
Sembari menunggu Sistem Konglomerat Up. silahkan mampir bagi yang suka action dan petualangan.
................
Senja datang datang begitu saja. Tanpa disuruh karna memang kodratnya. Semilir angin bertiup mesra. Dua manusia merebahkan tubuhnya.
Indah alam dalam pandangan, Lupakan semua kekalutan. Segera setelah tubuh disandarkan, dibahu orang yang disayang...
"Biarkan aku bersandar dibahumu untuk sekejap. Agar aku dapat melenyapkan penat pikiran yang mengganggu setiap saat" Suara Amanda terdengar lirih
Zai meraih kepala Amanda dan mengusap pucuk kepalanya "Lepaskan penatmu tanpa ragu, Bahuku sedia menjadi sandaranmu, Bahkan dadaku. Jadilah tetap wanitaku, hingga besok aku menutup mataku"
Amanda menatap dengan ujung Netranya dan sedikit mendongak dengar bibir terbuka perlahan "Aku hanya ingin sedikit bercerita. Tentang lara yang ada dalam dada, Bisa kah kau menjadi pendengar setia. hanya untuk kali ini saja"
Zai mengecup kening itu dan membenamkan didadanya setelahnya dan berkata pula "Telinga sedia mendengar kisahmu, Pedihmu akan menjadi pedihku, Sakitmu akan menjadi sakitku, Dan jangan takut, aku akan selalu bersamamu dan menjadi pendengar setiamu"
Mereka berdua melupakan segala perselisihan dalam kurun waktu itu. Tidak ada yang mengganggu mereka, Bahkan dering telponpun tidak ada.
"Aku hanyalah wanita yang kesepian, Hidup laksana tanpa keluarga setelah kematian ibu. Ayah yang dulu menyayangi jarang menghubungi. Hingga aku bahkan disekolahkan diluar negri dan melanjutkan Studi. Aku dituntut untuk jadi ahli bela diri. Padahal aku ingin menjadi wanita anggun, mengenal cinta dikala SMA, Tapi tidak ada yang berani mendekat. Karna Kakakku akan memukuli semua orang yang mencoba menggangguku. Bahkan hingga saat ini aku belum menemukan cinta yang bisa berjalan di seutas tali kehidupan bersama saling menuntun. Hanya saat bertemu denganmu, Aku merasakan ada getar didadaku. tapi..." Amanda tak bisa lagi meneruskan kalimatnya. Terhenti segera ketika dia membayangkan perpisahan yang akan terjadi. Air mata mengucur deras. Zai dapat merasakan itu membasahi dada bidangnya. "Tetaplah bersamaku, Kali ini aku tak bisa menghianati hati. aku akan menyembunyikanmu dari ayah. lalu kita bisa pergi bersama ke luar negri dan hidup bahagia seperti sepasang angsa." Sambung Amanda, Dia mendapat ide setelah menangis cukup lama.
'Akhirnya hati wanita ini luluh juga' Zai tersenyum mendengar kalimat yang cukup manis didengar.
Ketika wanita sudah berkorban. Itu sangat membuktikan betapa dia sayang, dan jangan dihancurkan harapannya.
__ADS_1
Zai mengunci mulutnya dan tetap diam. Dan tangannya masih membelai pucuk kepala Amanda. ketika matahari itu hampir tenggelam dan meredupkan sinarnya. Zai baru berkata "Lihatlah matahari yang pergi dan berganti dengan bulan. Mereka tetap berada pada posisi masing-masing. Tidak pernah berselisih dalam menerangi bumi. Meskipun nanti kita akan terpisah oleh waktu dan ruang. Namun yakinlah hati ini akan tetap memahami" Zai mencium kening Amanda cukup lama setelah dia selesai berkata..
Waktu terus berlalu. hingga malam terlalu larut. "Kau mau aku antar pulang? atau nginap dihotel dan kita bisa melanjutkan malam yang panas"
Amanda memiliki wajah yang bersemu merah mendengar kata mesum yang keluar dari mulut Zai. memang dia menikmati pertempuran dipagi hari itu. Meskipun pada awalnya dipaksa. Namun yang kedua, dia yang menginginkannya. dan yang ketiga apakah akan terjadi lagi? Dia malu jika berkata iya. Walau ingin.
