
Sekilas info.
Juliana Xiao, Dia adalah janda beranak satu yang di tinggal mati oleh suaminya, di saat kematian suami nya, dia sedang mengandung sembilan bulan anak pertama dari buah cinta mereka. Masa sulit sudah banyak dia lewati, dari melahirkan, membesarkan hingga sekarang, Membuat nya tidak bisa dekat dengan lelaki lain karna dia hanya fokus bekerja dan merawat anak nya..
Lima tahun berlalu dengan proses yang berat hingga dia bertemu dengan seorang pemuda yang bisa menyentuh hati nya. Kala itu pertemuan pertama nya dengan sang pemuda di awali karna penyerahan saham, dan yang kedua bertemu ketika mobil nya mogok di jalan. Dan yang ketiga di rumah Sakit, dan kali ini adalah pertemuan mereka yang ke empat kali nya.
Di pertemuan pertama. Tumbuh rasa seperti biji sawi. Di pertemuan kedua saat dia memeluk hangat tubuh pemuda itu dari belakang, dia merasakan kembali perubahan pada rasa nya.
Di pertemuan ketiga dia selalu membayangkan nya. Dan yang ke empat ini semakin dekat dengan nya.
Mungkin kah Juli benar benar telah membuka hati nya yang sudah lama terkunci! Ayo kita cari tau kelanjutan nya.
-
-
-
Juli merasakan hawa panas di tubuh nya semakin meningkat di karnakan sentuhan lembut di pinggang nya. Dan kedekatan mereka sangat dekat hingga melon matang nya menempel dengan kuat di dada Zai.
'Dia memamfaatkan kesempatan dengan baik' Batin Juli, otak nya tidak lagi singkron dengan tubuh nya, Pikiran nya ingin melepaskan diri dari dekapan itu, Tapi tubuh nya tidak. Mungkin di karnakan sudah lima tahun tidak sedekat ini dengan lelaki, Jadi tubuh nya haus akan sentuhan.
Zai tidak lah tau apa yang di pikirkan atau di rasakan oleh Juli, dia masih memerankan pemeran utama dengan cukup baik, Hingga tidak ada kecurigaan yang bisa di cari dari akting mereka. Sesekali Zai mencium kening Juli sambil berbincang dengan Rendra untuk menunjuk kan kemesraan mereka kepada pengejar Juli.
"Emmm, Terima kasih kamu juga sudah menjagakan Wanitaku ini, aku sudah lama mendengar cerita tentang mu dari Juli, Akhir nya kita bisa bertemu dan berbincang, Aku sangat senang!" Ucap Zai sambil tersenyum.
__ADS_1
'Kamu senang, Aku tidak, Sialan mereka sangat mesra lagi' Batin Rendra terus berkecamuk, Dia sudah mengeluarkan banyak uang untuk mengadakan acara ini hanya demi pujaan hati nya yang kini di pelukan orang lain.
Bohong jika bilang tidak sakit. Jika melihat seseorang yang di puja sedang berada di pelukan orang, sedangkan kita merana melihat pemandangan itu, Sungguh menjadi kenangan buruk..
"Oh ya, Kamu kuliah atas sudah bekerja. Atau meneruskan usaha orang tua?" Tanya Rendra menyelidik.
"Sayang, kamu haus kan, Sini aku minumin" Ucap Zai yang menaruh gelas berisi anggur ke mulut Juli, Dengan terpaksa Juli pun meneguknya dengan tatapan melotot sebentar.
"Bagaimana kalau kita duduk dan makan lalu sambil ngobrol, Itu lebih baik kan dari pada berdiri saja" Ucap nya kepada Rendra yang langsung di angguki oleh nya.
Zai menarik dua kursi, satu untuk Juli dan Satu untuk dirinya sendiri.
Begitu pula Rendra, Santi dan juga suaminya mendekat kembali, Padahal sang suami tidak ingin mengganggu urusan mereka, Tapi Santi bersikeras, Mereka ikutan duduk di kursi menghadap meja bundar.
"Aku masih kuliah, Soal pekerjaan, Aku masih belum bekerja, aku hanya menghabiskan uang yang tak pernah habis saja, Dan menikmati waktu dengan wanitaku ini" Ucap Zai lagi dengan sedikit kesombongan sambil merangkul bahu Juli.
