Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Melewati Malam bersama


__ADS_3

Zai menyingkap gorden dan melihat pemandangan indah yang terhampar dari atas lantai dua puluh lima.


Dengan sekaleng Bir ditangan dia menyesapnya perlahan.


Seorang gadis memakai lingerie warna hitam yang pastinya sangat menerawang, mendekat kearah Zai seperti pengantin baru yang menikah disore hari. Sangat indah dipandang dengan bentuk tubuh sempurna tanpa lemak, begitu menggoda. gadis itu melingkarkan tangannya dipinggang Zai.


Tercium semerbak wangi yang menggelitik hidung. Tidak ada yang tahan dengan godaan ini. tanpa banyak Babibuber. Amanda membuka bibir mungil dengan lapisan lipstik merah muda itu dan mendekatkannya ke bibir Zai.


Mereka memulai malam yang panas dengan pemandangan yang indah dan juga nafsu yang kian memuncak setiap detiknya.


Ada tali yang terbuat dari air liur yang masih terhubung. Ketika Amanda menarik kepalanya.


"Dimana kau menemukan baju yang sebagus ini? Sangat cocok ditubuhmu!" Zai menatap Mesra pujaan hatinya itu.


Amanda terdiam..


Dalam benaknya tidak pernah terpikir dia akan menyerahkan tubuh dan hati untuk lelaki didepannya ini sebelum menikah. Bahkan Rela berkorban Antara cinta dan dendam.


"Sayang! Hei!!" Zai melambaikan tangannya di wajah Amanda sembari memanggil.


"Jangan terlalu banyak berpikir. Kita nikmati malam ini seindah mungkin" Ucap Zai, Pelukan mesra kembali dia layangkan kepinggang Amanda. dan mereka mulai lagi pergerakan liar yang lebih panas.


..............


Ditempat yang berbeda.


Bram kini terikat disebuah kursi yang didudukinya. Dengan mata yang juga tertutup dengan selembar kain.


"Apa yang kalian lakukan, Mengapa mengikatku begini. Apa jangan-jangan kalian bukan dari Organisasi Kultivator, Hah?" Bram berteriak, Sekuat tenaga dia ingin melepaskan ikatan itu, Ingin membakar tali itu dengan Qi namun tidak berhasil. Entah tali apa yang digunakan hingga bisa bertahan dari serangan Qi yang menurutnya bisa menghancurkan besi sekalipun.


Empat orang yang mendengarkan teriakan Bram hanya tertawa. Mereka tidak menghiraukannya. Hanya asik dengan kartu Remi yang dimainkan oleh ke Empatnya.


"Biarkan saja dia berkokok hingga parau!" Ucap Hilman, Salah seorang bekas anggota Dark Moon yang kini mengikuti Sadam.


"Tapi dilirik juga, siapa tau dia lepas" Yang lain menimpali sambil membuang kartu ditangannya.

__ADS_1


"Apa kalian lapar?" Ucup bertanya.


"Selama aku bisa mengkonsumsi Qi. aku tak pernah merasa lapar, Tapi tidak menolak jika ada yang mentraktir" Sahut Hilman.


"Aku akan memesan makanan dulu, Soal uang jangan Khawatir kalian. selama mengikuti Bos Zai. Finansial akan terjamin" Kata Ucup dengan semangat.


"Nasi Padang saja, Sudah lama tidak memakannya" Sahut Hilman lagi mengusul.


Ucup memandang dua lainnya yang juga mengangguk berarti sama pilihan. Segera dia membuka Aplikasi GoFood dan memesan sesuai yang diminta..


Ditempat lain, Namun masih dalam lingkup yang sama. lebih tepatnya disalah satu ruangan bekas Dark Moon.


Dua orang lelaki saling berhadapan. Satu duduk dan satu berdiri. Salah satunya memegang ponselnya.


Sadam menghubungi Zai. Tapi tidak di angkat, beberapa kali dia mengulang namun masih tidak dijawab. Dia gelisah karna mengambil keputusan sendiri. hatinya merasa terganjal dengan rasa bersalah yang menimpa.


"Mungkin tuan masih sibuk dengan urusannya, Semoga dia tidak menyalahkan keputusanku" Gumam Sadam.


Sedang orang yang ditelpon masih asik melewati kebersamaan dengan wanita barunya. Meski mendengar panggilan telpon. tapi tidak menghiraukan. Ada hal yang lebih penting menurutnya.


