
Waktu terus berlalu, Hitam putih mengisi hariku.
Tawa dan tangis mengiringi langkahku, inilah jalan takdirku..
Hela nafas bersuara, Lirih terdengar di telinga, Suara angin yang membawa. detak jantung yang bergelora..
Hangat peluk seorang wanita, Yang menggoda rasa entah mengapa, Nafsu tak lagi bisa terkendali, Inikah Hidup yang harus di jalani.
Hidup penuh warna dengan banyak nya wanita. tapi dosa entah di rasa mengubur malu dengan alasan cinta..
Vera Dengan langkah pelan keluar perlahan, Dia berjalan sambil melihat kesekitar ruangan untuk memastikan apakah kakak nya Ferdinan sudah pulang.
Setelah memastikan tidak ada Ferdinan. Dia langsung berlari ke kamarnya, Tapi ada sepasang mata yang melihatnya. Tapi yang punya mata hanya menggelengkan kepalanya tidak menyangka.
"Gadis kecil itu berani juga" Gumamnya.
"Kau menggumamkan apa Yen?" Tanya Bi Diah mengejutkan Yenni.
"Ah kau mengejutkan ku" Ucap Yenni kesal lalu meninggalkan Diah yang terus memandang nya.
Bi Diah hanya menggelengkan kepalanya, "Kau kira aku tak mendengar" Gumamnya tersenyum. 'Aku tak perlu mencampuri urusan bos, Karna disini aku bekerja mencari uang, Bukan bekerja mencari gosip' Batin nya mengingatkan bahwa niatnya bekerja membantu suami dan memenuhi kebutuhan anak.
.....
'Sistem, Berapa poin yang di perlukan untuk meningkatkan semua kekuatan dan yang lain nya?'
(Sepuluh poin untuk satu peningkatan tuan)
Zai membuka layar yang kini di ubahnya berwarna hitam, Dengan Font berwarna putih.
Dia melihat berbagai pilihan dalam menu tersebut dan menggeser gesernya sesuai selera.
Dia mencari Skill dengan harga yang murah, Karna sekarang pembelian dibatasi hanya dengan poin sistem baru bisa membeli. dia pun melihat lihat apa yang ingin dia kuasai.
Dan dia menemukan sebuah Skill yang sepertinya patut dijadikan koleksi baru miliknya.
__ADS_1
"Aku tak pernah bermain komputer seumur hidupku, Bagaimana ya kalau aku membeli Skill Peretas super" Ucapnya pelan berbicara sendiri seperti orang kesambet setan kutil.
"Sebelum itu berarti aku harus membeli Leptop dulu, Ok baiklah.. Aku harus jalan jalan ke Mall dulu" Gumamnya lalu berdiri dan berganti pakaian.
..........
Duta Mall banjarmasin. Zai sampai di parkiran dan naik melalui lift dan langsung menuju tempat penjualan Leptop.
"Selamat malam Pak, Bapak mau cari leptop atau komputer?" Tanya penjaga toko tersebut.
"Leptop saja, Carikan yang Spec nya tinggi, Aku memerlukan Leptop yang canggih" Ucap Zai.
"Mari ikuti saya Pak, Saya akan pilihkan anda produk terbaik kami" Ucapnya lalu mengarahkan jalan untuk mengikutinya.
"Silahkan duduk dulu Pak, Saya akan mengambil kan yang terbaik ditoko kami"
Setelah berbicara, penjaga toko tersebut langsung pergi selang satu menit kemudian penjaga toko itu kembali dengan senyum cerah secerah mentari pagi.
"Untungnya ini malam hari jika tidak mentari akan kalah dengan senyumnya" Gumam Zai sembari terus memperhatikan gaya berjalannya yang aduhai. membuat jiwa pencarinya bangkit.
"Eh iya, Maaf..!" Sahut Zai yang tersadar dari lamunannya
"Ini Pak saya kenalkan dulu namanya adalah Apple MacBook Pro (2021, 16-inch)
Dengan display yang baru, desain yang baru, serta ports yang ada di sisinya, laptop ini bisa menjawab berbagai kebutuhan penggunanya. MacBook ini Hanya seharga Rp35.799.000 Apakah Bapak mau membelinya?"
"Boleh juga, Bungkus saja langsung" Zai menyerahkan kartu Atm yang bisa langsung di gesek.
