Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Bermalam dirumah Selly


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, tidak ada hal yang membuat Zai direndahkan. Karena memang dia berpakaian layaknya seorang yang berharta, lagi pula Richard juga mengenalkannya sebagai tamu istimewa. Dan satu persatu dari beberapa kolega Richard yang hadir bersalaman dengan Zai hingga malam semakin larut.


Sesuai permintaan ibunya Selly, Zai menginap satu malam di rumahnya Selly. Tapi tentunya tidak terjadi hal yang membagongkan.


Pagi itu, di ruang makan, sudah tertata rapi hidangan yang khusus disediakan untuk seorang tamu yang kini masih ada di dalam kamarnya.


Zai menarik nafas yang dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Dia tidak tidur sepanjang malam, namun hanya memejamkan mata menyerap energi spiritual yang begitu tipis, tapi itu cukup untuk menghilangkan lelah. Tubuhnya kembali energik. Zai menuju kamar mandi dengan membawa handuk yang tersedia di kamar tamu itu.


Selly datang sesuai dengan permintaan mamanya untuk membangunkan Zai, tapi dia tidak mengetuk, malah langsung masuk ketika tahu pintu tidak terkunci, niat hati ingin mengagetkan pujaan hatinya. Dia membawakan pakaian ganti untuk Zai, karena sadar Zai tidak membawa apapun ketika bermalam. Itu adalah pakaian ayahnya tapi belum pernah dipakai dan masih terbungkus rapi.


Zai menyadari ada yang masuk ke kamarnya, dan sudah dapat memastikan bahwa itu Selly, namun dia masih mengguyurkan tubuhnya dengan air Shower.

__ADS_1


"Sepertinya dia membawakan aku baju ganti" Zai mengalirkan Qi pada matanya untuk melihat tembus pandang. Itu adalah kemampuan dari mata emas yang didapatkan, dan itu sekarang menyatu, kapanpun bisa digunakan hanya dengan mengalirkan Qi yang cukup. Ibaratnya dia memiliki mata Dewa yang bisa melihat segalanya.


"Sepertinya dia sedang mandi!" Gumam Selly, dia duduk di tepi ranjang sambil menunggu. Sesekali dia melirik ke pintu kamar mandi dan membayangkan suatu hal. "Ah apa sih yang kupikirkan, bisa-bisanya aku seperti ini" gumamnya lagi.


Namun matanya kini fokus kepada pintu, karena ada bunyi derit dan pintu itu terbuka menampilkan wajah tampan, putih dan juga tubuh yang sispek. Rambut basah dengan lilitan handuk di pinggang dibawah pusar, menambah kesan macho.


"Jangan bilang kau membayangkan hal yang cabul" kata Zai, Selly tidak sadar bahwa Zai kini tepat berada di depannya. Bahkan sangat dekat dan tercium harum yang memikat.


Zai semakin mendekat, menarik kakinya ke belakang dan mencondongkan tubuhnya.


'Apakah dia akan menciumku?' Selly memejamkan matanya, karena ini adalah kali pertamanya. Dia membatin. Namun menunggu lima tarikan nafas tidak ada yang menyentuh bibirnya ataupun wajahnya, segera dia membuka mata. Dan dia tidak lagi melihat Zai nampak di depan matanya. 'Sial, bikin hatiku dagdigdugder saja' kesal wajahnya, entah karena tidak mendapatkan apa yang diharapkannya atau apa?

__ADS_1


Zai selesai memakai pakaian yang sangat cocok di tubuhnya, "ukuran tubuh ayahmu persis denganku" kata Zai membuyarkan lamunan Selly.


"Huh!" Selly menghembuskan nafas, hanya untuk melegakan rasa di dadanya. "Ayo ke ruang makan, ayah dan mami sudah menunggu!" Ucap Selly.


Keduanya keluar dari kamar itu, lalu menuju kemana arah ruang makan, yang tidak terlalu jauh dari kamar Zai.


"Mengapa kalian berdua begitu lama, apa terjadi suatu hal?" Melly memicingkan matanya untuk mencari tau apa yang terjadi. "Ah ibu hanya bercanda saja, cepat duduk, nanti makanannya dingin!" Timpalnya lagi, sebelum Selly mengeluarkan kata dan hanya baru membuka mulutnya saja.


Zai duduk sesuai permintaan dan mereka menyantap makanan yang tersedia tanpa sepatah katapun…


Mungkin chnya agak pendek, tapi nikmati saja dan jangan di ejek 😅😅

__ADS_1


__ADS_2