"Kau diam, Berarti iya" Zai berkata dan mulai berdiri. dia membantu Amanda untuk berdiri dengan memeluk sembari memberikan sentilan yang membuat Amanda melototkan matanya menatap Zai.
"Jangan marah, Bukankah aku juga sudah melihat isinya dan menyesapnya dan ada bebeberapa tanda yang ku tinggalkan disana" Zai berbisik, kata itu bagai ajimat yang menggema ditelinga
.............
Didepan Hotel yang cukup mewah di kota itu.
"Baik Pak, Saya akan mendaftarkannya" Suara resepsionis itu sedikit ketar. Melihat ketampanan wajah dihadapannya. Jika bukan bersama gadis cantik, mungkin dia akan maju menjadi penggoda.
Zai memberikan kartu ATM miliknya dengan warna hitam yang memiliki garis-garis emas. "Langsung bayar saja" kata Zai yang mengejutkan resepsionis itu.
Tangan wanita itu bergetar ketika mengambil. Dia tidak pernah memegang kartu yang sangat berharga itu. "Tunggu sebentar ya Pak, Mohon maaf. Kami harus mengonfirmasi dengan manager lebih dulu. karna jika kartu khusus itu adalah urusan dari manager" Gadis itu menangkupkan kedua telapak tangannya.
"Silahkan.." Ucap Zai, Dia melirik wanita disampingnya itu dan bertanya "Apa kau lapar sayang?" Zai memberikan panggilan mesra yang mengejutkan Amanda. Tapi dia memilih tidak bersuara. Hanya menggeleng saja, Seperti orang bisu.
Satu menit setelahnya Manager Hotel itu datang dengan tergesa setelah mendengar kabar ada pelanggan khusus yang memesan President Suite dan langsung bayar dengan kartu Black Gold.
"Maaf permisi! Apakah anda pemilik kartu ini?" Manager itu bertanya kepada Zai setelah menyapa dan menunjukan kartu ATM.
__ADS_1
"Benar, Tidak ada masalahkan." tanya Zai.
"Tentu tidak masalah Pak, Dengan bapak siapa saya berbicara? Jika boleh tau!" Manager itu terlihat sangat bersamangat karna bertemu orang kaya. ini adalah sebuah keberkahan baginya. 'Masih mudah sudah sangat kaya. Pasti latar belakangnya luar biasa!'
"Zaidul Akbar, Biasa dipanggil Zai!"
"Baiklah Pak Zai, Meskipun tidak penting saya juga akan mengenalkan nama, Panggil saya Han." Ucapnya tak henti menatap kagum pemuda itu, dan wanita cantik disampingnya.
"Cepatlah urus, Aku sudah lelah dan ingin istirahat, Dan jangan lupa antarkan makanan keruanganku. Sepertinya aku sangat lapar" Kata Zai lagi.
"Baik Pak Zai..." Manager itu mengalihkan pandanganya kepada kasir "Fika! cepat urus dan berikan diskon dua puluh persen untuk pak Zai"
"Ba-baik Pak.." Orang yang bernama Fika itu terbata menyahut dan langsung mengambil mesin gesek lalu menyerahkannya ke Pak Manager, Manager Han memberikannya kepada Zai untuk memasukan kombinasi angka sandi.
Zai memasukan angka sandi yang terdiri dari enam digit. kemudian terdengar suara berhasil. Zai mengambil ATM dan juga mengambil kunci kamar yang berupa kartu.
Manager Han langsung mengikuti Zai dan dia mengantarkan pelanggan spesial itu menuju kamar yang tersedia di lantai paling atas. Menggunakan elvator. Manager Han yang bermata sipit itu lebih banyak bicara. dia ingin lebih dekat mengenal pemuda itu.
Zai mengerti dengan maksud dan tujuan Manager Han. Tapi dia tidak ingin terlalu menanggapi. hanya menggangguk dan ber-oh saja yang keluar dari mulutnya.
Mereka sampai di Lantai dua puluh lima. Dengan ketinggian itu. mereka hampir dapat melihat seluruh kota dari atas sana..
"Terima kasih banyak sudah mengantar Pak Han, Jika ada waktu, Nanti aku akan mengundangmu untuk makan malam" Zai menepuk bahu kiri Manager Han.
"Baik Pak, Terima kasih banyak" Segera Manager Han pergi setelah dua orang itu masuk kedalam Kamar yang sangat luas dan nampak elegan.
__ADS_1