Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Kantor 2


__ADS_3

Aargh!


Owen menghentakan tangannya ke meja kaca yang ada di ruangan rumah sakit itu. Dia tak peduli harus mengganti berapa? Kekesalannya sangat luar biasa.


Perawat muda yang ingin masuk kedalam ruangan itu segera berteriak.


Aaaaw! Teriakan itu mengundang banyak pasang telinga dan rasa penasaran segera membawa langkah semua orang yang berkeliaran di sekitar lorong terdekat.


"Apa yang kau teriakan? Bersihkan saja! Aku sedang ada urusan!" Owen meneriaki perawat muda tersebut. Jelas itu langsung menyakiti perasaan polos perawat.


Dia menangis, takut. Tapi tetap berjongkok untuk membersihkan beling yang berhamburan.


Ruangan itu tempat terbaik disana dengan harga yang lumayan besar untuk perawatan jadi barang yang ada di tempat itu pun juga barang yang terbaik.


Banyak orang yang bersimpati dengan gadis perawat itu. Dan menatap tajam Owen yang keluar dari ruangan dengan tangan yang sedikit berdarah. Dia bukan ahli bela diri maupun orang yang kebal, jadi darah akan keluar jika adanya luka.


Namun tidak ada yang bisa dilakukan oleh semua orang yang melihat untuk gadis itu. Mereka hanya mendoakan yang terbaik saja. Semoga tidak mendapat luka. "Hati-hati gadis cantik! Itu kaca bisa melukai tangan" seorang wanita berkata dari banyaknya orang yang berkerumun.


Owen menggunakan Mobilnya. Melaju dengan kecepatan yang cukup cepat namun pada batas kewajaran dalam berkendara yang diizinkan oleh penegak hukum. Tak ingin mendapat tambahan masalah. Jadi itu harus dilakukan…


Sedangkan ditempat yang lain. Lebih tepatnya di perusahaan terbesar di seluruh dunia dan menjadi pusat dari segala cabang yang tersebar luas.


"Aku akan mengenalkan kepada kalian semua. bahwa, seseorang yang ada dibalik suksesnya perusahaan ini telah datang ke kantor ini atau bisa dibilang dia adalah pemilik resmi perusahaan yang kita tempati sekarang"


Selesai berkata, Demon memberikan tepukan tangan sebagai kode bahwa Zai akan masuk kedalam Ruangan itu.

__ADS_1


Seketika hening, seolah nafas mereka sesak dengan rasa yang membuat jantung berdetak lebih cepat, namun waktu berjalan terasa begitu lambat. Sejak seorang pemuda berjalan dengan santainya menuju Demon yang menyambutnya.


Pt international Group yang memiliki lebih dari 4 ribu karyawan itu dimiliki oleh seorang pemuda. Tidak akan ada yang percaya hal itu. Mereka menduga bahwa pemilik dari perusahaan besar itu adalah orang yang sudah berumur paruh baya. Tapi asumsi publik dipatahkan oleh kehadiran pemuda itu dalam rapat yang diadakan sebagai pengenalan bos yang sebenarnya Bos dari perusahaan yang sudah menaungi mereka.


Tentu ini adalah kabar terbaik sepanjang masa. Potret Zai tersebar luas di internet hanya dalam hitungan detik. Terutama kehebohan terjadi dari setiap divisi dalam perusahaan utama.


"Dia adalah Pak Zaidul Akbar, direktur utama perusahaan ini!" Terang Demon.


Segera tepuk tangan terdengar dari satu persatu orang yang berhadir. Mereka tidak duduk sebab Demon maupun pemilik perusahaan belum duduk.


"Salam kenal semuanya. Aku akan memperkenalkan namaku lagi. Namaku Zaidul akbar. Biasa dipanggil Zai. Sebenarnya aku datang kesini karena mendengar ada beberapa isu tentang penyalahgunaan jabatan dari salah satu Staf pekerja, tentu aku ingin mendengar langsung dan melihat kebenaran isu tersebut. Jika terbukti bersalah, maka akan ditindaklanjuti." Kata Zai. Dia menyapukan pandangannya. Melihat wajah-wajah semua orang yang ada disana. Melihat kebingungan itu Zai melanjutkan lagi.


