Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Organisasi kultivator


__ADS_3

Kekacauan segera terlihat ketika Mobil yang ditumpangi oleh Jecky berhenti.


Banyak manusia yang terkapar dengan berbagai luka, Namun tidak ada yang bergerak diantara mereka. Entah karna suatu alasan atau memang benar-benar meninggal. Tapi hal itu tidak pernting, jadi Jecky tidak memeriksanya. "Bukakan jalan untukku" Jecky berkata. Dia tak ingin ketika dia lewat orang-orang itu ada yang menjagalnya.


"Baik Bos!" Dua orang turun lebih dulu dan menyingkirkan beberapa tubuh yang menghalangi jalan dengan cara yang tidak biasa, yaitu menendang mereka satu persatu.


Jecky mengikuti dari belakang dua orang dan masih ada dua orang lagi yang ada dibelakang menjaganya dari ancaman jikalau ada.


Aaaaagrh!! Sebuah teriakan langsung menyambut mereka ketika langkah kaki mereka memasuki sebuah ruangan.


Bawahan Jecky Segera bersiap tanpa perintah mereka menjaga dengan baik, Karna gajih yang mereka terima juga cukup besar perorangnya.


Terus melangkah kedalam, Lima orang itu melihat penyiksaan yang dilakukan oleh Zai. Jelas Jecky dapat mengenali siapa yang disiksa itu. Tapi dia masih mempertanyakan. "Mengapa ada orang itu disini? Apakah mungkin dia bersekongkol dengan Jing Wei dalam penculikan?" gumamnya.


"Opa sudah datang, Sini Opa!" Zai tanpa menoleh langsung berkata, Karna dia tentunya sudah tau siapa yang datang.


"Hemm" Jecky mendekat dan berdiri disamping Zai yang masih berjongkok dengan Neil yang terbaring terlentang dengan banyak darah yang bersimba ditubuhnya. Jecky yang melihat hal itu, Ada semacam tidak nyaman yang bergejolak didada. 'Apa maksudnya menunjukan kekejamannya kepadaku?' Tapi Jecky tidak mempertanyakan hal itu. "Bukankah dia Neil?"


"Kau benar Opa!" Zai terdiam sebentar dan keheningan terjadi. "Apakah Opa juga bagian dari mereka?" Zai berdiri dan bertanya seraya menatap netra Jecky.


Jecky yang ditatap sedikit ada rasa yang mengganggunya. Dia mengambil nafas yang cukup dalam beberapa kali. Setelahnya dia baru berkata "Benar! aku memang bagian dari mereka. Tapi aku tidak pernah berniat untuk menculik cucuku sendiri. Bahkan aku tidak tau mereka berencana menculik cucuku hanya karna aku tidak memberitahu mereka tentang dirimu." Ucapnya jujur "Dimana Jing Wei?" Jecky bertanya, Sedari tadi dia mengedarkan pandangannya namun tidak menemukan keberadaan Jing Wei.


"Jangan pikirkan dia, Dia sudah mati!!" Zai menghela nafas perlahan lalu duduk. "Dia ingin segera mati, Apakah Opa bisa membantunya?"


Mendengar kalimat seperti itu, Jecky memiliki wajah yang sedikit muram. Dia pun memandang bawahannya. "Bantu dia untuk bunuh diri!" perintahnya.


"Terima kasih" Ucap Zai kepada Jecky dengan senyuman yang mengembang sedikit. "Aku ingin tau semua tentang organisasi kalian, Bolehkan Opa?" tanya Zai.


"Tentu.. Tapi bukan disini tempatnya" Kata Jecky. "Lebih baik kerumahku saja!" ajaknya lagi.


"Tidak masalah. Tapi aku masih menunggu teman satu orang" sahut Zai.

__ADS_1


Tidak berapa lama selesai berkata, Sadam muncul dengan tiba-tiba mengejutkan Jecky dan ke empat orang lainnya.


"Tuan Muda, Semua sudah dibereskan. Apakah ada hal yang perlu dilakukan?" Tanya Sadam seraya menyerahkan sebuah cincin.


Kelima orang itu melihat cincin yang diberikan kepada Zai, Ada sedikit kerutan dialis dan bertanya dengan bingung dalam hati tentang cincin apa itu.


Tapi tidak ada yang berani menanyakannya langsung keculi Jecky. "Jika boleh tau, Cincin apa itu?" Jecky mewakili perasaan empat orang bawahannya yang penasaran.


