
Di pinggiran Kota, Di sebuah gedung tua yang tak terpakai lagi, terlihat sebuah motor menuju pintu nya.
Setelah tanda klakson tiga kali, Pintu besar itu pun terbuka dengan perlahan.
Motor itu masuk lebih kedalam dan parkir di tempat yang memang sudah di sediakan untuk parkir.
Seseorang yang berjaga mendatangi pemotor itu lalu bertanya. "Ada keperluan apa Anggota Elang Terbang berkunjung ke tempat kami?"
Dia tak mengenal siapa pemotor itu, Namun dia tau itu adalah Anggota Elang Terbang, Sebab di motor nya ada stiker Elang Terbang.
Dan ketua Tiger White dan ketua Elang terbang adalah saudara tiri, Jadi bisa di bilang mereka juga adalah satu saudara beda jalan..
Angga turun dari motor nya dan melepas Helm nya. "Aku ingin bertemu dengan ketua mu, Sampai kan pada nya, Aku membawa pesan dari Ketua Elang Terbang!" Kata nya lalu mengambil sebatang rokok dan memberikan nya kepada orang itu. Kemudian mengambil pemantik api dan menyalakan rokok untuk nya sendiri.
"Terima Kasih, baiklah, ikuti aku.." Mereka berdua berjalan beriringan tanpa ada pembicaraan, hanya suara langkah yang terdengar menggema.
Mereka menaiki tangga menuju lantai dua dan beberapa langkah seterus nya, sampai lah pada mereka pada ruangan yang luas, Ruangan yang tak seperti gedung tua, Semua sudah di dekorasi sedemikian rupa, Agar terlihat lebih seperti tempat hiburan, "Selamat datang di BaseCamp kami, Cari lah tempat duduk, aku akan mengabari ketua lebih dulu" Ucap orang yang tadi bersama Angga.
Angga berjalan menuju Kulkas, Lalu membuka dan mengambil sekaleng Bir bintang. Kemudian duduk di sofa dengan santai nya menunggu Ketua Tiger White.
Tiga menit berlalu, Suara langkah kaki terdengar, Angga melihat ke arah pintu, "Tunggu lah beberapa menit lagi, Bawa nyantai aja, Ketua sedang ada tamu di kamar nya, tak bisa di ganggu" Ucap orang yang datang, Yang pasti nya orang yang memanggil Ketua nya tadi.
Kita tinggal kan mereka dan beralih ke Sky Paviliun..
Tuk tuk tuk suara sepatu Alisya. Dia mendorong pintu, Dia tak tau bahwa Zai ada disana, Tapi jika pintu tidak terkunci, Otomatis Zai ada di dalam nya. "Sayang, Kenapa tidak beri tahu aku, Kamu ada di sini, Aku kan bisa masakin makanan buat mu" Teriak nya saat masuk.
__ADS_1
Aisya mendengar suara seorang wanita, Dia langsung menoleh dan mengerutkan kening nya. Dan dia berdiri, Seketika pandangan nya menemukan wanita cantik yang memakai pakaian kerja, mereka bertemu di ruang tamu dengan saling memandang dari kepala hingga kaki.
"Siapa kamu?" Aisya lebih dulu bertanya dengan wajah yang kesal karna mendengar ada wanita yang memanggil kekasih nya dengan panggilan sayang.
Alisya terus memandang wanita muda di hadapan nya yang mungkin seumuran dengan nya. "Aku pacar nya" Ucap Alisya santai lalu dia duduk di sofa yang ada di seberang Aisya.
Aisya yang memang tidak tau bahwa Zai punya yang lain, dia marah dan kalimat itu seperti bom atom yang meledak di kepala nya. Terlihat wajah nya merah menahan amarah, Tapi sesaat kemudian dia meredam nya dengan mengusap dada nya, 'Aiysa kau harus tenang' Batin nya.
Dia duduk lalu bertanya "Jika kau pacar nya, Apa bukti nya?"
Alisya memperlihat kan buah kalung yang tertutup baju dalaman nya. Dan menunjuk kan Cincin yang ada di tangan nya, Dia ingin melihat bagaimana reaksi calon madu nya ini.
