Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Menghukum Sadewa


__ADS_3

Setelah menyelesaikan tugas nya dan mendapat hadiah yang tidak luar biasa tapi cukup berguna. Dia mengambil ponsel nya yang tertinggal di mobil lalu mendial kontak Torax.


Beberapa orang dari Organisasi Macan Hitam sedang berbincang santai sembari menunggu perintah dari Bos Utama.


Seuara dering telpon mengheningkan perbincangan dan Torax mengangkat tangan nya dan berkata, "Diamlah, ini telpon dari Bos" Ucap nya


Lalu dia menjawab telpon.


"Dimana lokasi nya?" Tanya Zai dengan nada dingin.


"Aku akan Membagikan lokasi nya" sahut Torax cepat.


Setelah Zai memutuskan sambungan telpon. Dia langsung mendapat lokasi nya dan Zai bergegas menuju lokasi tersebut.


Lima belas menit kemudian, Zai pun sudah melihat gudang yang pintu nya sudah hancur lalu dia memasuki nya dengan mobil nya.


Zai mendorong pintu dan melangkah keluar. Semua anggota Macan Hitam berdiri dan menyapa "Selamat datang Bos!" Ucap mereka serempak.


Zai melambaikan tangan dan juga mengangguk.


Lalu dia berjalan menuju penculik itu, dan anggota Macan Hitam memberinya jalan.


Zai mengeluarkan dua jarum dari Sembilan Jarum pembangkit lalu menusuk di kaki Mata Elang yang pingsan, hingga Mata Elang tersadar dari pingsan nya, Kemudian dia mencongkel peluru yang masih bersarang di kaki itu dan teriakan pilu terdengar dari mulut Mata Elang, Dia merasa tersiksa karna luka nya semakin terbuka.


Akan tetapi setelah peluru itu berhasil di keluarkan, dan ketika dua jarum di cabut. Dia tak lagi merasakan sakit yang seperti sebelum nya. Bahkan bisa dikatakan hilang, Hanya bekas nya saja yang terlihat sekarang.


Mata Elang menatap kagum sekaligus takut pada pemuda di hadapan nya itu. Dia bisa menghilangkan rasa sakit yang luar biasa hanya mengandalkan dua jarum saja, Dan itu ampuh.


Tapi itu juga menjadi sebuah ketakutan nya karna jika mudah menghilang kan, berarti menambahkan kesakitan tentu lebih mudah, Tubuh nya bergidik memikirkan itu.


Entah ini bisa di sebut menolong, Atau apa! Yang pasti dia sekarang pasrah saja, Karna hidup nya di tentukan oleh pemuda itu sekarang.


"Aku bisa saja menambah derita mu, Tapi aku masih belum ingin, Yang aku ingin sekarang kau membawa orang yang mengirim mu kesini kehadapan ku, Aku akan menunggu..!" Ucap nya lalu duduk di atas kursi kayu yang dibuat dengan seadanya.

__ADS_1


"Terima kasih" ucap nya kepada Jalu yang menyodorkan kursi itu.


Mata Elang dengan segera mengambil ponsel nya dan segera menelpon Sadewa, dan menyuruh nya untuk datang ke tempat yang sudah di sepakati.


Lalu Mata Elang mengatakan di mana pertemuan mereka kepada Zai, Dan Zai menyuruh Udin dan jalu untuk mengangkat Mata Elang, "Torax, Bunuh saja yang satu nya dan berikan kepada ikan Hiu!" Ucap nya menyuruh torax yang langsung di angguki nya. Torax jelas tak melakukan nya sendiri. Dia juga memerintahkan anak buah nya untuk melakukan itu.


Kemudian mereka berangkat bersama di malam itu ke tempat yang sudah di janjika. Tidak berada jauh dari pergudangan yang mereka tempati, Dan mobil yang di bawa oleh Torax melaju dengan kecepatan sedang.


(Ding... Tugas baru terpicu)


(Dapatkan Perusahaan Sadewa Group secara Gratis)


(Gagal akan mendapat kan gelar Pecundang)


Mendengar tugas dari sistem Zai langsung menelpon Handoko dan meminta nya untuk membuatkan surat menyurat akuisisi perusahaan itu.


Sepuluh menit pun berlalu dan mereka sampai pada titik pertemuan.