.............


Jecky Xiao berjalan dengan tenang melewati lorong panjang bersama dengan dua orang Bodyguard sewaannya yang sudah menemani berapa tahun lamanya.


Sampai disebuah pintu besar yang dijaga oleh dua orang berbadan tinggi dan tegap, Dengan perlengkapan moderen yang dipakai sebagai senjata.


Mereka merentangkan pendeteksi kepada Jecky Xiao dan dua lainnya. setelah proses pemeriksaan. pintu segera dibuka.


Ada sepuluh orang yang sudah berada disana dan saling berbincang.


"Selamat datang jecky!" salah seorang yang lebih tua darinya menyapa. terlihat seperti seorang pemimpin. Dia duduk dengan santai menyandarkan tubuhnya dikursi dengan sebatang rokok mahal ditangan. dia berkata lagi "Duduklah!" Katanya sambil menunjuk kursi yang masih kosong. hanya tinggal satu kursi saja yang tidak diduduki oleh siapapun. itu adalah Kursi ke dua belas. Yaitu Kursi milik Bram.


"Apa kau sudah tau tentang hilangnya Bram?" Tanya pemimpin itu menatap Jecky Xiao.


Wajah Jecky sedikit terkejut tapi hanya sebentar lantas dia berkata "Jika pemimpin tidak mengatakannya. aku tidak tau bahwa Bram hilang"

__ADS_1


"Hemm, Jing Wei!" Pemimpin itu memandang Jing Wei dengan tatapan yang dalam.


"Siapa yang menculik Bram"


Jing Wei berdiri dan berkata "Ijin lapor pemimpin, Dia adalah cucu menantu dari Jecky." Jing Wei menunjuk Jecky dan tersenyum menyeringai.


"Apa maksudmu Jing Wei. Kita adalah rekan selama puluhan tahun. mengapa kau mengkambing hitamkan menantuku dan menantuku yang mana yang berani untuk menculiknya" Jecky Xiao terpancing amarahnya. Meski dia juga yakin bahwa yang melakukan itu adalah Zai. Tunangan Menantunya. tapi dia tetap akan menyembunyikannya.


"Kau jangan berlagak bodoh. Kami memiliki bukti yang akurat. bahwa cucumu yang janda itu sudah bertunangan dengan pemuda yang akhir-akhir ini meresahkan" Jing Wei kembali menekan dengan bukti yang dia taruh dimeja. Photo tentang acara pertunangan dari Juli dan juga Zai.


"Wei! tenanglah" Ucap sang pemimpin, Kemudian dia menyuruh Jing wei duduk dengan memberi kode tangan. Lalu dia memandang Jecky Xiao.


Dengan hati yang masih kesal, Jing Wei terpaksa duduk.


"Jecky! undang Menantumu kesini. biarkan aku yang akan bertanya. tenaglah aku tidak akan menyakitinya" Ucap sang pemimpin Organisasi itu.


"Tentu pemimpin, Aku akan pamit lebih dulu" Sahut Jecky. dia perlahan mundur.


"Silahkan!"


Setelah Jecky pergi, Jing Wei bertanya "Pemimpin mengapa kau tidak menghukumnya, Dia pasti bersekongkol dengan menantunya. dan ingin menyingkirkan beberapa orang yang tidak suka dengan keberadaannya di Organisasi"


Sedang delapan lainnya hanya duduk santai saja tidak berbicara bahkan ada yang menguap saking santainya. tapi tidak ada yang berani pergi ataupun tertidur ditempat itu. jika melanggar hukumannya akan berat.


"Kamu tau kenapa aku meminta dia membawa menantunya kesini?"


"Tidak" Sahut Jing Wei singkat.


"Jika kau tidak tau, sebaiknya kau diam saja.. Kita bubarkan pertemuan ini" Ucap pemimpin organisasi dengan tenang lalu dia meninggalkan ruangan itu melalui jalur khusus untuk dia atau orang yang dia bawa saja yang boleh memasukinya.


............


Jecky Xiao dengan kesal masuk kedalam Mobilnya. "Ini adalah Hal yang buruk. Apa yang diinginkan oleh lelaki tua bangka itu. Mengapa aku harus membawa menantuku ketempat dia" dia bergumam dengan amarah "Jalan cepat,kita pulang dulu"


Sopir langsung mengemudikan Mobil. dan Mobil melaju dengan kecepatan sedang..

__ADS_1


__ADS_2