
"Salam kenal" kata Amanda dengan senyuman khas miliknya. Ditambah lesung pipi yang jika tersenyum menambah pesona. "Aku Amanda!" Ucapnya lagi, seraya mengulurkan tangan.
Mey Chan juga tersenyum melihatnya. Meskipun dia baru pertama kali melihat Amanda. Tapi dia memiliki firasat bahwa wanita yang dia pegang tangannya kini adalah salah satu dari banyak wanita yang dikatakan Zai sebelumnya.
Marah? Cemburu? Tentu ada terbesit di hati setiap wanita. Tapi terkadang manusia itu tidak bisa ditebak hatinya. Kalau cinta sudah membutakan mata. Maka semuanya akan terasa normal saja. Bahkan ada dalam sebuah catatan yang mengatakan satu orang lelaki menikahi seratus wanita.
"Aku Mey Chan, senang berkenalan denganmu, ayo masuk kedalam!" Ucap Mey Chan yang masih menggenggam tangan Amanda dan tangan sebelah kirinya menggandeng lengan Zai.
"Salam Om, tante!" Ucap Amanda menyapa. Zai melakukan hal yang sama pula.
Setelah melalui perkenalan dan perbincangannya sedikit rumit. Karna Zai harus jujur kepada orang tuanya Mey Chan bahwa dia sudah menikahi enam orang wanita sebagai istri sahnya saat ini.
Mereka juga tidak bisa menahan Mey Chan, sebab dapat terlihat oleh mata keduanya. Bahwa Mey Chan begitu menyukai pemuda di hadapan mereka. Mereka yang masih muda pasti tahu hal itu.
"Dengan sebuah syarat" ucap Bao Lang seraya memegang tangan istrinya.
"Apapun itu, asalkan tidak menyalahi aturan" kata Zai.
"Kami hanya ingin kau menjaganya dengan baik, dia adalah anak kami satu-satunya. Dan kami sudah cukup tua, juga tidak mungkin kami berdua akan berumur panjang. Hanya itu yang kami minta." Kata Bao Lang memandang pemuda di depannya.
"Tentu aku akan menjaganya dengan baik, aku berjanji hal itu.
Setelah mencapai kesepakatan. Zai mengatur kembali acara pernikahan dengan dua wanita, bersama pasangan lainnya. Yaitu Andre dan Lidya. Zai membuat pengaturan seperti itu karena dia ingin lebih meriah..
Di Sebuah gedung besar yang dihadiri oleh banyak orang. Tidak ada yang melarang untuk masuk karena itu terbuka untuk umum.
Zai bersama dengan Amanda dan juga Mey Chan di kedua sisinya. Sedangkan Andre bersama dengan Lidya terlihat sangat bahagia. Karena dapat bersanding di pelaminan. Meskipun itu bersama dengan Bos dari keduanya. Tapi itu tidak mengurangi rasa bahagia. Karena mereka tidak berada pada pelaminan yang sama.
__ADS_1
Ada dua panggung yang berbeda yang memang dirancang sedemikian rupa. Tapi kemewahannya tidak dibedakan satu sama yang lainnya.
Delapan wanitanya turut hadir pula menyemarakan suasana pesta. Mereka bersama dalam satu meja panjang yang memang khusus diadakan untuk mereka.
Zai seperti seorang raja dengan banyak selir mengelilinginya.
Acara berjalan dengan baik dan selesai tanpa ada gangguan yang terjadi pernikahan itu. Karena banyaknya penjagaan yang telah berkumpul dan memancarkan sesuatu yang tidak biasa. Tidak lain mereka adalah sepuluh pasukan bayangan yang sudah lengkap..
……..
Ada yang sangat tidak rela bahwa seorang wanita yang dia kagumi akan menikmati malam pertama dimalam itu. Padahal jika dia tau, malam pertama bagi wanita yang dikaguminya sudah terjadi pada waktu sebelumnya. Mungkin dia akan menghancurkan properti sekitarnya.
Dia menunggu dengan santai di sebuah Hotel. Dengan bunga mawar merah yang ditata berbentuk hati pada sprei putih dan ada beberapa bingkisan yang akan menyenangkan hati wanita yang dia kagumi.
