
Sistem mulai mempengaruhi pikiran mereka dan tanpa sadar alam bawah sadar mereka mengikat satu keputusan bahwa mereka pasti akan setia kepada bos muda yang ada dihadapan mereka apapun yang terjadi.
"Sekarang kalian ambil masing masing satu, dan pulang lah, Bawa Mobil itu kerumah kalian, Ingat ini ku berikan untuk loyalitas yang akan kalian berikan terhadap perusahaan" Ucap Zai menambah kegembiraan dihati lima orang itu.
Segera mereka serempak berdiri dan mengucapkan kata permisi sebelum keluar dari ruangan itu. "Jangan lupa tutup pintunya" Ucap Zai lagi untuk orang yang terakhir keluar.
Zai mendekat kearah Jendela dan menyibak tirai yang ada disana lalu pandangannya mengarah kebawah dimana ada lima buah Mobil yang terparkir disana. jelas terlihat dari wajah mereka kegemburaan. bahkan Lidya hampir terjatuh saking gembiranya. untungnya Andre tepat berada dibelakangnya jadi dia bisa langsung menangkap tubuh Lidya.
"Kamu Ga Papa kan Lid?" Tanya Andre.
"Iya, Apakah kamu sakit?" tanya yang lainnya.
"Tidak, aku hanya terlalu bahagia saja, ini pertama kalinya aku bekerja diperusahaan, dan awalnya aku hanya mencoba-coba saja. tapi tidak mengira diterima. apalagi diberi bonus yang hampir tidak bisa diterima dengan akal sehat" Sahut Lidya dengan tersenyum, Dia melanjutkan lagi ucapannya "Ini akan sulit, Aku bahkan tidak bisa nyetir" Lidya tertunduk malu sambil menyengir.
"Nanti aku ajarin" Ucap Andre dengan sigap. dia cukup terpincut dengan kecantikan Lidya dan tiga orang lainnya mengerti karna hanya mereka yang masih lajang.
"Kalau tidak merepotkanmu" Sahutnya.
"Karna kita ada waktu hingga besok hari baru bekerja, jadi aku akan mengajarimu mulai saat ini, Tekan tombol pada kunci yang bergambar buka" Pinta Andre.
Segera Lidya menekannya dan Mobil berbunyi serta berkedip, Setelah itumereka pun melangkah ke Mobil nomor dua.
"Pa, Aku tidak perlu dijemput, sekarang aku dapat hadiah loh Pah, Ini hadiah besar" Ucap Rina mengabari suaminya lewat telpon, dia pun sama dengan Lidya hanya mencoba saja untuk melamar kerja disini karna mereka baru menikah dua bulan yang lalu. dan suaminya hanya bekerja sebagai sopir online.
"Rey, Kamu bisa tidak bawa Mobil" Tanya Rizal.
"Sedikit bisa, tapi aku belum punya sim A, karna aku tidak pernah ngebayangin mendapat sebuah Mobil diawal aku bekerja. Aku merasa ini tidak masuk akal, Kau Zal! jantungku rasanya hampir meledak karna tidak percaya" Reyhan mengungkap sedikit jejak diperasaannya.
__ADS_1
"Kau tau! aku pun sama, Kita sama Rey, Dan aku pun berjanji dalam hatiku, Aku akan setia dan loyal kepada perusahaan ini, tidak, tapi dengan Bos Muda kita ini lebih tepatnya!" Seru Rizal dengan gembira setelah itu mereka tes Drive di halaman gedung berlantai Lima itu, dengan hati senang dan gembira,
"Aku akan mengurus sim A lebih dulu, selagi ada waktu" Ucap Rizal lagi kepada Reyhan kala mereka duduk setelah menghentikan Tes Drive mereka masing-masing.
"Kita barengan saja Zal" Ajak Reyhan segera berdiri lalu berjalan untuk mengambil Motornya yang ada diparkiran, "Kau naik apa tadi kesini?" Tanya Reyhan sekali lagi, dia berbalik badan hanya untuk bertanya.
"Aku naik angkot" Sahut Rizal tanpa rasa malu, Karna sedikit banyaknya dia tau sudah dengan sifat Reyhan selama mereka berbincang beberapa jam terakhir, dia memang tidak terlahir dari perut wanita kaya. jadi dia hidup seadanya menjadi anak tunggal dan sudah kehilangan ayah sejak lama. karna meninggal. dan kini bertanggung jawab membahagiakan ibunya seorang yang sudah mulai menua.
