Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Kuras saja


__ADS_3

Dua orang saling berhadapan dengan tatapan yang tajam. Dengan kepalan tangan yang sama-sama dialiri Qi.


Neil memulai serangan. Wush!! kepalan tangannya begitu kuat dengan Qi yang terlihat menyembur seperti kepala harimau dikedua lengannya berwarna merah darah mendominasi.


Namun, Sadam juga memiliki hal yang kurang lebih sama hanya karakteristik yang berbeda. Dengan Kepala Srigala yang mengeluarkan sengatan listrik yang menderak menyambar kesegala arah.


Keduanya mengadu tinju untuk mengetahui kekuatan masing-masing.


Beeeng!! Suara keras terdengar memekak telinga. Fluktasi udara yang tercipta menghempas beberapa barang yang ada disekitar mereka. Namun kepalan tangan keduanya masih merekat disana. Terlihat dorongan kekuatan yang dikeluarkan saling menindas.


Wajah Neil berubah semakin merah karna tak kuat menahan untuk waktu yang lama. Sedang Sadam tersenyum dalam diam. Dia menambah kekuatan dengan mengalirkan lebih banyak energi Qi ke tangannya hingga, Hingga Neil terpelanting dengan sejumlah kekuaran pendorong itu.


Sadam mengejarnya, Dia menginjak tanah hingga debu-debu terangkat dan melonjakan tubuhnya dengan cukup tinggi.


Neil yang belum menemukan momentumnya untuk mendarat harus diganjar dengan pukulan telak diperut.


Braaaak!!


Tubuhnya melengkung dan terhempas kelantai. Lantai pun harus menerima konsekuensinya karna menahan tubuh Neil yang terjatuh. Lantai retak seperti jaring laba-laba yang menyebar tak beraturan.


Neil meringkuk dengan penuh kesakitan. Jika bukan karna Qi yang sempat dia alirkan ke perut. mungkin perutnya akan terberai karna pukulan itu sangat keras. "Sial! Sakit sekali" Dia mengumpat dengan keras.


Mencoba bangun. Sapuan kaki menyapu rahangnya hingga dia terdongak dan terpelanting lagi. Kali ini rahangnya patah. Neil dapat merasakannya.


"Perbedaan kekuatan yang sangat kontras" Gumamnya, Seraya menyapu darah yang berhambur dimulutnya.

__ADS_1


Seketika dia mengedipkan mata. Sebuah sapuan kaki melayang ke arahnya kembali. Namun kali ini dia dapat menangkis dengan tangannya meskipun harus terpontang-panting. Sebab tendangan Sadam bukan kaleng-kaleng. Dia sangat berpengalaman dalam hal menendang dan dia menendang disatu tempat saja yaitu tangan kanan yang telah menyentu wanita tuannya.


Gencar serangan yang dilesakan oleh Sadam, Tidak hanya menggunakan satu kaki. dia menggunakan keduanya secara bergantian. Hingga, Hingga Neil tak dapat lagi merasakan keberadaan tangannya. Terlihat tapi tidak terasa. Dan juga ada begitu banyak darah yang keluar dari tulangnya yang mencuat merobek daging serta kulitnya.


Neil sudah tidak bisa berkata-kata lagi untuk menggambarkan kesakitannya. Bahkan untuk membuka mulut berteriak saja susah baginya.


Karna setiap sapuan kaki Sadam bukan hanya menendang tangannya. Ketika tangannya tak bisa mengangkat. Maka wajahnyalah yang akan terkena.


Nasib yang tak pernah dia duga sebelumnya... Kini dia terkapar tak berdaya.


Jaya bergerak melepaskan tali pengikat yang mengikat Juli. Setelah itu dia membawa Juli pergi dari tempat itu. "Masuklah Nona Muda. Biarkan kami yang mengatasi disini" Kata Jaya. Seraya membuka pintu Mobil.


Juli mengangguk, Dia masih sedikit trauma.


Jaya menutup pintu dengan pelan. Setelahnya dia berlari dengan cepat untuk memeriksa sekeliling rumah. Sedang Sadam memperhatikan Tuan Mudanya yang kini bertarung dengan sengit disisi timur Villa yang sedikit terbuka dan lapang.


