanggil Udin dan mengajaknya untuk jalan sebentar "Bagaimana keadaan Torax dan anggota yang lainnya?"


"Mereka sudah ditangani oleh dokter, Dan beristirahat beberapa hari lagi di ranjang rumah sakit" Udin mendesah setelahnya, "Karna aku Bos Torax jadi seperti itu ketua, maafkan aku"


"Tak perlu kau ambil pusing, Itu memang sudah janjinya, Yang terpenting mereka masih selamat" Zai menepuk bahu Udin yang terlihat sedih.


"Baik Bos, Aku sudah menyiapkan tempat untuk ketua istirahat atau bermalam disini, Kalau Ketua ingin aku bisa mengantar keruangan itu"


"Terima kasih, Tunjukan jalannya"


Dua orang itu berjalan berdampingan dan berbincang santai layaknya kawan, Karna Zai memintanya memanggilnya dengan nama biasa saja jika sedang tidak banyak orang.


Dua belokan terlewati lagi karna kediaman itu cukup besar jadi perlu waktu untuk mencapai tempat tujuan.


"Silahkan Ketua, Jika ada yang diperlukan, Ketua bisa langsung menghubungi aku, Karna sekarang aku yang akan menggantikan bos torax sementara waktu"


"Belikan aku makanan Kopi saja" pinta Zai sambil tersenyum.

__ADS_1


Jika anggota Macan Hitam melihat senyum ini, Tidak akan ada yang menyangka seseorang yang memiliki senyum indah bisa lebih kejam saat marah.


"Baik ketua, aku permisi dulu" Udin langsung berbalik dan bergegas mencari makanan kesukaan ketuanya yaitu Nasi Padang Ayam Gulai.


Zai mendorong pintu dan melangkahkan kakinya ke dakam, Dia menemukan ruangan yang elegan dengan desain interior yang memanjakan mata dengan warna putih yang mendiminasi.


Dan ada Bar kecil didalamnya serta kulkas mini yang berisi minuman dingin.


Zai meraih kursi dan duduk disana, Lalu dia mengeluarkan Leptopnya dan mulai menyelidiki di internet nama Child Moon.


Setelah tidak ada menemukan apapun dia menyambungkan ponselnya dengan Leptop untuk melacak nomor kontak Ketua Child Moon itu.


Dia menemukan lokasi nomor telpon itu dan segera menyuruh pasukan banyangan untuk keluar.


Tiga orang kini keluar dari sisi gelap ruangan, Mereka bertiga berdiam menunggu perintah.


"Kalian bertiga pergi kelokasi ini, dan bergerak menguasai wilayah-wilayah terdekatnya, Aku ingin sebelum kita menghancurkan musuh ini, Kita harus menguasai dulu semua wilayahnya, Agar tidak ada korban di pihak kita!"


"Kami mengerti Tuan"


Kemudian dia memanggil seseorang kembali, "Hendri perintahkan kepada enam temanmu yang lainnya untuk pergi keluar negri, Ambil uang sebanyak yang kalian perlukan didalam Brangkas milik Nelson yang berada di kamar utama"


"Baik Tuan, Saya akan segera mengabari ke teman yang lainnya"


"Terima kasih, Satu hal lagi sampaikan pada yang lainnya, Buatlah sebuah perusahaan yang besar di setiap tempat yang akan kalian datangi, aku akan berkunjung ke tempat kalian nantinya, Kalian juga boleh memiliki kisah yang kalian mau untuk hidup didunia ini" Pesan nya lagi sebelum memutuskan sambungan telpon


Lalu memejamkan matanya untuk merehatkan pikirannya dari pikiran dunia.


..............


Disisi yang lainnya, Setelah memutuskan sambungan telpon dengan lelaki yang tidak dikenalnya. Dia segera memerintahkan beberapa orang Assassin yang selalu bersamanya dalam kegelapan.


"Kalian berdua adalah yang paling lama bersamaku dan paling aku percayai, Sekarang aku sedang dalam masalah, Ada empat orang bawahanku yang tertangkap di Kota kecil Banjarmasin, Mereka pergi ketempat ini" Ketua Dark Moon menyodorkan alamat lengkap dan mereka segera pergi untuk mengurus keberangkatan.

__ADS_1


"Bangsat...!" Dengan marah dia meraih kursi kayu dan menghempaskannya kelantai.


Gubraaaak...!


"Berani sekali orang itu menangkap anak buahku, Awas saja jika ku temukan dirimu, akan ku libas dengan tanganku sendiri" Gumamnya lalu pergi keluar ruangannya membanting pintu dengan keras.


Lalu dia pergi mencari tempat hiburan untuk membuang kekesalannya..


............


Mentari selalu setia muncul memberi cahaya tanpa kenal lelah, Meski kadang dia tak dihiraukan kehadirannya.


Satu orang terlihat duduk di balkon lantai dua miliknya untuk menikmati suasana pagi yang menyegarkan.


Dia kemudian mengutak-atik ponselnya dan menemuka sebuah kontak yang sudah lama tersimpan namun tak pernah dia panggil. dengan ragu dia mengklik kontak itu dan tersambung, Tapi di matikan lagi dengan segera. dia hanya mencoba apakah kontak itu aktif atau juga kontak itu betul nomornya.


Zai terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Seperti orang malas yang bangun kesiangan.


Untungnya dia bukan pemalas sesungguhnya, Jika tidak bagaimana dunia akan berkembang jika memiliki warga yang seperti itu.


"Sepertinya tadi yang menelpon, coba Ku periksa" Dia bergumam sendirian sambil mencari ponselnya.


Dia menemukan ponselnya berada diatas meja bekas dia duduk tadi malam untuk melacak keberadaan Posisi ketua Dark Moon.


Dia pun segera berdiri dan meraihnya. lalu melihat siapa Id pemanggilnya. "Tidak ada nama, Siapa ya? lebih baik ku telpon balik saja.


dua kali dering tersambung, lalu suara lembut datang menyegarkan telinga "Hallo.."


'Eh ternyata dia wanita' "Kamu siapa, Tadi sepertinya baru nelpon aku?" Zai bertanya dengan kesopanan karna wanita selalu ingin diperlakukan dengan baik.


"Maaf tadi aku kepencet, Apa aku ganggu kamu? Aku Madina" Sahut suara lembut itu.


"Ooh Bu Polwan, Gak ganggu Bu, Apa Bu Polwan ingin merasakan pijatanku lagi?" Zai bertanya sembari menggoda, Karna jika sekali pernah, maka yang kedua kali bisa saja terjadi. setidaknya itulah yang dipikirkan...

__ADS_1


"Aku cuti, Kamu bisa datang kerumahku" Madina memeberi celah untuk ular mencari sarang...


__ADS_2