Dan sebelum berangkat melamar pekerjaan, Ibunya pun berpesan "Jadilah orang baik yang tidak menyusahkan orang lain dalam pekerjaan, Hingga kau bisa disukai oleh banyak orang dengan pekerjaanmu, Yang halal bisa menjadi haram hanya karna cara kerja saja. jadi berikan ibu yang bukan hanya halal saja tapi sangat baik, Rezeqi yang baik akan menentukan hasil yang baik"
"Kalau begitu ikut aku, kita meluncur ke Satlantas" Ucap Reyhan setelah menghidupkan mesin motor miliknya, Rizal segera Naik ke Motor. mereka pun menghilang dari pandangan.
...........
Zai tersenyum melihat mereka dari atas. ada rasa senang dalam hatinya melihat raut wajah mereka yang bahagia mendapat hadiah.
Monte langsung menyapa "Selamat siang tuan Muda, Apakah Tuan mau dibelikan makan siang?" Tanya nya sedikit membungkuk
Zai menggelengkan kepala, Setelah itu dia tersenyum dan berkata "Tidak perlu, aku akan pergi sebentar karna ada janji"
"Baik Tuan muda"
Andre dan Lidya menghentikan perbincangan mereka ketika melihat Bos Mudanya berjalan kearah mereka " Selamat siang Bos" Sapa mereka berdua
"Siang juga! Kenapa kalian tidak pulang?" Zai bertanya dengan pura-pura tidak tau alasannya.
"Saya belum bisa nyetir bos, Jadi ini minta diajarin sama Andre" Sahut Lidya.
__ADS_1
"Oh oke, lanjutkan saja, Jangan terlalu dipaksakan, Jika masih tidak bisa tinggal saja dulu Mobilnya diparkiran, aku akan pergi dulu" Ucapnya lalu melangkah kearah Mobilnya "Sepertinya kalian Cocok" Ucap Zai lagi berpaling setelah berjalan lima langkah.
Mobil Xenia pun melaju dijalan raya.
"Terlihat sederhana tapi nyatanya dia seorang yang kaya, dibandingkan dengan Mobil yang dia berikan kepada kita berlima mobilnya itu jauh lebih murah" Ucap Andre menjelaskan pengetahuannya sedikit tentang Mobil.
"Ugh aku sangat bersyukur memiliki Bos yang seperti itu, Aku juga tidak menyangka bahwa masih ada orang kaya yang tidak ingin terlihat kaya" Ucap Lidya.
"Jangan salah, Masih banyak juga orang kaya yang masih menyembunyikan kekayaannya hanya untuk tetap terlihat rendah hati, Dan salah satunya Bos muda kita ini, Orang seperti ini kalau sudah tersinggung akan sulit mengatasinya, Seperti ucapannya, Ini adalah awal karir gemilang kita, Dan tentu aku tak akan menyesali keputusanku bekerja disini! Bagaimana denganmu?
"Sama aku juga" Sahut nya, "Aku traktir kamu makan siang, Jangan ditolak, dan ini bukan upah untuk mengajariku nyetir, aku hanya ingin saja mentraktirmu"
"Tentu aku tidak akan menolak traktiran orang cantik" Andre mulai mengeluarkan gombalannya.
"Cih menggombal" Ucap Lidya dengan wajah yang sedikit memerah.
"Aku ngegombal juga untukmu, kamu memang cantik"
Kalimat itu semakin menambah panas diwajah Lidya "Sudah ah, ayo cepat! kamu yang pilih, mau makan dimana?"
"Naik Motor ku saja Lid"
"Mm" Lidya mengangguk lalu naik kemotor dengan duduk mengarah kesamping, karna saat itu dia memakai Rok.
"Sudah siap tuan Putri?" Ucapnya lagi, Lidya hanya menepuk pelan bahu Andre, Dan andre langsung menghidupkan motornya dan berangkat menuju tempat makan yang dia inginkan.
Sejak aku melihatmu, Ada sebait kata yang terukir dihatiku, aku yakin itu bukan hanya bait kata tanpa makna
__ADS_1