Dia menangkis serangan yang datang, Pukulan cepat yang dilancarkan oleh Zai. Namun lagi-lagi dia ter-mundur. Dia tak bisa lagi menangkis dan terkena hantaman pada dadanya.


Braak!! Terdengar retakan


Tidak ada senyum diwajah Zai yang biasa dia lakukan ketika melawan musuhnya. Kini tempramennya berubah dengan jelas saat wanitanya diganggu dan disakiti.


Keringat membasahi keseluruhan badan tua Jing Wei. Hal yang tak pernah dibayangkan dia akan mati oleh seorang pemuda. Jika dia tidak membela Bram, Kemungkinan dia masih akan hidup lebih lama. Hanya karna niatnya ingin membantu, dia lebih dulu meninggalkan dunia.


Swush!!

__ADS_1


Zai memutar tubuhnya seperti menari dengan energi Qi yang berbentuk naga berputar mengelilingi tubuhnya kemudian berdiri seperti ingin memangsa.


Tatapan Zai sedingin es. Seketika dia menghempaskan teknik yang telah dia pelajari dan ini adalah pertama kalinya dia menggunakannya..


"Teknik Naga melahap matahari! Gumamnya.


Energi panas seketika menyebar dan mencuat tinggi bayangan naga seketika, ketika Zai mengangkat telapak tangannya keatas menengadah menghadap matahari. Kemudian dia arahkan lagi ke tubuh Jing Wei yang masih berdiri tak bergerak dengan banyak lebam. Siluit naga itu langsung meliuk menuju Jing Wei dan menganga.


Baaaaaam!! ketika Naga itu melewati tubuh Jing Wei. Jing Wei langsung meledak dengan darah yang menjadi kabut dengan tubuh yang menjadi debu.


Setelah melihat serangannya yang cukup dahsyat. Zai dapat memahami bahwa kekuatan itu masih bisa ditingkatkan. Apalagi dengan lawan berat yang akan dia hadapi. "Aku harus menyuruh pasukan bayangan kembali. dua atau tiga orang untuk menghadapi ancaman ini" Gumamnya, Seraya menarik nafas yang cukup dalam.


Zai melihat sekeliling yang tidak nampak lagi keindahannya. Hancur akibat peraduan serangan mereka sebelumnya.


"Jika Jing Wei termasuk yang lemah, Maka yang lain lebih kuat, Aku harus berhati-hati. dan yang terpenting aku harus bertanya kepada Jecky. dia pasti tau suatu hal tentang Organisasi Kultivator ini. Jika aku tak bisa bergabung dan menjadi yang terkuat disana, Maka ku hancurkan saja, Aku akan tetap menjadi yang terkuat disana dan tugas akan selesai" sambil berjalan dia bergumam. Memasuki Villa yang kini barang-barang berserakan. Zai menemukan Sadam yang duduk dikursi dengan kaki bertumpu di tubuh Neil.


Amarahnya kembali mencuat melihat lelaki itu. Dengan langkah cepat dia mendekat.


"Sadam! Carikan aku pisau, Aku akan memotong jari-jarinya yang sudah menyentuh wanitaku"


"Baik tuan muda!" Sadam segera berdiri dan mencari pisau didapur. Setelah menemukannyam dia segera kembali.


Zai yang menatap Neil dengan tajam akhirnya berkata "Aku mengampunimu dengan tidak menghukummu waktu itu. Apa kau ingat?" Melihat Neil tidak bersuara Zai menendang pinggang Neil hingga terguling.


Sadam datang dengan sebilah pisau dapur yang mengkilat dan langsung memberikannya ketangan Zai.

__ADS_1


"Tuan Muda, Ada banyak harta didalam rumah ini" Ucap Jaya yang datang dengan berbagai emas batangan dan berlian yang berkilauan.


"Kuras saja semuanya. lalu bakar rumah ini nantinya setelah aku menyelesaikan scor dengan dia" tunjuk Zai ke wajah Neil yang terlihat sangat ketakutan


__ADS_2