Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Kehancuran Red Devil


__ADS_3

Adu tembakan terus terjadi hingga dari mereka kehabisan stok peluru yang ada dipistol mereka.


Zai menyimpan pistolnya dalam inventory Sistem, Jika dia ingin menambah peluru mudah saja. Tapi dia ingin menggunakan Pukulannya untul melawan Parno yang sudah membuang senjatanya karna dia tak memiliki stok Peluru di lengan bajunya.


Parno tau posisi Zai berada, Dia pun melompat dari lantai dua kemudian berteriak


"Aku tau kau juga kehabisan peluru, Jadi mengapa kita tidak menyelesaikannya dengan pukulan" Teriak Parno yang menyingsing bajunya untuk menunjukkan bahwa ototnya besar.


Zai dibalik tiang penyangga bersandar tersenyum mendengar teriakan Parno, Tapi dia mengikuti permainannya.


.............


Sedangkan diluar pintu, Ada hampir seratus orang yang datang dengan membawa perlengkapan perang, Untungnya mereka tidak memiliki pistol, Hanya memiliki ketapel saja sebagai senjata jarak jauh.


Selebihnya yang lain memeliki samurai, Parang dan tongkat pemukul anjing ada juga bahkan yang membawa balok kayu.


Tapi tidak membuat gentar dua orang yang berdiri tegak didepan pintu yang tertutup.


"Kemarilah jika kalian ingin mati" Ucap Sadam menyuruh mereka.


Dia tak segan membunuh, Karna memang sudah mendapat perintah jika ada yang mengganggu bunuh saja.


"Jangan sombong.." Teriak satu orang yang membawa samurai, Mungkin dia lah yang paling ahli disini, Dia melompat kearah Sadam yang lumayan tinggi lompatannya. terlihat dia sering berlatih dengan giat tapi sayang dia melawan lawan yang bahkan tidak pernah dia bayangkan akan bisa dilawan olehnya.


Sadam menahan Samurai itu dengan pisau kecil ditangannya, Lalu menendang Orang itu di pinggang kirinya. hingga dia dikirim terbang kesamping sejauh selusin langkah.


Melihat teman mereka terbang, Hati mereka bertambah terbakar emosi, Mereka tak memikirkan lagi kalah atau menang, Yang mereka pikirkan dapat membalas, Itu saja.


Amarah memang bisa membutakan mata..


Sepuluh orang menyerang, oh tidak ada puluhan, Bahkan hampir semuanya menyerang bagai semut yang mengejar gula. mereka berbondong bondong dengan amarah yang ada dikepala mereka menatap tajam sambil berlari kedepan.


Dua, Tiga, Empat, Sepuluh mobil datang denga perlengkapan yang sudah berada tangan mereka, Dengan segera mobil berhenti dan puluhan orang keluar dari semua Mobil dengan serentak.


Pasukan Red Devil terus menyerang meski datang bantuan dari pihak lawan, Tidak mengendurkan semangat mereka yang membara.

__ADS_1


Karna bagi mereka persahabatan adalah hal yang utama daripada nyawa sendiri.


Meskipun hidup mereka berbagi dengan kematian, Tapi mereka memiliki kesenangan dan kebahagian terhadap sesama anggota, Bahkan Bagi mereka setiap anggota adalah keluarga...


Torak memerintahkan semua anggota nya untuk menyerbu pasukan Red Devil yang mengarah kepintu masuk.


"Serbu......!" Teriak Torak


"Tahan mereka, Jangan biarkan mereka mengganggu kawanan kita untuk balas dendam" teriak salah satu diantara puluhan orang yang berhenti dan berbalik untuk menahan serangan yang datang dari belakang.


Adu parang pun terjadi, Ada banyak darah yang menciprat dijalanan saat itu.


Anggota Macan Hitam tidak gentar sedikitpun untuk menghadapi lawan yang notabenenya adalah preman jalanan.


Dengan kekuatan yang telah mereka dapatkan dari Bos mereka, hanya dengan sebutir Pil yang mereka anggap Pil legenda yang bisa meningkatkan kekuatan hanya dengan mengkonsumsinya. Kini mereka membuktikan kekuatan itu, Dengan satu ayunan parang mereka dapat membelah tubuh lawan.


Angin bertiup kencang menerbangkan rambut dan mengangkatnya hingga berkibar layaknya perang para dewa. Di sertai hujan yang datang menghilangkan jejak darah karna terbawa aliran air yang deras.


