Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Mempersiapkan


__ADS_3

Masih berada dalam Hotel. Zai mengambil ponsel yang berada di atas meja samping kasur. lalu dia terlihat memanggil seseorang "Sadam! Kamu kembali ke sini. dan perintahkan kepada mantan Anggota Dark Moon yang sudah kita kuasai. Aku ada tugas. Bawa beberapa orang untuk menemanimu" Ucap Zai ditelpon.


"Baik Tuan Muda." sahut Sadam bersemangat. Setelah beberapa waktu tidak mendapat tugas dan hanya menikmati setiap fasilitas yang tersedia. Pada Akhirnya dapat meregangkan otot yang mulai kendor.


Dia langsung mengabari Jani dan Jaya. dan mengumpulkan semuanya disatu ruangan. Karna mereka berenam tidur dibawah atap yang sama. "Aku akan pulang ke sisi Bos untuk sementara waktu, Karna ada sebuah tugas yang diperintahkan untukku"


"Tugas apa? Kenapa kami tidak diajak? Apakah kami sudah tidak diperlukan?" Jani bertanya dengan banyak pertanyaan cepat.


"Bukan begitu, Kalian masih memiliki tugas yang lainya, 'kan?" sahut Sadam kepada Jani. Lalu mengalihkan pandangannya kepada Halwa. "Sayang! kau tetap disini membantu Silvia dan Siti untuk memperluas cakupan usaha yang sudah kita semua bangun" ucapnya sembari menarik kepala Halwa dan mengecupnya dipucuk kepala.


"Aku mengerti" Sahut Halwa dengan senyuman. Meski ada sedikit rasa tidak nyaman dihatinya. Tapi dia paham bahwa kekasihnya itu memang memiliki tuan yang harus dipatuhi jika memberikan perintah. Walau dia tidak tau pasti alasan yang mengharuskan hal itu. Namun dia tidak pernah menanyakan hal yang tidak ingin diceritakan.


"Aku titip Halwa dengan kalian."Ucapnya lalu berdiri untuk bersiap.


"Bisakah kita melakukannya sebentar?" ucap Halwa tersenyum meminta.


"Tentu sayang!" Sahut Sadam yang langsung meraih tangan Halwa yang sudah terulur.


Sedangkan Jaya dan Jani beserta pasangannya saling memandang. "Sayang aku masih tidak bisa. Maafkan aku!" Sahut Silvia kepada Jaya menunduk.

__ADS_1


Sedang Siti tersenyum, Dia mengangguk dan mengajak Jani untuk masuk kekamar. Meski sudah melakukan hal itu tak terhitung lagi waktu yang dihabiskan. Namun tidak pernah mereka bosan. Karna naluri dan hasrat masih sangat menggebu.


...............


Pagi sudah menjelang, Zai sibuk menerima penghasilan dari penjualan informasi sekaligus memeriksa notifikasi tentang kehancuran Pt Pilar Indah.


"Mengapa Sistem belum memberikan tanda bahwa tugas sudah selesai? apakah masih kurang?" Gumamnya.


Sedetik kemudian..


(Selamat atas pencapaiannya yang luar biasa. Tuan Rumah mendapatkan Bonus satu kali pemutaran Roda Emas, Harap digunakan secepatnya)


Roda Emas segera berputar beberapa putaran dengan sangat cepat. Hingga beberapa saat mulai memelan dan berhenti.


(Selamat, Karti Upgrade telah didapatkan. Apakah Tuan Rumah ingin meng-Upgrade sekarang?" tanya sistem.


'Untuk normal, Berapa Poin yang harus aku kumpulkan untuk meningkatkan levelmu sistem?'


(Di perlukan Seribu Poin Sistem, Jika tuan ingin memakai poin, Poin tuan cukup dan jika meningkatkannya sekarang maka akan mendapatkan Bonus Upgrade) Jelas sistem sesimpel mungkin.

__ADS_1


'Kalau begitu langsung Up secara bersamaan saja!!' Perintahnya dalam pikiran dengan bersemangat.


(Harap tuan rumah bersabar, Karna ini akan memakan waktu beberapa menit.. Memulai proses)


"Sayang! kamu melamunkan apa?" Aisya yang sedari tadi memandang kekasihnya itu akhirnya bertanya.


"Aku hanya memikirkan dalang dibalik apa yang akhir-akhir terjadi. dan bagaimana cara menyikapinya" Sahut Zai dengan kebohongan yang nyata.


Namun, tentunya Aiysa percaya dengan apa yang dikatakan oleh Zai. Karna pada dasarnya Skil menipu akan aktif ketika orang ragu dengan apa yang dikatakan oleh Zai. Hingga membuat orang percaya dengan apa yang dikatakan itu benar adanya.


"Semoga kamu dapat menyelesaikan semuanya dengan mudah" Ucap Aisya mendukung dengan doa. Tipikal wanita yang sangat disayang. sambil memeluk Zai dari belakang.


Sedang Alisya masih tertidur karna kelelahan.


"Kau istirahatlah lebih banyak, siapa tau ini akan berisi." ucap Zai. Aisya sangat senang perutnya di elus-elus dan dia berharap hal itu akan terjadi secepatnya. sesuai dengan harapan yang di inginkan oleh kekasihnya itu.


Lalu dia memejamkan mata dan menaruh kepalanya pada paha Zai.


Sedang Zai menelpon seseorang kembali

__ADS_1


"Monte, apakah kau tau tentang Bram penguasa bawah tanah?" Zai bertanya dalam sambungan telpon.


__ADS_2