
"Kemungkinan besar dia memang berada pada tingkatan di atas, sehingga aku tidak bisa melihatnya walaupun sudah mencoba menelisik dan mencoba untuk merasakan energi Qi di tubuhnya. Namun ketika dia mengeluarkan Qi, aku dapat merasakan kekuatan yang luar biasa. Seolah itu milik dari dunia lain" kata Kaisar Kang Zhiyun memberikan keterangan.
"Sepertinya memang begitu Kaisar! Sebab aku juga berkeringat dingin ketika dia mengeluarkan Qi. Ada semacam aura penguasa yang ditampilkan" terang Kong "sepertinya wanita yang bersamanya juga memiliki sesuatu yang lebih berbahaya. Apa mungkin mereka dari kekaisaran lain?"
"Mungkin saja. Sebab mereka masih muda. Dan kita tidak pernah mendapat informasi apapun mengenai dua orang yang masih muda namun memiliki kekuatan diluar nalar" ucap Kang Zhiyun seraya menarik nafas yang cukup dalam.
"Lebih pastinya tuan bertanya kepada pangeran Kang Hong, mungkin dia tau asal keduanya" usul Kang Kong.
Diberi nama Kang di depannya. Kong yang pada awalnya hanyalah orang luar dianggap seorang keluarga oleh Kaisar Kang Zhiyun karena kebaikannya dan pengabdiannya yang sudah puluhan tahun mengikutinya. Sejak sebelum Kang Zhiyun menjadi kaisar Kanggo.
Kaisar Kanggo atau yang dikenal dengan Kang Zhiyun. Dulu dia tidak berebut tahta, sebab dia adalah anak tunggal.
Namun sekarang dia harus mengadakan sebuah strategi untuk menjadikan Kang Hong sebagai calon Kaisar selanjutnya. Tak ingin memilih Kang Lai karena dia penuh ambisi besar dan pemarah, begitu pula dengan Kang Jun yang tak pernah memikirkan orang lain selain dirinya. Sangat tak cocok untuk menjadi kaisar.
Hal yang menyulitkan adalah menentukan putra mahkota. Jadi hanya dengan cara yang seperti inilah, dia bisa menunjuk. Entah siapa yang akan menang itu adalah takdir sang dewa, menurutnya!
Setelah cukup beristirahat. Kang Zhiyun pergi dengan bantuan Kong menuju kamarnya.
….
Tiga minggu berlalu. tanpa terasa keberadaan Zai di dunia itu sudah selama itu. Dia kini menjelajahi hutan larangan seorang diri. Hutan yang disebut sebagai rumahnya binatang buas itu kini ditantang oleh seorang pemuda luar biasa yang memancarkan niat membunuh yang besar. Zai sudah bisa mengumpulkannya setelah membunuh begitu banyak binatang buas.
Dia menyebar niat membunuh itu kepada setiap binatang yang dia lewati dan membunuh dari level yang terendah hingga yang sedikit lebih tinggi.
__ADS_1
Tidak terhitung lagi notifikasi yang diberikan sistem kepadanya. Poin penukaran terus terisi bahkan poin peningkatan hingga membuatnya bisa naik tingkat menjadi ranah raja bumi tahap puncak sekarang.
Dia adalah orang termuda yang bisa mencapai tingkatan itu dalam sejarah kekaisaran Kanggo. Dimana umur di bawah tiga puluh tahun adalah suatu hal yang sulit untuk dipecahkan lagi rekornya.
Dengan menggunakan senjata barat yang begitu mendominasi. Dia langsung memakai semua peralatan yang didapat dari hadiah membunuh binatang buas. Berupa bom. Kaliber dan laser untuk membabat semuanya. Sayang itu hanya bisa digunakan satu kali pakai saja. Jika tidak! Sudah dia hancurkan dunia itu dengan senjatanya.
Dia kembali ke kediamannya yang dibuat sama persis dengan Sky Pavilion miliknya yang ada dibanjarmasin, disalah satu sudut yang tanahnya dibeli dari anak pak tua Bai.
Sedangkan Laila menunggu disana dengan pakaian tipis yang menggoda.