Perang sempat terhenti karna fenomena itu, Tapi kini berlanjut kembali.


Sungguh tampilan itu sangat mengerikan.


Jika ada orang yang makan didekat sana pasti mereka akan muntah dan mengeluarkan apa yang mereka makan sebelumnya.


Dari belakang mulai terkikis, dari depan pun sama mulai habis., Ada beberapa potongan tubuh yang terus terbang hingga menyisakan beberapa orang saja yang sama sama mundur dan bersentuhan punggung.


Mereka gemetaran melihat potongan demi potongan tubuh yang terbang entah kemana, Bahkan mereka acap kali menginjak potongan tubuh kawan mereka selama mundur kebelakang.


Hanya beberapa menit setelah dimulainya perang itu, Kini hanya menyisakan wajah-wajah yang penuh dengan ketakutan.


Pucat, Wajah mereka memucat karna kematian akan menjemput mereka hanya dengan hitungan detik lagi saja yang tersisa.


Tapi tidak ada dari mereka yang menyerah, Entah bodoh atau hanya egois saja dengan diri mereka sendiri untuk mempertahankan harga diri yang tak bisa menyelamatkan nyawa.


Sementara Anggota yang dibawa oleh Torak terus mendekat kearah mereka selagi mereka terus berperang dengan pikiran.

__ADS_1


Dan semua orang yang dibawa oleh Torax komplit tidak ada yang kehilangan nyawa, Hanya ada sebagian yang terluka pada punggung atau pun tangan tapi tidak sampai menghilangkan anggota tubuh.


"Menyerahlah..!" Pinta Torax.


Tidak ada yang menyahut karna lidah mereka kelu, Dan air liur tak bisa tertelan karna kering.


Hingga beberapa detik terlewat, Salah satu diantara mereka berucap, "Aku menyerah... Aku ingin tetap hidup untuk menafkahi keluargaku" Ucapnya dengan alasan yang tak mungkin ditolak oleh Torax.


Karna kawannya ada yang berani menyerah, Akhirnya yang tersisa pun juga ikutan menyerah. dan melempar parang yang sebelumnya masih mereka pegang ke arah yang tidak ada orangnya.


Sadam dan Jani menyimpan pisau dan juga pedang mereka da tetap tak berpindah dari tempat mereka sebelumnya.


Mereka hanya menyerang yang datang, Tidak mengejar yang jauh..


..............


Braaaak....! Satu sosok tubuh terpelanting dan menghantam tiang beton dengan punggungnya.


Keras, Tendangan itu sangat keras hingga mematahkan tulang depan dada dan tulang punggung yang terhantam Tiang.


Tiang itu pun terlihat condong, Sedikit di sentil mungkin akan rubuh.


Parno atau yang biasa dipanggil ketua Red karna diwajah sebelah kanannya ada warna merah entah bekas luka bakar atau tanda lahir tapi yang pasti itu jelas terlihat jika ada cahaya yang menerangi wajahnya, Cukup besar keberadaan tanda itu membuat orang mudah mengingatnya.


Dia perlahan bangkit dari telungkupnya dengan menapakkan kedua tangannya sebagai tumpuan dan memuntahkan darah yang menggumpal dari mulutnya.


'Sial, Ternyata dia sangat kuat, Pantas saja sangat berani berniat menyatukan kekuasaan penguasa malam yang sudah terbagi menjadi beberapa bagian, Tulangku rasanya remuk dari depan dan belakang' Batinnya terlalu banyak berpikir hingga tubuhnya kembali ambruk kelantai.


Dengan nafas yang hanya tersisa beberapa tarikan nafas saja lagi, dia mengutuk Zai dengan semua pikirannya yang ada dalam hatinya.


"Aku akan mengirimmu cepat menuju alam lain, Jika dikehidupan selanjutnya ada kesempatan bertemu lagi, Aku harap kita bertemu tidak sebagai musuh" Ucap Zai


Tapi sebelum Zai bergerak Parno sudah menghembuskan nafas terakhirnya tanpa mengucapkan kata kata untuk pesan terakhirnya.


Zai menarik pintu besar itu dan membukanya, Terlihat Cahaya neon sudah menyala diluar menandakan malam sudah tiba..

__ADS_1


__ADS_2