Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pertarungan Lanjutan 2


__ADS_3

Wush! Aura kuat itu menyebar ke segala arah. Kang Hong senang melihatnya. Dia merasakan sesuatu yang bahagia. Ketika seseorang dapat melepaskan semua kekesalan yang selama ini terpendam. Maka kebahagiaan dapat terpancar dari wajah.


Kang Hong bergerak dengan tinjunya. Tidak ada pedang di tangannya. Jadi hanya memakai tinju saja itu lebih efektif jika memang lawan juga tidak memakai senjata.


Melihat hal itu, Kang Jun bergerak zigzag untuk sedikit membuka jarak lalu berputar pada mengitari setiap sisi arena. Entah apa yang dia pikirkan hingga melakukan hal itu. Mungkin dia sedang mencari celah untuk menyerang. Entahlah!?


Tidak ada celah yang ditunjukan oleh Kang Hong sebab dia mengikuti pergerakan Kang Jun. Hingga suatu ketika dia melompat secara diagonal dan langsung memberikan tinju tak terduga miliknga.


Dalam kecepatan itu Kang Jun tidak dapat menghentikan serangan Kang Hong. Dengan terpaksa dia mundur setengah langkah dan menggeser kepalanya agar lepas. Namun perkiraannya salah. Ayunan tangan itu hanyalah tipuan. Serangan sebenarnya adalah kaki kiri yang sudah terbalut Qi.


Beng! Pinggang kanan Kang jun terkena serangan telak. Dia terpelanting lima langkah namun masih bisa bertahan dan tidak terjatuh. Dia sempat menemukan momentumnya dengan melonjakan kakinya.


"Sial!" Kang Jun menghentakan tangannya ke lantai arena karna kesal. Setelah itu dia tegak berdiri menatap Kang Hong. "Jangan bangga karena bisa memukul mundur diriku sekali. Aku hanya lengah tadi. Sekarang terima pembalasanku!" Teriaknya.


Dia membuat sebuah gerakan yang dikuasai dan itu adalah keahlian yang teramat kuat baginya. "Terkaman harimau mencari mangsa!" Dia berteriak kemudian siluet harimau dengan cakar muncul dan menerjang Kang Hong yang berdiri diam.


"Mati saja kau!" Teriak Kang Jun senang.


Kang Kong berdiri bahkan semua orang berdiri terkecuali Zai dan Laila yang duduk santai dengan segelas anggur masing-masing ditangan keduanya.

__ADS_1


"Apakah kita akan kembali setelah Kang Hong menjadi raja?" Tanya Zai melirik Laila.


"Bisa saja. Tapi kita masih ada waktu beberapa hari lagi. Apakah tuan tidak ingin mengembangkan usaha tuan lebih besar. Aku yakin dengan itu tuan akan menjadi konglomerat di kekaisaran ini. Dan tuan akan mendapatkan royalti yang bagus, meskipun kita sudah berpindah dunia. Sebab sistem telah menghitung bahwa itu adalah pendapatan tuan. Dan setiap yang didapatkan akan masuk ke rekening tuan. Tuan bisa mengambilnya kapanpun dan dimanapun dalam bentuk mata uang manapun" terang Laila.


"Kalau begitu, selesai Kang Hong menjadi Kaisar. Aku akan mengumumkan kepada dunia bahwa ada kota indah di dekat hutan larangan dan semua orang juga bisa memasuki hutan larangan. Sebab aku sudah membuat lorong dengan formasi yang tak bisa ditembus oleh binatang buas tingkat raja langit. Terkecuali ada binatang buas tingkat lanjut yang datang. Itu bisa menghancurkannya. Dan semua orang bisa mengelilingi hutan itu menggunakan mobil layaknya berpariwisata. Aku pun sudah memasang papan nama di sana. Dengan nama pariwisata hutan larangan. Dengan jalan yang berkelok-kelok layaknya lapangan formula one" kata Zai cukup panjang.


Baaam! Dua serangan beradu dengan sangat kuat di udara. Kang Hong yang mengeluarkan teknik baru yang di diberikan oleh Zai. Yaitu teknik naga melahap matahari. Begitu percaya diri. Dengan kekuatannya sekarang dia bisa mengeluarkan ilusi naga yang mengaum dan terbang menghantam harimau yang mencakar ke arahnya.