"Sebelumnya aku menerima berkas dari berbagai informasi, terkait dugaan penyalahgunaan dan pencucian uang atau yang disebut money laundry. Apakah di antara kalian ada yang mau mengakuinya dengan jujur. Sebab jika aku membongkarnya sendiri, maka akan terekspos untuk umum. Akan tetapi, jika ada diantara kalian yang mau jujur. Itu hanya akan dilakukan pemecatan secara tidak hormat saja! Aku tidak akan meminta uang yang sudah digelapkan itu kembali. Jika untuk orang yang jujur. Maka sebaliknya. Apa kalian semua mengerti?"


Segera kegaduhan terjadi dalam ruangan itu. Namun tidak ada yang mengatakan sesuatu.


"Maaf aku telat!" Ucap Owen. Membuat semua orang seolah berhenti bernafas.


Dia masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung membelakangi Bos muda yang berjalan mendekati.


Zai tersenyum melihat Owen, dia tau bahwa itu Owen. Sebab hanya dia yang telat dengan beralasan anak berada dirumah sakit. Namun itu memang benar. Kerna Zai sendiri sebab akibat Anaknya Owen masuk rumah sakit.


"Duduklah di tempatmu!" Ucap Zai.


"Kau siapa?" Owen bertanya kepada Zai. Semua temannya bahkan sulit untuk bernafas ketika pertanyaan itu terlempar. Bukannya minta maaf. Malah bertanya siapa ke pimpinan.

__ADS_1


"Ini sangat parah. Dia pantas dilempar kepada anjing!" Gumam seseorang.


"Aku? Aku siapa ya! Apakah ada yang bisa menjawab pertanyaan orang yang telat ini?" Tanya Zai kepada semua orang.


"Pak Owen! Dia adalah bos. Direktur utama, presdir kita!" Richard berkata dengan menggelengkan kepala atas kebodohan Owen.


Owen langsung menutup mulutnya. Dia langsung tersadar dan membungkuk lalu meminta maaf. "Duduklah!" Ucap Zai lembut, menyuruh Owen untuk duduk.


"Jelaskan kepadanya apa yang sudah aku sampaikan sebelumnya! Adakah yang mau?" Kata Zai menunjuk Owen.


Seseorang berdiri dan menatap Owen, lalu menjelaskan duduk perkara yang sedang dibahas sebelumnya. Segera Owen memiliki urat kepala yang membengkak dan bulir keringat besar membasahi kening dan punggungnya.


'Ini rupanya masalah yang membuatku didesak, ini sangat gawat. Akan ada banyak orang yang terlibat jika aku harus jujur. Tapi jika harus menyimpannya juga percuma. Sebab ini adalah strategi bos untuk mengetes kejujuran seseorang.


Dia akhirnya memilih untuk bungkam semua. Dia tidak tahu saja bahwa semua berkas bukti sudah didapatkan. Dari mana kemana aliran dana itu diarahkan dan juga dipindahkan..


"Saya sudah mengerti pak Presdir!" Ucap Owen. Dia berdiri dan sekali lagi membungkuk.


"Baiklah. Aku akan melakukan interogasi kepada kalian yang namanya ada dalam catatan ini!" Kata Zai.


Demon langsung menunjukan catatan itu yang berisi nama dari sepuluh orang lebih. Dengan jabatan yang tidak berurutan.


"Bagi siapa nama yang tertulis di sana" Zai menunjuk catatan yang ada. "Berdirilah dan menepi ke dinding. Ingat ini bukan eksekusi tembak mati. Tidak akan ada yang mati disini dan kalian jangan takut jika kalian memang tidak bersalah. Yang harus takut adalah orang yang bersalah..


Semua orang yang merasa namanya tertulis langsung berdiri. Tidak ada yang membantah ada beberapa orang yang bersikap biasa saja dan ada yang ketakutan. Namun yang paling gemetar adalah Owen diantara yang gemetar lainnya.

__ADS_1


Zai membuka berkas perkara yang menunjukkan keterlibatan beberapa orang. Dia sengaja membuat skema untuk beberapa orang lainnya yang dianggap royal dengan perusahaan sebagai calon pengganti posisi yang akan dikosongkan tersebut. Namun harus mengikuti tes dimana mereka akan di introgasi juga meskipun tak bersalah. Hanya ingin mengetahui tingkat kejujuran mereka seperti apa?


__ADS_2