Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Mata Balas Mata


__ADS_3

Zai menggelengkan kepalanya.


"Tidak tau? Tanpa tau alasannya kau berani datang, Sungguh aku begitu salut kepadamu anak muda" Ucap Nelson. lalu berdiri.


Zai melihat kemana arah kaki Nelson berjalan dan berhenti lalu dia menyahut, "Aku tak perlu tau alasan apa orang lain mengundangku, Tapi jika itu hal buruk maka tak ada yang bisa ku hindari selain melawan balik" Ucap nya dengan nada tak seperti sebelum nya tapi masih mempertahankan posisi duduknya.


"Hemmm, Sebenarnya kita bisa berteman baik jika tidak ada masalah, Masalahnya adalah kau sudah membuat cucuku dirawat dirumah sakit, Sekarang sudah tau kan alasannya?" Ucap Nelson dengan masih memandang pemandangan diluar, Dia masih terlihat tenang diluar, Padahal di hatinya siapa yang tau.


"Ohhh, Aku tidak tau yang mana cucu yang kau maksud, Karna beberapa hari terakhir ini ada dua orang yang bersinggungan dengan ku" Sahut Zai tidak berpindah tempat. "Jadi apa yang kau inginkan sekarang dengan mengundangku, Apakah ingin membalas?" Tambah Zai lagi


'Sistem jika aku melawan orang ini, Berapa kemungkinan persen kemenanganku?'


(100% Bisa menang, Hanya saja untuk lolos dari sini akan susah, Karna Nelson sudah menyiapkan cukup pasukan disetiap sudut tempat ini)


'Putar Roda Emas, Secara otomatis'


Spin otomatis terus berputar, Ketika Zai diam menunggu jawaban dari Nelson. Dia berharap ada keajaiban yang dapat menolongnya lolos dari perangkap.


"Tentu aku ingin membalas, kamu tau pasti mata akan dibalas mata" Ucap Nelson yang kini berpaling menatap Zai.


"Hemm, Jika begitu kenapa tidak kamu lakukan sejak aku datang, Apakah karna kau tak yakin dapat mengalahkan ku? Hingga mengulur waktu agar pasukan dapat berada di posisi yang sudah kamu inginkan? Sepertinya memang seperti itu kan?"Tanya Zai dengan nada meremehkan, padahal dia juga mengulur waktu.


Sambil berbicara sembari menunggu dimana jarum panjang akan berhenti berputar, Yang memang sudah terlihat melambat.


(Ding... Selamat tuan rumah mendapatkan Satu set pakaian Aura transparan yang bisa membungkus tubuh tuan secara keseluruhan)


'Langsung pasangkan saja, Untuk jaga jaga kalau ada penembak jitu yang mengintai' Perintahnya kepada sistem


Zai merasakan seperti ada gelembung tipis yang keluar dari tubuhnya dan membungkus dirinya secara keseluruhan, 'Ini sangat mantul Sistem' Pujinya 'Putaran terakhir semoga lebih beruntung, Spin lagi Sistem'


"Kau memang tidak sesederhana yang terlihat, Kau mampu mengetahui bahwa aku telah menyiapkan beberapa orang di tiap sudut rumah ku, Tapi bukan karna aku takut atau karna aku tak yakin bisa mengalahkanmu, hanya saja jika kamu lari, Mereka akan menangkapmu, Jadi ini akan menjadi pertarungan hidup dan mati" Ucapnya.

__ADS_1


"Sudah cukup basa basinya" Teriak Nelson mendekat dan mulai mengayunkan kakinya menyerang Zai yang masih duduk menyilangkan kakinya.


Zai menendang meja untuk bantuan menjungkir balikan sofa yang dia duduki hingga terlepas dari ayunan kaki. Zai berguling dua kali namun Nelson tak melepaskan nya begitu saja. dia kembali menyerang dengan ayunan kakinya.


Braaak.. Pyaaar.


Kaca lemari menjadi sasaran tendangan yang lepas karna Zai sudah tidak ada disana lagi.


(Selamat tuan rumah mendapatkan sepuluh pasukan bayangan yang terdiri dari kultivator mendalam)


'Langsung sebarkan saja sembilan orang sebagai pembuka jalan untukku keluar dari sini'


(Untuk keamanan tuan rumah, Maka sistem sudah memperhitungkan rute keluar)


'Bagus sistem'


Braaak Zai termundur kebelakang terkena tendangan didadanya, Karna dia tidak fokus dengan pertarungan membuatnya terkena serangan.


