Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Kerumah Lina


__ADS_3

Zai dan Lina



Zai juga malu dengan kelakuan nya sendiri, Tapi itu akan menjadi tahap awal yang baik untuk hubungan nya dengan Alisya.


"Kalian mau kemana?"


"Kami mau jalan jalan ke Q-Mall Banjar baru, kamu tidak perlu ikut, Nunggu kamu mandi basah akan lama, keburu cuaca nya panas, Cukup Uang nya saja yang ikut dengan kami" Sahut Aisya yang tak lagi malu jika dengan kekasih nya itu sambil tangan nya terulur meminta uang jajan.


"Haih, Nasib ya nasib...!" Zai mengambil ponsel nya lalu mentrasfer sejumlah uang kepada Aisya. "Tak perlu dibagi, Cukup kalian bersenang senang saja bersama" tambah nya lalu memegang kepala Aisya dan mencium kening nya. Lalu Zai berdiri dan memegang kepala Alisya dan mencium kening nya juga.


"Dadah sayang!" Ucap dua orang itu bersamaan, mereka sangat kompak seperti adik kaka yang tak terpisahkan bahkan nama saja hampir sama.


"Hati hati" Teriak Zai dari kejauhan.


Setelah mereka berdua pergi Zai pergi mandi dan berendam cukup lama di Bathtub dengan suhu panas sedang untuk mereleksasikan tubuh nya.


Hampir tiga puluh menit berlalu Zai keluar dari kamar mandi nya dan berpakaian santai, kemudian menuju lantai 21 menuju Ruangan Handoko. Dia mendorong pintu ruangan itu tanpa mengetuk nya.


Handoko menatap pintu yang terbuka, dia agak kesal karna seseorang mendorong tanpa mengetuk pintu. Tapi jika dia memikirkan nya lagi, tentu yang bisa melakukan nya hanyalah Bos nya.


Siluit kepala manusia terlihat, dan itu sudah dapat di pastikan yang masuk adalah Bos nya. Handoko berdiri dan menyapa. "Selamat pagi Bos!"


"Ya...!" Zai menyahut sambil melambaikan tangan nya kemudian pergi ke arah sofa dan duduk disana. Setelah itu dia berkata lahi, "Aku tidak akan lama, Hanya ingin memastikan, Apakah sudah kamu temukan gedung yang aku minta?" 


"Sudah Bos, Bos bisa ngecek nya nanti, Tempat itu berada di jalan Soebarjo, Ini alamat lengkap nya dan data lengkap nya" Handoko menyerahkan sebuah map untuk di baca oleh Zai.


"Baik lah, kerja mu sungguh bagus, Jika ada kesempatan untuk berkembang ke luar kota, Maka kamu harus mengembangkan nya" Ucap Zai setelah selesai membaca isi dari map tersebut.


Zai mengeluarkan ponsel nya setelah itu dia menelpon Ferdinan.


"Jemput aku di Sky Paviliun" Ucap nya, Setelah itu dia langsung memutuskan sambungan telpon nya.

__ADS_1


Kring! kring! Kring! "Ya sayang" Sahut nya setelah menjawab sambungan telpon, Sambil mengunyah makanan ringan yang di berikan oleh Handoko, Handoko juga memberikan nya secangkir kopi menemani pagi menjelang siang itu.


"Aku hanya kangen dengan mu Sayang!" Sahut Lina yang wajah nya memerah di panggil sayang, Dia memegang kalung yang ada di leher nya dan memutar mutar cincin di jari manis nya, meski pun Zai memberikan nya hampir di waktu yang tidak tepat, karna harus melapor ke kantor polisi.


Saat itu, Dia memasuki rumah dengan kotak kecil di tangan nya yang di berikan oleh Zai, tentunya, dia tak tau apa yang ada di kotak itu, tapi setelah membuka nya di dalam kamar nya, Air mata nya menetes saking senang nya. Dia langsung memasang sendiri dan tidak pernah melepas nya walau sedetik pun, Karna itu adalah benda pertama yang di berikan oleh pujaan hati nya..


"Sayang, Ada apa dengan mu?" Tanya Zai kepada Lina yang tidak menjawab panggilan nya.


"Emm maaf sayang, Tadi aku melamun, Makasih kalung dan cincin nya sangat indah!" Sahut nya dengan nada bahagia.


"Masih dirumah?" Tanya Zai lagi.