Wanita itu menyambutnya dengan hati yang senang, Karna dia akan mendapat komisi yang lumayan sebagai bonus penjualan secara Cash.
Dia berjalan dengan gembira tak terlukiskan dalam hatinya. Sembari bernyanyi menghampiri kasir dan menyerahkan kartu atm dan juga Leptop yang ingin di beli oleh pelanggan.
Setelah menggesek kartu dan transaksi di selesaikan wanita itu membawa kembali Leptop yang sudah terbungkus rapi di dalam tas khusus.
Berjalan ke arah Zai duduk dengan kaki menyilang. Dia membawakan sekaleng Sprite dan menyerahkan nya untuk Zai. "Pak boleh minta photonya sebentar? Dan bapak pegang Leptopnya, Maaf ya Pak" ucapnya menampilkan barisan gigi putihnya dengan senyum yang menggoda siapa saja yang melihatnya.
"Tak apa, Silahkan" Sahut Zai yang juga menampilkan senyum ciri khasnya sendiri yang bisa membuat bidadari luluh.
__ADS_1
Wanita itu langsung mengeluarkan Ponselnya kemudian membuka kamera dan mereka berswafoto berdua, Tercium harum parfum dari tubuh wanita itu, Jelas karna mereka duduk berdekatan.
Selesai berswafoto wanita itu berkata kembali "Boleh minta nomor Wa Bapak, Buat data saja, Agar saya bisa menginfokan beberapa barang baru siapa tau Bapak berminat untuk menambah koleksi" Ucapnya
"Ini kartu namaku, Aku permisi dulu" Ucap Zai lalu berdiri meninggalkan wanita cantik itu yang masih duduk sendiri tanpa membawa Minuman kaleng yang diberikan tadi.
Tanpa di rayu pun wanita akan luluh dengan ketampanan, Karna penampilan adalah modal utama, Apalagi kalau tau lelaki itu kaya, Ugh kasian yang miskin tak tampan yang merana. Seperti Author ini.
"Jalan sendiri tak enak juga ya" Gumamnya Tapi dia tetap melangkah dari toko satu ketoko yang lain hanya sekedar melihat barang apa yang dia suka atau untuk membelikan wanitanya.
"Hai Kak...!" Terdengar suara perempuan memanggil dengan tepukan di bahunya. Zai menoleh untuk memastikan siapa yang memanggilnya.
"Kamu...?" Zai lupa siapa tapi dia merasa Familyar dengan orang di di sampingnya sekarang.
Wanita itu melangkah dan kini mereka saling berhadapan. "Ooh mungkin Kakak lupa, Aku Nindi temannya Vera, Kok sendirian saja, Mana Vera? Tanya nya
Sebelum nya Nindi terus memperhatikan pemuda itu dari kejauhan, Tapi dia belum berani mendekati karna dia belum yakin, Tapi setelah dekat dia mencoba untuk menegur dan benar, dia tak salah dalam mengenali orang.
Dalam mengenali orang haruslah berhati hati, Karna ada begitu banyak kemiripan didunia ini..
"Iya aku sendiri saja, Baru beli ini sekalian jalan jalan" Sahut Zai sambil mengangkat tas Leptop yang di bawanya.
Nindi melihat Logo Apel tergigit ditas itu, 'Orang kaya mudah saja beli yang mahal' Batinnya. "Gabung kita yuk Kak, Aku gak ada temen cowok, Liat temanku disana berpasangan semua" Ucapnya mengajak Zai untuk nongkrong bareng di Cafe yang di tunjuknya.
"Boleh, Aku juga lagi bosan" Sahutnya lalu mengikuti Nindi dari belakang dan memotretnya.
Nindi cukup cantik, Tidak kalah cantik dengan Vera, Tapi kelihatannya dia sedikit matre, Tapi wajar bagi orang cantik dan Zai juga memakluminya karna untuk perawatan agar terlihat cantik itu mahal.
"Siapa yang kau bawa Nin?" Tanya seorang wanita di antara yang duduk dikursi
"Ini pacarku!" Ucap Nindi
Zia melirik kesamping dan mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Nindi yang mengaku ngaku, 'Aih aku harus berpura pura lagi, Tapi tidak ada yang gratis' Batin Zai licik, Pasti dia akan mengambil kesempatan yang terbuka.
Jika umpan ada di depan mata kenapa harus lama untuk memakannya...
__ADS_1