Untungnya selubung Aura yang melindungi, Hingga Dia masih baik baik saja meski tendangan yang di lepaskan Nelson sangat kuat.


"Rahasia apa yang kau miliki anak muda? Jika kau menyerahkan nya kepadaku Maka akan aku lepaskan kamu!"


Zai tersenyum mendengarnya, Dia menarik nafas yang dalam lalu menghembuskannya. "Jika kau bisa memaksaku untuk mengatakannya, Maka lakukan"


"Jangan berlagak disini, Kamu sekarang berada di kandang macan, Hidupmu sudah ditentukan setelah kau memasuki mension ku ini" ucapnya dengan mata merah.


Dengan tubuhnya yang sudah tua itu dia melompat setinggi dua meter, Umur baginya tidak menjadi hambatan, Karna dia sudah terbiasa dengan pertempuran.


Kepalan Tangan membentuk tinju yang kuat ditarik ke belakang dan di lepaksan lurus kedepan.


Wussh

__ADS_1


Zai menahannya dengan telapak tangan terbuka, Tak sedikitpun kakinya bergeser dari tempat nya, Kemudian Zai mengenggam tangan itu, Dan menarik nya kebelakang lalu mengayunkan kaki kanannya ke arah pinggang kiri Nelson.


Nelson melihat itu dengan jelas tapi dia belum menemukan pijakan untuk menghindar, Karna dia masih berada di udara, terpaksa dengan tangan kirinya dia meninju tendangan Zai yang keras. Al hasil dia terpelanting kebelakang lima langkah, Dengan tangan kiri yang gemetaran.


Nelson merasakan sakit di tangan kirinya, Bukan hanya tidak tangan terkuatnya, Tapi juga karna kurangnya ayunan tangan untuk menahan serangan itu.


Zai menatap Nelson tanpa meremehkan, Karna dia tau Nelson cukup kuat setelah beberapa kali adu serangan.


Zai berlari mendatangi Nelson yang masih memegang Tangan Kirinya yang sakit, Zai mengayungkan tangan kanannya yang terkepal dan melayangkan nya ke arah kepala Nelson, Nelson menghindar dengan mencondongkan tubuhnya kebelakang.


Tak berhenti disana saja, Zai dengan tangan kirinya dan kanannta bergantian menyerang seperti bayangan yang terus membuat Nelson mundur kebelakang hingga tersandar pada lemari kayu.


Nelson menangkis hanya dengan tangan kanannya saja, Karna tangan kirinya masih terasa nyeri.


Tapi meski hanya dengan satu tangan, Serangan Zai masih belum bisa menumbangkan nya.


Braaak.. Pukulan Zai menghancurkan pintu lemari kayu, Jika itu mengenai orangnya, Entah apa yang akan terjadi.


Terlihat Nelson berjungkur tiga kali untuk menjaga jarak dengan pemuda itu. 'Brengsek ini pertama kalinya aku tersudut seperti ini, Dari mana pemuda ini berasal hingga punya keterampilan yang baik, Apakah ada Keluarga tersembunyi yang menjadi latar belakangnya'


Bugh, Ugh...! Darah menyembur dari mulutnya dan tubuhnya telonjak ke atas karna tendangan Zai mengenai dagu bawahnya.


"Kau terlalu banyak berpikir, Makanya kau lengah" Ucap Zai


Swooooosh suara angin terdengar kecil di telinga Zai dan dia melompat kesamping untuk menghindarinya.


Terlihat oleh mata Zai seseorang meraih tubuh Nelson dan membawanya kesudut selagi Zai menghindari serangan itu.


Tuk Tuk Dua pisau terbang yang melesat menancap di dinding beton.


"Seorang Assassin rupanya, Kau mempunyai penjaga yang cukup baik, Tapi bukan hanya kau saja yang punya... Keluar lah Nomor satu" Teriak Zai

__ADS_1


Ada kilatan cahaya pedang yang tertarik dari sarungnya. muncul di belakang Assassin itu, Kini dua orang itu bertarung dan menghancurkan banyak properti didalam rumah itu.


Zai berjalan mendatangi orang tua itu dengan langkah pelan dan tangan yang berada di dalam saku celannya..


__ADS_2