Bermodalkan photo Amanda yang dimilikinya. Sepuluh orang bergerak malam itu dan dua orang bertengger di atas gedung karena perintahnya. Menatap target yang baru keluar dari gedung tempat mereka melangsungkan pernikahan.
"Kucing hutan! Target sudah keluar dan akan memasuki Mobil, ganti!" Ucap salah satu yang ada di atas gedung dengan walky talky.
"Kucing rumahan! Bagaimana keadaan disana? Ganti!"
"Kucing rumahan sudah bersiap dengan antisipasi, ganti!"
Mereka terus saling bertukar informasi satu sama lainnya.
Dua buah mobil mengiringi satu Mobil Range Rover milik Amanda. Yang di dalamnya ada Zai serta dua wanitanya. Ada satu sopir yang mengemudikan Mobilnya.
Mobil melaju dalam keadaan pelan. Dua mobil di belakang yang dihuni oleh delapan wanitanya juga melaju dengan pelan.
__ADS_1
Sedangkan para pasukan bayangannya tengah menjalankan tugas darinya.
Zai tersenyum memikirkan hal itu.
"Mengapa kau tersenyum seperti itu, apa kau memikirkan hal yang mesum?" Tanya Amanda
"Iya Kak Amanda, dia pasti berpikiran hal yang mesum, aku yakin" timpal Mey Chan. Dia sedikit lebih tua dari Amanda. Namun karena dia berada di urutan terakhir, dia pun memanggil Amanda dengan sebutan Kakak.
"Haha. Tuduhan kalian itu tidak mendasar, memang aku suka dengan keindahan. Namun tidak melulu pikiranku diisi dengan hal yang begituan. Tapi jika kalian malam ini memberikan aku servis yang memuaskan. Aku akan memberikan balasan yang setimpal untuk kalian!" Kata Zai penuh percaya diri. Dengan adanya Qi yang mengalir di tubuhnya. Dia tidak akan pernah merasakan kelelahan yang luar biasa. Walaupun kadar Qi didunia ini tipis. Tapi itu cukup jika hanya dia yang menyerapnya.
"Berhenti!" Perintah Zai kepada Sopir.
"Ada apa sayang?" Mey Chan segera bertanya.
"Aku merasakan akan ada serangan mendadak" ucap Zai.
Dan benar saja. Tiba-tiba pohon di tepi jalan roboh dan jatuh ke aspal sehingga menghalangi perjalanan mereka. Jika mobil itu tidak berhenti tepat waktu, dapat dipastikan akan terhantam batang pohon itu. "Kalian berdua tetaplah tinggal didalam, aku bisa mengatasinya?"
Zai keluar dari dalam Mobil, sedangkan sang sopir hanya berdiam diri saja di dalam.
Dua buah mobil di belakang juga berhenti dengan jarak yang sangat mepet. Untung Aisya pengemudi yang cukup handal, serta Maira yang juga cukup baik dalam berkendara.
Satu buah Mobil melaju dengan cepat dari arah belakang dan langsung ingin menabrak Mobil yang di kendarai oleh Maira. Sontak Zai melompat ke atap Mobil dan melompati mobil yang lainnya. Hingga dia turun dengan telapak tangan terkepal serta mengalirkan Qi yang cukup besar. Dia berdiri menghadang lajunya Mobil itu.
Beng! Zai mengayunkan tangannya dan menghantam mobil itu dengan pukulan keras, mobil itu berhenti dengan paksa karena wajah depannya langsung penyok dan menekuk kebawah.
Sedangkan orang yang berada di dalamnya. Begitu ketakutan. Sebab Zai melakukan itu seperti layaknya superhero yang ada di film.
__ADS_1
Zai berjalan dengan dominasinya di setiap langkah. Lalu dia memukul kaca Mobil sebelah kanan hingga pecah dan langsung meraih kerah baju orang itu dan mengeluarkannya lalu melemparkannya ke aspal. Masih ada dua orang lagi di dalam, tapi Zai tidak repot untuk menariknya. Dia hanya mengaitkan kakinya dan mengangkat mobil itu. Lalu membantingnya layaknya itu bukan besi padat.
Di mata wanitanya. Hal itu adalah sebuah kekuatan sempurna. Untuk menjaga mereka semua, wajar dibutuhkan kekuatan mutlak..