"Ini adalah barang yang tidak sembarang orang boleh tau, Tapi karna kau adalah seseorang yang sudah ku Anggap sebagai Opa. Maka akan aku katakan.. Ini adalah sebuah cincin penyimpanan"


Sekali lagi kerutan muncul dikening mereka. Hal itu adalah hal yang baru dalam pengetahuan mereka, tentunya.


Zai mengambil salah satu cincin disakunya, Sebuah cincin yang sudah dia keluarkan isinya dan menyerahkannya kepada Jecky. "Ini ku berikan satu, dan kau bisa menyimpan berbagai barang. Jangan ditanya dimana aku mendapatkannya, karna itu adalah sesuatu yang tidak patut dipertanyakan" Kata Zai dengan sedikit penekanan pada nadanya.


Jecky menyambut, lalu dia bertanya "Bagaimana memungsikannya?"


"Alirkan Qi kedalamnya dan kau akan dapat melihatnya dengan kesadaran sepiritual" kata Zai. dia segera berdiri setelah melihat Neil bunuh diri.


"Zai!" Segera Juli keluar dari Mobil dan berlari dengan kedua tangan terentang. Dia memeluk erat pinggang Zai seolah sudah tidak bertemu ribuan hari.


"Aku tidak apa-apa dan masih baik-baik saja" bibir Zai membentuk kurva menatap netra Juli yang masih menggenang air mata disana. Dia tau ada kekhawatiaran diwajah itu, lalu dia menangkup kepala Juli dengan kedua telapak tangannya dan berkata lagi. "Ayo kita pulang kerumah Opa, Aku ada hal yang penting yang ingin didiskusikan dengannya"


"Mm" Juli hanya mengangguk lalu masuk kedalam Mobil Xenia.


"Jaya! Kau masih ingatkan lokasi Mobil Juli yang ditinggal 'Kan?" Zai menatap Jaya dan bertanya.


"Tentu tuan muda!" Sahut Jaya dengan cepat.


"Sadam, Kau temani Jaya untuk mengambil Mobil! setelah itu antar kerumah Juli yang lama, nanti akan aku beri alamatnya jika kalian tidak tau" kata Zai lagi. Dia langsung masuk kedalam Mobil dan memutar arah.


Jaya dan Sadam hanya mengangguk dan masuk ke Mobil Ayla. Sedangkan Jecky anak buahnya juga kembali ke Mobil dan meluncur mengikuti Mobil Zai yang sama tunjuan

__ADS_1


..............


Di kediaman Jecky Xiao. Dua orang saling berhadapan dengan tatapan serius saling memandang dan belum bicara sepatah katapun sejak mereka sampai.


Zai menaruh sikunya dikedua lututnya dan menangkupkan telapak tangannya menatap Jecky, Lantas dia berkata "Jelaskan dari siapa nama dan segi kekuatan yang kau tau, Opa?"


Jecky menarik nafas yang dalam setelah itu dia menghembuskan perlahan "Di dalam organisasi. Ada dua belas orang yang berkududukan penting. Dan semua orang tunduk pada satu pemimpin saja. Posisi satu; Mei Chan dia seorang wanita yang cukup muda, dia adalah istri sang pemimpin.


Kedua; Jin Long.


Ketiga; Shou Yang.


Keempat; Ming Chun.


Kelima; Gilbert.


Keenam; Yao Yan.


Ketujuh; Jing Wei


Kedelapan; Ao Tian


Kesembilan; Sakti.


Kesepuluh; Oda.


Kesebelas; Aku.


Kedua belas; Bram.


Untuk nama pemimpin aku tidak tau pasti, terkadang Mei Chan memanggilnya dengan Kak Jun" Jecky mengambil gelas yang berisi anggur lalu menegaknya habis. Kemudian dia berkata lagi. "Kau sudah membunuh Jing Wei. ada lima orang yang berkekuatan lumayan. Dan aku yakin kau akan mudah menghadapinya, Mereka tidak lebih kuat dari Jing Wei juga tidak terlalu lemah. Anggap saja seimbang. Yang harus kau perhatikan adalah lima kebawah, Karna lima orang ini sangat kuat. terkadang aku berada didekatnya saja merasa merinding bulu kuduk. Belum lagi tatapan pemimpin yang bisa menekan kami semua" Ucapnya

__ADS_1


"Opa tenang saja, Aku masih ada pasukan yang cukup untuk melawan mereka jika aku menarik semuanya. Tapi mereka masih berada dibeberapa negara yang terpisah. Bisakah kau memberiku akses masuk kedalam Organisasi?" Zai bertanya lagi...


__ADS_2