Sadewa dengan kecepatan hampir 100km perjam melesat kan Mobil nya dengan hati panas karna perselisihan antara dia anak nya dan simpanan nya. Dan juga tentang perusahaan nya yang sekarang terancam bangkrut total.


Sadewa memelan kan laju mobil nya karna dia sudah memasuki komplek pergudangan dimana mereka akan bertemu.


Terlihat dua orang berada di tengah tengah komplek pergudangan lama itu. Satu orang duduk dengan penutup kepala dan tangan terikat. Dan satu orang berdiri dan Sadewa mengenali nya.


Sadewa keluar dari mobil nya sambil membawa kunci roda di tangan kanan nya, Dia berjalan penuh dengan langkah yang berambisi.


Dan dia berdiri di hadapan dua orang itu.


"Mana Uang nya?" Ucap Mata Elang yang berdiri sambil berpegang pada kursi..


Sadewa mendengus mendengar Mata Elang meminta Uang.


"Maaf aku tak bisa membawakan mu Uang, Nanti akan aku trasfer saja, Karna aku tak sempat mengambil nya di Bank, Buka penutup kepala nya"

__ADS_1


Mata Elang langsung membuka penutup kepala Zai.


"Cepat serahkan dia kepada ku!" Pinta Sadewa menambahkan.


Mata Elang menarik Zai dan mendirikan nya lalu mendorong nya ke arah Sadewa dengan satu tangan dan satu tangan nya masih memegang kursi.


Zai berdiam di tempat dengan wajah lebam yang sengaja di buat dengan pewarna biru.


Sadewa mendekat Hingga satu meter jarak nya, Sadewa langsung berteriak "Apa kau tau anak ku sekarang tidak bisa berjalan karna mu, Dapat di pastikan dia tidak bisa berjalan hingga seumur hidup nya, Jadi biarkan aku yang membalas kan sakit hati nya" Selesai berteriak, Sadewa langsung mengayun kan Kunci Roda yang ada di tangan nya itu ke arah Kaki Zai yang masih berdiri.


Hingga jarak yang menurut Zai pas, Zai langsung melompat dan menendang kepala Sadewa dengan keras hingga terputar di udara dua kali putaran dan terjatuh dengan keras.


Kekuatan serta kecepatan Zai yang sudah mencapa level maksimal di level 1 ini tak bisa di hindari oleh Sadewa. Dia terpaksa menerima tendangan itu hingga mendengung kan telinga nya. Dan seperti nya telinga nya berdarah ketika dia menyentuh nya.


"Brengsek..! Aku lengah" Gumam nya lalu mengalihkan pandangan nya ke sosok yang ada di belakang Zai. "Apa kau bekerjasama dengan nya." Teriak nya kepada Mata Elang sambil berusaha bangkit namun terjatuh kembali


Dia sangat kesal, dengan keadaan itu.


"Kau bodoh Sadewa" Jawab Mata Elang dengan berteriak juga.


Zai berbalik dan mengambil kursi yang ada di tangan Mata Elang kemudian menghantamkan nya ke arah Kaki kanan Sadewa. 


"Jangan.....!" teriak nya dan dia berguling ingin menghindari. Namun gerak nya kalah cepat Dengan Kursi yang sudah melayang.


Braaaaak...! Suara kursi yang patah menyamarkan patahan tulang kaki sadewa. Di iringi dengan teriakan dan air mata yang menetes. Sadewa tak bisa berkata apa apa lagi.


Sebuah Mobil Yaris datang dan berhenti di dekat mereka bertiga. Dan satu orang keluar dari mobil tersebut.


"Apa kau sudah membawa apa yang ku minta?" Ucap nya kepada sosok yang datang.


Handoko datang ke tempat itu setelah mendapat kabar dari Zai yang menunggu nya sambil membawa sesuatu yang telah dia buat sebelum nya.


"Sudah ku siapkan di dalam koper kecil ini bos" Sahut nya, Lalu menyerahkan koper kecil itu.

__ADS_1


Zai menyambut nya dan membuka isi nya lalu berkata "Jika kau ingin hidup, Tanda tangani surat ini" Ucap nya kepada Sadewa sambil berjongkok.


Sadewa yang masih memegang kunci Roda langsung mengayun kan tangan nya untuk memukul Zai. Tapi Zai menangkap tangan Sadewa dan mengambil kunci roda tersebut. Kemudian membuang nya jauh...


__ADS_2