"Iya nih, Tapi sudah mendingan, Apa kamu mau kesini? Biar aku minta tolong mama buat masakin makanan spesial buat kamu!"


"Baik lah, Nanti jam makan siang aku akan kesana, Nanti ku kabarin lagi, Dadah..!" Ucap nya setelah memastikan sambungan telpon terputus Zai menaruh ponsel nya di meja lalu menyeruput kopi yang ada.


Zai dan Handoko saling berbincang hingga jam sebelas siang, Ferdinan pun datang menjemput.


Mereka turun bersama, di dalam lift hanya terjadi perbincangan kecil saja tentang masa lalu, Zai bertanya tentang asal dan usul kakak beradik itu, dan sedikit informasi yang Zai dapat, Ferdinan bukan asli orang banjarmasin. Dia dan adik nya merantau dari jakarta karna suatu hal yang masih belum bisa di ceritakan..


"Citra Garden, Aku ingin ke rumah seseorang" Sahut nya lalu menghidupkan musik yang ada di mobil dan menyandarkan tubuh nya dengan santai.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Dan beberapa menit berlalu mereka pun sampai di depan rumah Lina, Zai mengetuk pintu dengan setangkai bunga mawar yang berada di punggung nya.


Setelah pintu terbuka dan memastikan itu Lina, Zai langsung memberikan Bunga Mawar itu kepada nya.


"Makasih sayang" Ucap Lina menyambut Bunga Mawar itu lalu mengajak Zai dan juga orang di belakang nya untuk masuk.


Bu Faridah di dapur sedang memasak makanan yang bau harum nya menyeruak memenuhi rumah itu, dan bisa saja hingga keluar terbawa angin. "Aku kedalam dulu, Mau bantu ibu" Ucap Lina, Tanpa menunggu persetujuan Zai, dia langsung berangkat meninggalkan dua orang itu di ruang tamu.


Pak Abdullah datang Entah dari mana, Dan menyapa mereka berdua sebentar lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Ayo kita makan siang bersama" Ajak Lina kepada Zai dan Ferdinan. Mereka pun mengikuti dari belakang.

__ADS_1


Di sana, dimeja makan sudah tertata rapi masakan yang menggugah selera..


Segera saja lima kursi terisi dan mereka makan satu persatu, "Enak kan masakan ibuku?" Tanya Lina kepada Zai yang dari awal makan tidak berbicara. Dan mata bu Faridah menatap Zai seakan sangat menunggu jawaban itu,


"Tentu enak" Sahut nya dan melanjut kan kunyahan yang tertunda.


Sepuluh menit kemudian mereka semua menyelesaikan makan nya. Dan berpindah lagi ke ruang tamu dan mengobrol bersama.


"Sekarang om kerja dimana?" Tanya Zai sambil menatap Pak Abdullah.


"Om bekerja sebagai mandor pengawas pembangunan rumah di komplek ini Nak" Sahut Pak Abdullah dengan senyuman.


Setelah berbincang cukup lama, Zai pamit undur diri di temani Ferdinan yang hanya diam dari awal datang hingga pulang, Karna memang tidak ada yang mengajak nya berbicara.


Di dalam mobil, Ferdinan menunggu instruksi dari Zai, dia tak lagi bertanya.


Zai paham. "Kita pulang ke pesona moderen saja, nanti malam aku ada janji dengan seseorang, jadi harus berganti pakaian dan mandi lebih dulu"


"Baik bos.!!" Sahut nya langsung melajukan mobil nya.


-


-


Zai masuk ke kamar nya setelah sampai ke rumah di pesona moderen. Dan menutup pintu kamar kemudian dia langsung menuju kamar mandi,


Sekitar sepuluh menit dia menyelesaikan nya dan keluar dari tempat itu, Karna dia lupa bawa handuk, jadi dia keluar dengan bertelanjang saja. Karna itu di kamar nya sediri jadi dia tak memikirkan hal apapun yang akan terjadi.


Kyaaaa..


Zai menatap ke arah suara dan langsung melompat untuk menutup mulut Vera yang berteriak, Takut nya akan ada yang salah sangka terhadap nya.


Tapi posisi itu membelalak kan mata Vera. Dia dapat merasakan belalai panjang dan besar itu menyentuh nya. Meski dia berpakaian lengkap, Namun tidak dapat di pungkiri itu tetap terasa.

__ADS_1


Besar dan panjang...


__ADS_2