Zai memasuki kamar dimana Laila sedang berada disana menonton televisi. Tempatnya itu seperti keberadaan yang jauh pada kekaisaran Kanggo padahal itu masih dalam wilayah yang sama. Tapi semua peralatan yang dimiliki adalah kepemilikan bumi.
Apakah dunia itu akan berubah pada masanya. Dimana seperti bumi dengan teknologi moderen namun masih ada kultivator yang mengisi setiap belahan dunia.
Bahkan dia menaruh mobil lamborgini miliknya di halaman depan Sky Pavilion namun dia hanya belum membuat jalan untuk mobilnya.
"Aku merasa dunia ini terlalu bagus jika semua dibuat dengan gaya moderen" ucapnya kepada Laila yang begitu santai duduk menyilangkan betisnya yang jenjang dan putih mulus seputih giok.
Ingin sekali Zai menerkamnya di sofa itu. Tapi tetap dia menahan keinginannya dengan menarik nafas pelan dan menghembuskannya pelan pula.
"Ubah saja jika kau ingin. Selain misi untuk menjadikan putra Mahkota sebagai kaisar. Tuan muda juga memiliki aku, sistem konglomerat yang artinya dimanapun tuan berada. Seharusnya tuan menjadi seorang konglomerat. Bukan hanya sebagai tokoh pendukung saja" jelas Laila dengan tatapan yang menggoda dengan sedikit kedipan mata.
"Lama-lama aku benar-benar akan tidak tahan dengan sikapmu. Aku harus pergi dan membangun jalanan kota untuk wilayah ku lebih dulu. Agar jika nanti, ketika pabrik sudah buka dan dijalankan. Kota yang ku bangun ini akan menjadi kota termegah dalam sejarah. Dan orang akan berbondong-bondong ke kota ini. Maka uang akan mengalir laksana air tanpa berhenti" ungkap Zai.
__ADS_1
Dalam khayalannya memang ingin menjadikan tanah miliknya sebagai satu kota yang terpisah dari kekaisaran. Dan itu akan dia minta kepada Kang Hong jika sudah menjabat sebagai kaisar, untuk timbal balik yang akan dia dapatkan. 'Jika bisa mendapat untung yang lebih. Mengapa tidak dilakukan?' Pikir Zai
Segera dia memasuki kamar mandi dan mengguyur seluruh badannya dengan air bersih. Dia merasakan hidup layaknya di bumi. Tidak ada perbedaan.
Peradaban akan segera berubah karena sang pembawa perubahan telah tiba didunia itu.
Tanah dengan luas saribu kilometer itu dijadikan nya sebuah kota, dengan banyaknya bangunan tinggi menjulang. Dia juga membuat sebuah pasar dan berbagai hal layaknya bumi. Dengan peralatan modern serta rudal yang disiapkannya, jika ada orang yang akan mengganggu kotanya. Maka rudal itu akan aktif dengan sendirinya.
Poin tukar yang dia miliki sangat melimpah. Sayang poin peningkatannya masih kurang untuk menembus tingkat raja langit. Jika tidak! Sudah pasti dia bisa naik tingkat. Dan untuk membunuh beberapa kroco hanya dengan hembusan nafasnya saja.
Setelah selesai dengan mandinya. Zai berpakaian ala bumi dan keluar dari kamar menemui Laila. "Apa kau mau ikut ke pertandingan hari ini?" Zai bertanya dengan lembut.
"Tentu, dimana ada tuan muda. Disana seharusnya memang ada aku" sahut Laila yang mulai berdiri.
"Kalau begitu. Ayo kita langsung menuju kediaman kaisar"
"Mm" Laila memberi anggukan sebelum mengibaskan tangannya membuka pintu spasial yang bisa mengantarnya dengan cepat.
Tiba dengan cepat di kediaman Kaisar, dimana kamar yang sudah ditempatinya selama beberapa hari dan tak pernah dilihat orang keluar. Hari itu dia keluar dari balik pintu dan mengejutkan beberapa penjaga.
"Apakah Kang Hong ada berkunjung?" Tanyanya langsung menyebut nama.
Zai memang tidak ingin dan akan tunduk pada perintah orang lain. Prinsip itu terbangun ketika dia mendapatkan sistem..
__ADS_1