Karna dia sudah tau sejak awal bahwa Zai tidak hanya memiliki dia tapi juga ada yang lain nya. Tapi karna cinta nya terlalu besar jadi dia bisa berbagi ranjang dengan wanita lain, Asalkan dia yang menjadi nomor satu..
Zai memegang kepiting besar yang masih hidup, Lalu mematikan nya dan melepaskan batok dan memotong nya dua bagian serta memotong kaki kaki nya, dan mengambil lagi kepiting yang lain nya, Dan mengulang pemotongan nya lalu mencuci bersih dan meniris kan nya.
Kemudian dia mengambil wajan dan menaruh nya di kompor. Dan memanaskan minyak yang banyak kemudian menggoreng kepiting hingga berubah warna, dan meniriskan nya.
Terdengar langkah kaki yang cepat, Seperti orang yang berlari dengan suara nafas yang terdengar ngos ngosan.
Aisya langsung berlari ke dapur, setelah melihat bukti yang di tunjuk kan oleh wanita di ruang tamu, Dia tak menyalahkan si wanita, karna dia tak tau siapa yang merebut, Entah diri nya atau orang yang ada di ruang tamu itu. Jadi dia ingin memastikan semua kebenaran nya.
"Ada apa Sayang? Kamu seperti di kejar setan!" Tanya Zai yang memasukan tumisan bawang putih, Bombai dan Jahe kedalam wajan.
"Ikut aku, Cepat" Teriak Aisya yang mata nya sudah merah.
__ADS_1
Zai segera mematikan kompor lalu mengikuti Aisya yang menarik tangan nya dengan berjalan cepat menuju ruang tamu..
"Ada apa sih, Aku kan belum selesai masak kepiting nya" Ucap Zai, tapi lagi dan lagi Aisya tidak menjawab.
Setelah sampai di ruang tamu, Zai dengan celemek nya termangu melihat Alisya berada di ruang Tamu dan sedang tersenyum, Barulah dia mengerti alasan Aisya berbuat seperti itu.
"Jelaskan padaku, Kenapa dia juga memiliki apa yang aku miliki?" Tanya Aisya kepada Zai yang kebingungan mau menjelaskan nya mulai dari mana. Dia terdiam seperti patung leberty.
Alisya berdiri lalu dia bersuara. "Anggap aku yang pertama, dan kamu yang kedua, Jika kamu tidak bisa menerima, Silahkan kamu pergi, Jangan meminta Zai untuk memilih, Karna aku tak ingin dia memilih salah satu di antara kita, Yang aku ingin kamu memilih tinggal atau pergi" Suara nya lembut tapi terdengar nyaring di telinga Aisya.
Dia lama berpikir dan terduduk di sofa sambil memijit kepala nya yang pusing dengan kenyataan.
"Bisa kah kalian tidak bertengkar, Dan bisa kan kalian ku miliki, Aku juga tak ingin kehilangan salah satu dari kalian" Ucap Zai yang duduk di samping Aisya dan merangkul nya. Juga Alisya yang di tarik oleh Zai kedalam pelukan nya.
Aisya mengangguk dan membenam kan wajah nya ke dada Zai. Begitu pula Alisya, Tiga orang saling berpelukan dan menikmati momen bahagia itu.
Alisya yang lebih dewasa meraih tangan Aisya dan bertanya, "Kamu serius mau berbagi?"
Tidak ada sahutan selain anggukan kepala dari Aisya yang menandakan mereka akan menjadi madu yang manis.
Zai berdiri dan berkata, "kalian berbicara lah agar lebih dekat satu sama lain, aku akan memasak yang spesial untuk kalian.
Dia kembali kedapur meninggalkan dua wanita itu, Lalu dia menghidupkan kompor lagi hingga wangi tercium lalu menambahkan air dan juga saus tomat, Saus cabe, Serbuk jeruk, gula dan garam, Lalu dia melarutkan kanji dan mengaduk nya hingga kental, Dan yang terakhir. Dia memasukan kepiting yang sudah di goreng mengaduk nya sebentar lalu mengangkat nya dan menaruh di piring.
Dan menata nya di meja makan. Lalu dia berjalan menjemput dua wanita yang terlihat sudah akur. "Ayo kita makan kepiting" Ucap Zai dengan nada bersemangat...
__ADS_1