
Beberapa dokter didatangkan dari negara belahan dunia untuk mendiagnosa penyakit dari Zai.
Sedangkan Laila hanya diam saja, itu memang sudah takdir yang tak bisa dirubah. Dan itu adalah keputusan Zai sendiri. Meski dia mengetahui semuanya. Namun dia tidak mengungkapkan ke semua istri Zai bahwa Zai hanya tertidur untuk waktu yang belum ditentukan lamanya.
Silih berganti dokter terbaik datang untuk mengobati namun tidak ada perubahan, Zai bernafas namun tidak bangun. Bisa dikatakan Zai dalam keadaan tidur panjang seperti putri tidur yang tak bangun meski dibangunkan dengan cara apapun…
Setahun berlalu..
Zai masih dikamar, dimana pertama kali dia tertidur. Sudah ada berapa kali kasur itu berganti.
Sekarang Alisya telah melahirkan anak kembar laki-laki dan juga Amanda yang melahirkan anak perempuan kembar.
Istri yang lain tidak memiliki anak, tapi mereka tetap menyayangi empat anak dari suami yang sama. Tidak ada yang membedakan kasih sayang mereka sama merata.
Dan yang paling tua disana menemani empat anak Zai adalah Rendy, anak dari Juli Xiao dengan suaminya terdahulu.
Dia sekarang berumur tujuh tahun.
Semua urusan keuangan diserahkan kepada Laila, karena hanya Laila yang mengetahui semua aset milik Zai. Namun tentunya dia tidak serakah dan semua istrinya menikmati hasil dari harta Zai.
Perusahaan Z Group terus melebarkan anak perusahaan ke berbagai negara.
__ADS_1
Eksistensinya melambung tinggi mempertahankan sebutan perusahaan nomor satu dunia.
Tiga puluh tahun berlalu kembali tanpa terasa.
Mata Zai terbuka untuk pertama kalinya. Dia bangkit dan mengejutkan Mey Chan dan juga Madina yang saat itu giliran menjaganya.
Mereka memang sudah menjadwalkan pergantian menjaga, ada dua orang yang akan membersihkan dan mengganti pakaian Zai.
Segera keduanya menghamburkan tubuh mereka untuk memeluk suami yang sudah terlalu lama tertidur saja dalam pembaringan.
"Ada apa dengan kalian berdua, bukankah aku hanya tertidur sebentar, aku kesesakan!" Kata Zai sambil tersenyum, dia masih sempat mencadai keduanya
Namun keduanya tidak bersuara sama sekali.
"Mengapa sekarang kalian mengecat rambut, lihatlah kalian seperti wajah-wajah tua" kata Zai lagi.
Mey Chan berdiri dan mengambil ponsel menghubungi yang lain, mengabarkan bahwa suami sudah siuman.
Segera terdengar langkah kaki yang banyak dan kamar itu dipenuhi oleh wanita yang sudah mulai memutih rambutnya, meskipun mereka sudah berganti warna rambut, namun warna putih alami akan tetap tumbuh dengan sendirinya.
Zai bengong melihat semua istrinya yang sedikit berbeda.
__ADS_1
"Alisya! Apa yang terjadi kepadamu?" Zai bertanya
Alisya yang duduk di kursi roda, hanya tersenyum. setelah melahirkan dia juga sakit-sakitan.
Tujuh belas orang kini berada pada diruangan itu melingkari kasur dimana Zai masih duduk disana.
Zai berdiri di antara tujuh belas orang itu.
"Sudah berapa lama aku tidur hingga kalian bisa berubah seperti ini, wajah kalian menua semua"
"Mengapa kalian hanya diam?" Kata Zai lagi setelah tidak ada yang menjawab, mereka hanya tersenyum dalam butiran air mata
Dan hal itu menambah kebingungan, dia pun menyapukan pandangannya ke semua orang satu persatu. Ada empat orang yang tidak dikenalinya. Tapi satu orang yang ada di ingatannya begitu mirip dengan Rendy anaknya Juli.
Melihat hal itu, sontak saja Zai melebarkan matanya. "Kau Rendy!?" Tanya Zai lagi.
"Iya ayah! Aku sekarang sudah besar, umurku sekarang sudah 37 tahun dan aku akan segera menikah!" Ucapnya.
Dua lelaki kembar mendekat maju dan berkata "aku adalah Fajar! Lahir dari ibu Alisya"
"Aku Fajri! Kembaran Fajar!" Keduanya mengenalkan diri dan memeluk Zai, sekarang umur mereka sudah dua puluh sembilan.
__ADS_1
"Aku Santi! Terlahir dari ibu Amanda!"
"Aku Sinta! Kembaran Santi!" Ucap dua wanita kembar itu yang tidak jauh berbeda umurnya dari Fajar dan Fajri..