Hancur, serangan Kang Jun hancur ditelan naga itu. Tapi naga itu masih menganga dengan gigi tajamnya siap untuk menelan Kang Jun.


Wush! Naga itu berhenti tepat di dua inci dari hidung Kang Jun membuatnya meneguk ludah dengan sendirinya.


"Hampir saja aku mati!" Gumamnya. Kang Jun terengah. Nafasnya sedikit sesak. Karena itu adalah serangan terkuatnya yang menguras cukup banyak energi Qi miliknya.


"Aku menye→" ucapannya terhenti. Ketika melihat naga itu menghilang dan dia melompat dengan mencabut pedangnya yang keluar dari cincin spasial lalu melempar sarungnya ke sembarang arah. "Mati saja!"


Kang Zhiyun, Kang Kong, Keng Siong melompat untuk menghentikan Kang Jun.


Akan tetap sebelum mereka sampai. Bahkan Kang Jun pun terhenti. Karena Zai melambaikan tangannya dan formasi waktu dihentikannya. Hanya Kang Hong yang bergerak bebas. Dia pun bingung. Namun ketika melihat Zai yang tangannya berayun. Dia sangat yakin itu adalah perbuatan Zai yang menolongnya.

__ADS_1


Dia mendekati Kang Jun, perlahan dia mengambil pedang di tangan Kang Jun itu dan melemparkannya ke sisi dimana tidak ada orang. Lalu dia mengangguk kepada Zai ketika tangannya sudah siap untuk memukul.


Zai melambaikan tangannya kembali dan menarik formasi waktu.


Baam! Kang Jun terpelanting ke arah tembok batu dan merobohkannya.


Semua orang tersadar dan tak mengerti dengan apa yang terjadi. Namun yang pasti kini Kang Jun telah kalah karena keluar dari arena.


Keng Siong pun mengumumkan kemenangan Kang Hong. Meskipun masih ada tanda tanya besar di kepalanya. Begitu pula Kaisar Kang Zhiyun dan Kang Kong yang sempat terhenti di udara. Mereka menyadari ada sesuatu yang janggal. Namun tidak mengatakannya. Yang pasti Kang Hong selamat.


"Kong periksa keadaan putraku Kang Jun!" Perintahnya.


"Baik Tuan!" Sahut Kang Kong yang langsung melesat menjumpai Kang Jun yang sepertinya pingsan.


Semua mata hampir tertuju kepada tubuh Kang Jun yang dipapah oleh pelayan Pribadi Kaisar itu dan langsung membawanya menghilang dari tempat berdiri sebelumnya.


Kini mata penonton tertuju kepada Kang Hong. Seorang yang tak diunggulkan sama sekali dalam segi duel sengit yang terjadi dalam perebutan tahta. Berubah menjadi naga yang sebenarnya. Naga yang mengguncang hati rakyatnya bahkan kini mengguncang hati Kang Lei yang menatapnya dengan benci.


Meskipun mereka saudara. Tapi untuk berbicara saja mereka jarang. Sebab pada dasarnya mereka tidak sekandungan dan sebadan. Mereka satu ayah tapi beda ibu.

__ADS_1


Kini dia berjalan dengan perlahan naik ke arena. Menurutnya ini adalah final yang sesungguhnya. Dimana dia tidak akan menyerah hingga darah penghabisan. Dalam segi kecerdasan dia lebih diunggulkan. Dalam segi kekuatan dia adalah yang terbaik dari pangeran lainnya. Namun tiba-tiba suatu hal merusak semuanya. Betapa bencinya dia melihat Kang Hong yang tersenyum melihatnya mendekat.


"Masih ada aku yang akan menjadi penghalangmu naik tahta! Jangan terlalu senang diawal, takutnya! Kau akan menyesal kemudian. Meskipun aku akui kekuatanmu jauh meningkat. Namun aku yakin tidak ada hal instan yang kau capai tanpa mengorbankan sesuatu dan aku yakin kekuatan itu hanyalah kekuatan pinjaman saja. Dan ranah sebenarnya milikmu tetap ranah inti energi. Entah dengan cara apa kamu melakukannya? tapi aku menolak percaya!" Terang Kang Lei dan itu sedikit membuka pemikiran seseorang tentang asumsi yang dikatakannya. Dan memang itulah yang diinginkan olehnya. Dia ingin tidak ada pertarungan lagi tapi dengan mempengaruhi pikiran dan hati rakyat


__ADS_2