Ding Dong..! Ponsel Rendra berbunyi, Tanda ada pesan masuk. Dia membuka nya dan membaca isi nya.
"Kau benar, Cepat korek informasi nya!" Tulis Rendra dan mengirim nya kembali kepada Santi.
Santi mengedipkan mata tanda mengiyakan.
"Kalian sudah berapa lama berhubungan?" Tanya Santi memulai penyelidikan.
"Baru beberapa bulan San!" Sahut Juli sambik mengambik kentang goreng dan menyuapi lelaki yang ada di samping nya.
Tangan lembut itu menyentuh bibir Zai membuat getaran pada jiwa nya.
__ADS_1
'Jika ingin berakting harus total, Tidak perlu memikirkan masalah yang di timbulkan nanti nya, Aku juga seperti nya sudah jatuh cinta kepada lelaki ini' Pikiran Juli mulai terbuka dan dia menerima perlakuan Zai meski dia belum tau bagaimana dengan perasaan yang di miliki oleh Zai, Apakah perlakuan ini tulus atau hanya karna ingin membantunya keluar dari masalah.
Rendra semakin tertekan, dia sudah ingin menyerah melihat kemesraan yang di tunjukan oleh mereka berdua.
Adapun tentang hati nya, dia berusaha rela, Meski dia sering gonta ganti perempuan, dan sudah banyak wanita yang dia dapat kan di ranjang, Namun dia masih belum bisa meluluhkan hati Juli dengan pesonanya atau pun dengan kekayaan nya, Itu lah yang membuat dia ingin memiliki Juli dan terus mengejar nya meski di tolak berkali kali.
Meski Janda, Tapi Janda yang menjaga diri, memang idaman para lelaki.
Seseorang bisa berubah jika di beri kesempatan untuk berubah, Dia bahkan sudah menghilangkan kebiasaan nya dengan bermain wanita hanya untuk menunjuk kan ketulusan nya, Tapi cinta memang membutakan mata, Dia tak pernah di pandang atau pun berada di hati Juli, Sepertinya.
'Hais, Seperti nya aku harus kembali kedunia lama, Jika tak bisa mendapat kan nya' Batin Rendra, Sungguh karna Cinta orang yang berubah baik bisa kembali menjadi buruk.
Zai dan Juli tentu tidak tau apa yang di pikirkan oleh Rendra karna mereka bukan dukun atau pula peramal.
Juli sudah terlihat mabuk dan Menyandarkan kepala nya di bahu Zai, "Seperti nya wanita ku sudah mabuk, kalau begitu kami harus pulang lebih awal" Ucap Zai memundurkan kursi dan berdiri sambil memegang bahu Juli yang hampir tidak bisa berdiri.
'Baru satu gelas udah teler, Pepatah benar, Penyesalan memang selalu berada di belakang, jika tau ini akan terjadi, Aku tak akan memaksa Juli untuk meminum nya' Dia menghela nafas nya lalu mengangkat Juli Ala Bridal Style, Karna Juli tidak bisa lagi berjalan sendiri.
Tiga orang yang berada di meja yang sama dengan nya terkejut ketika Zai mengangkat Juli seperti itu, "Dia sangat kuat dan menawan" Gumam santi sambil menyenggol suami nya yang agak gendut itu.
Suami nya merasa tertekan di senggol oleh sang istri.
Rendra terpaksa memejamkan mata nya, "Apakah aku harus menyerah?" Gumam nya lalu berdiri dan pergi keluar untuk pulang.
Dia melihat Zai memasuk kan Juli ke Mobil Lamborghini dan mereka melesat keluar dari parkiran Hotel Rattan Inn.
Sedangkan Rendra yang sebelum nya bersembunyi juga keluar dengan wajah kusut, sebelum nya dia berniat ingin menguntit dan menguak kebenaran bahwa memang mereka hanya berpura pura, tapi ketika melihat mereka masuk dalam satu mobil sama, Menunjuk kan bahwa itu memang nyata..
__ADS_1
Jelas dia kalah kaya hanya dengan melihat Kuda lawan nya. "Seperti nya memang harus menyerah"